
Setelah lama dalam perjalanan mereka memutuskan untuk berhenti, mampir di Rest Area untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu.
Setelah makan siang mereka melanjutkan perjalanan kembali dan dalam perjalanan mereka beberapa kali berhenti untuk isi bensin dan mendinginkan mesin mobil.
Delapan belas jam telah mereka lalui untuk sampai ke Malang. Dan saat ini mobil mereka telah masuk ke dalam halaman rumah Robin.
Kedatangan mereka telah di sambut dengan bahagia oleh bunda Rina dan ayah Reyhan.
Hana begitu sampai langsung berhambur memeluk bunda Rina, "Bundaaa... Hana kangen!"
Bunda Rina membalas pelukan Hana dan mencium kening Hana dengan lembut, "Bunda juga kangen sama kamu, nak."
Rea kemudian bergantian memeluk ayah Reyhan, "Ayah... Hana kangen."
Robin kini juga memeluk bunda Rina, meluapkan rasa rindunya, lalu memeluk ayahnya. sementara itu Rangga menyalami ayah bundanya Robin.
Bunda merangkul bahu Hana, dan membawanya masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh Rangga dan Robin.
"Ayo... bunda antar ke kamarmu! bunda sudah siapkan semuanya." Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Robin... bawa nak Rangga untuk istirahat." titah bunda Rina.
"Ya bun... " jawab Robin, lalu berlalu mengajak Rangga ke kamar tamu.
Mereka pun terlelap dalam tidurnya hingga pagi mulai menjelang dan sang mentari menyapa mereka.
Bunda Rina pun membangunkan Hana, Robin dan Rangga, untuk sarapan bersama, dan mereka kini telah berkumpul di meja makan.
"Bunda sengaja masak makanan kesukaan kamu Han." bunda Rina memberi tahu.
"Wah... makasih bunda." jawab Hana dengan gembira.
Mereka mulai menikmati sarapan mereka dengan khidmat.
Setelah ini rencana kalian mau kemana?" tanya Ayah Reyhan.
"Robin sama Hana mau mengantar Rangga ke rumah saudaranya Yah." tutur Robin.
Setelah selesai sarapan mereka bertiga berpamitan untuk menuju ke rumah omnya Rangga.
Tak berselang lama mereka bertiga kini telah sampai di rumah Om Sebatian.
Kedatangan mereka bertiga pun juga telah di sambut oleh keluarga Om Sebastian.
"Om... kenalin mereka berdua temen temen Rangga, yang ini Hana dan yang itu kak Robin.
Rangga lalu berlalu menuju ke dalam kamarnya, dan meletakkan semua barang barangnya.
Sementara Hana dan Robin berada di ruang tamu dan di temani oleh Om Sebastian dan Tante silvi.
Tiba tiba Rangga datang dan duduk di samping Hana.
"Kita jalan jalan gimana?" tanya Rangga.
"Gue ada urusan yang harus gue slesaiin, lo sama Hana aja yang jalan jalan," ujar Robin.
"Kakak mau kemana?" tanya Hana.
__ADS_1
"Kakak kan ke sini mau nylesaiin urusan yang harus di beresin di kantornya Ayah." kata Robin.
"Gitu ya?" ucap Hana.
"Kalau gitu biar Hana nanti Rangga yang anter kalau memang nak Robin sibuk." ujar Om Sebastian.
"Baiklah Om kalau begitu.... Rangga .... kakak titip Hana.
"Iya kak... Rangga bakal jagain Hana." ucap Rangga.
Robin lalu berpamitan pada keluarga Om Sebastian.
Lalu Rangga mengacak rambut Hana, "Jangan ngrepotin Rangga."
Hana terkekeh, "Iya kak... Hana gak akan ngrepotin Rangga."
"Kalau gitu kakak pamit."
Robin pun meninggalkan rumah Om Sebastian dan pergi menuju Kantor Ayah Reyhan.
Sementara Rangga dan Hana akhirnya memutuskan untuk pergi ke San Terra de Lafonte.
"Beautiful." ucap Hana.
"Lo suka?"
"Bangeeet..." Hana kegirangan.
Gue seneng Han, lihat lo sebahagia ini, dah lama gue kehilangan senyum dan tawa lepasmu, semenjak meninggalnya kak Nathan, semua senyummu dan tawamu tak lagi lepas, tapi kini aku senang melihatmu seperti ini. batin Rangga.
"Ngapain lo lihatin gue kek gitu?"
Rangga terkekeh, "Gue seneng aja lihat lo sebahagia ini, senyum dan tawa lepasmu telah kembali."
"Maaf... ya kalau beberapa waktu ini, kau kehilangan diriku, dan seperti yang lau tahu diriku yang dulu terbawa oleh Jonathan."
"Dah jangan sedih, gue ngajak ke sini pengen lihat lo bahagia bukan bersedih." Rangga mengacak rambut Hana.
"Ayo kita jalan." Rangga menggandeng tangan Hana, mengajaknya berkeliling di San Terra de Lafonte. sebelum mereka pulang terlebih dahulu mampir di alun alun kota menikmati suasana malam hari, melihat warna warna lampu yang begitu indah dan menikmati air mancur.
"Dah terlalu malam Han... gue anter lo pulang ya?"
"Baiklah... tapi besok jemput aku ya!? kita jalan jalan.
Rangga mengacak rambit Hana, "Baiklah princess as you wish."
Mereka pun akhirnya pulang ke rumah Robin, dan saat mereka dah sampai sana, Ayah, Bunda dan Robin sedang ngobrol di gazebo taman depan rumah Robin.
"Om ...Tante." Sapa Rangga menyalami Ayah dan Bunda.
"Dah jalan jalan kemana aja?" tanya Ayah Reyhan.
"Baru ke San Terra de Lafonte om, sama ke alun alun kota, besok.kita baru punya rencana ke wisata yang ada di Batu, Om."
__ADS_1
"Ya dah istirahatlah Han, nak Rangga mau nginep di sini, apa pulang?"
"Pulang aja Om, ya dah berhubung dah terlalu malam, Rangga mohon pamit." pamit Rangga pada Ayah dan Bunda.
Keesokan harinya Rangga, Robin, dan Hana berangkat ke Coban Talun.
"Kita bisa berkunjung ke tempat ini dan menikmati keindahan alam yang luar biasa. Lokasinya berada di desa yang masih asri dan murni. Daya tarik Coban Talun adalah air terjun yang mengalir jernih seolah tidak pernah habis." Robin menjelaskan.
"Pasti suasananya sanhat segar." Saut Hana.
"Iya... di sana sangat segar Han, kita akan melihat langsung bagaimana air tersebut membentuk panorama indah. Selain itu, kita juga memiliki kesempatan untuk berenang tetapi harus dengan pengawasan dan dalam musim dimana air tidak terlalu deras." tutur Robin
"Beda sama di Jakarta, suasana di sini sangat sejuk." kata Hana.
Tak berselang lama mereka telah sampai Colon Talun.
"Waouu... it's beautiful." teriak Hana.
Robin dan Rangga begitu gembira melihat kegembiraan yang terpancar pada wajah Hana.
"Ternyata kita gak sia sia berlibur ke sini Ngga, lo lihat Hana begitu gembira." ucap Robin.
"Iya kak... kemarin waktu di San Terra, dia juga seperti ini." jawab Rangga.
Setelah puas bermain di Colon Talun, Robin membawa mereka ke Wisata Omah Kayu.
"Omah kayu itu seperti apa kak?" tanya Hana.
" Arti dari tempat Wisata tersebut adalah rumah kayu atau tree house.." jawab Robin.
" Daya tarik wisata ini terletak di konstruksi rumah dan desainnya yang unik. Selain itu, lokasi rumah berada di atas ketinggian dimana memberikan sensasi sendiri terutama bagi mereka yang baru pertama kali mencoba. Kita juga bisa melihat langsung latar belakang suasana alam yang indah dan berpadu dengan baik bersama desain rumah tersebut." terang Robin kembali.
"Lihatlah !! indah bukan? tanya Robin.
Hana berlari kecil menuju ke rumah kayu di atas. Rangga dan Robin mengikuti kemana Hana melangkah.
Di Wisata berikutnya mereka bertiga, kembali berwisata ke Taman Langit.
"Taman langit merupakan konsep wisata yang memadukan taman dan lokasi berada di atas bukit. tempat Wisata ini mengedepankan pemandangan alami dan spot unik untuk mengambil gambar. Ada area dengan background angsa untuk kita bila ingin mendapatkan sensasi terbang."
Bersambung
Mohon
Like
Comment
Saran dan Kritiknya
🙏🙏🤗🤗😍😍
__ADS_1