Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Kehidupan Baru Hana


__ADS_3

Mohon maaf kepada para pembaca AkuYang merawat dan Orang Lain Yang Memiliki, karena terlalu lama saya tidak update karena sedang merawat kedua orang tua saya yang sedang sakit🙏🙏🙏


Selamat membaca kembali cerita Hana dan Widi, semoga kerinduan kalian dengan Hana dan Widi bisa terobati.


¤¤¤¤¤


Satu minggu sudah Hana dan Widi mengelola secara langsung Cafe yang telah di amanahkan Robin pada mereka berdua.


Dan selama satu minggu itu Robin. mengawasi dan memberikan segala pengarahan apa dan yang tidak boleh di lakukan dan mengenalkan struktur pengelolaan yang selama ini Robin lakukan.


Setelah di rasa semua sudah bisa di lepaskan, Robinpun berpamitan untuk benar benar kembali Pulang ke Malang.


Robin pun sudah berpamitan Kepada kedua orang tua Hana yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri, dan kini dia sedang berhadapan dengan Widi dan Hana di Cafe.


"Kakak jadi pulang sekarang?" tanya Hana.


"Iya, Han! dan kakak harap kamu akan lebih dewasa lagi, jaga diri kamu baik baik dan jadilah istri yang sholechah!" Robin mengusap pucak kepala Hana.


"Hana pasti merindukan kakak!" Hana memeluk Robin.


"Kakak juga akan merindukanmu." Robin mengusap punggung Hana.


"Wid... jaga Hana dengan baik ya! aku titipkan dia padamu, ku mohon bimbing dia selalu." Robin menepuk bahu Widi.


"Aku janji, kamu gak perlu kuatirkan Hana, aku akan senantiasa menjaganya." Widi tersenyum lebar.


Setelah berpamitan dan bercengkerama sebentar, akhirnya Robin pun benar benar telah pergi, meninggalkan cafe dan berlalu menembus jalanan menuju ke Malang.


Hana merasa sangat kehilangan dengan kepergian Robin, namun dia sudah lebih bisa menerimanya, daripada saat kepergian Rangga.


Widi merangkul bahu Hana, memberikan kekuatan kepada Hana, dan meyakinkan Hana bila semua akan baik baik saja.


Hana membenamkan wajahnya dalam pelukan Widi, mencari titik ternyaman untuk dirinya.


Dengan kepergian Widi, kini sepenuhnya tanggung jawab cafe menjadi tanggung jawab Hana dan Widi.


Hana dan Widi pun di buat makin sibuk dengan beralihnya cafe ke tangan mereka secara tidak langsung telah menambah pekerjaan mereka berdua.


Tak hanya urusan Cafe yang harus mereka kelola, tapi toko music, les music dan perkebunan harus mereka kelola.


Terlihat Hana yang begitu kewalahan dengan segala aktifitasnya, hingga membuat Widi merasa sangat kasihan dengan istrinya, di mana Widi tak bisa membantu sepenuhnya kerjaan Hana, tapi Widi sedang sangat sibuk dengan perkebunannya yang kian meningkat.

__ADS_1


Gak bisa di pungkiri, itu membuat Widi sangat mengakhawatirkan kondisi kesehatan Hana, karena semua kerjaan dia tangani sendiri tanpa ada asisten.


Widi pun berniat untuk mencarikan Hana seorang asisten, agar semua kerjaan Hana ada yang membantu menghandlenya.


Setelah beberapa waktu akhirnya Widi mendapatkan asisten untuk Hana, dan Hana sangat terkejut dengan semua itu karena Widi tak pernah membicrakan semua ini.


"Mas, ini maksudnya apa?" tanya Hana keheranan.


"Dia yang akan membantumu untuk saat ini, dia akan menjadi asisten pribadimu mulai sekarang! kenalkan dia Rima teman mas dulu waktu SMA." Widi memperkenalkan Rima.


"Hana!" Hana menjabat uluran tangan Rima


"Rima!" jawab Rima.


"Kebetulan Rima sedang cari pekerjaan, jadi mas tawarin buat membantumu dan dia setuju, dan mulai sekarang mas harap kalian berdua bisa bekerja sama dengan baik." ujar Widi.


"Ok mbak Rima mulai besok mbak resmi bekerja dengan saya, dan saya mohon kerjasamanya!" Hana tersenyum dengan mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya.


Mereka bertiga pun terlibat pembicaraan seputar pekerjaan yang nantinya akan di jalani Rima selaku asisten pribadi Hana, dan jadwal jadwal yang harus di buat oleh Rima.


Widi merasa sangat lega, melihat istrinya yang begitu bahagia dengan senyum dan tawa yang begitu merekah.


Mas gak akan membiarkanmu kecapean Han, mas ingin kamu selalu tersenyum seperti ini, tertawa seperti ini, tanpa ada beban pekerjaan yang harus kau emban, semoga Allah segera memberikan kita momongan, Han. Mas berharap akan ada malaikat kecil di antara kita. batin Widi.


Akhirnya pekerjaan Hana pun telah selesai dengan di bantu oleh Widi untuk menyelesaikannya.


"Akhirnya selesai juga!" Hana merentangkan tangannya.


Widi tersenyum mendapati pekerjaan Hana yang telah selesai, di usapnya pucuk kepala Hana dengan lembut, dan di balas senyuman manis oleh Hana.


"Kita pulang sekarang!" Widi mengecup pelipis Hana, dan di jawab anggukan kepala oleh Hana.


Keduanya kini menemui, karyawan cafenya dan berpamitan untuk pulang terlebih dahulu, dan keduanya kini telah meninggalkan cafe, menuju ke toko music mereka.


Tak berselang lama tibalah mereka berdua di toko music Harmoni milik Hana, dan setibanya di sana Hana di kejutkan dengan kedatangan Leo di sana.


"Leoooo!" teriak Hana yang melihat Leo sedang melihat alat alat music yang di jual oleh Hana.


Leo menoleh menatap Hana dengan tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya, kemudian Hana pun berhambur memeluk Leo.


"Jahat lo... pergi gak pamit gue!" Hana memukul lengan Leo dan di sambut kekehan oleh Leo.

__ADS_1


"Maaf... soalnya waktu itu dadakan oma di London sedang sakit, jadi gak sempat pamitan dulu sama kamu." ujar Leo.


Leo kemudian mendekati Widi yang sedari tadi hanya melihat interaksi mereka berdua.


"Hai brother!" ucap Leo mengulurkan tangannya.


"Gimana kabar lo?" tanya Widi.


"Baik! tadi aku dari bandara langsung ke sini, aku dapat alamat ini dari kak Robin, saat aku menghubunginya, dia memberikan alamat ini dan katanya sekarang dia lagi ada di Malang." tutur Leo.


Hana kemudian menarik tangan Leo dan membawanya ke lantai 2 ruko tersebut, dan sesampainya di atas Hana menyuruh Leo duduk di sofa dan di susul oleh Widi dengan duduk di sampingnya.


Sementara Hana membuatkan minum untuk mereka bertiga di pantry yg ada di sana, kemudian membawa ke hadapan Widi dan Leo.


"Minumlah!" Hana meletakkan minuman di atas meja, memotong pembicaraan Leo dan Widi.


"Makasih!" ujar Leo mengambil gelas minumannya dan meminumnya.


"Oma dah sembuhkah?" tanya Hana.


"Sudah dan dia juga nitip salam sama kamu dan menitipkan sesuatu sama kamu! katanya hadiah buat pernikahan kalian berdua!" Leo mengambil sesuatu dari dalam tas ranselnya dan memberikannya kepada Hana.


"Apa ini?" tanya Hana mengernyitkan dahinya dan menerima bingkisan yang di berikan oleh Leo.


"Bukalah! aku sendiri juga gak tahu apa isinya." ucap Leo.


Hana kemudian membuka bingkisan tersebut dan betapa terkejutnya Hana melihat isi dari bingkisan tersebut.


Leo dan Widi yang melihat Hana melongo dengan menutup mulutnya dengan tangannya, pun ikut terheran dan penasaran dengan isi bingkisan yang di berikan oleh omanya Leo.


Ada asesoris, yang berbentuk gitar kecil, dan di ukir nama Widi dan Hana di sana serta gambar Widi dan Hana di gitar tersebut, serta syal rajutan oma Leo yang di bordir dengan nama with love Hana n Widi.


"Ya ampun oma ini indah banget!" ucap Hana memegang gitar kecil tersebut, dan memperlihatkannya pada Widi.


Widi menerima gitar kecil tersebut dan meneliti apa yang tergambar dan tertulis di gitar kecil tersebut.


"Gimana oma bisa punya foto pernikahan aku dan Hana?" tanya Widi keheranan.


"Aku yang kasih, waktu itu kan aku di minta oma untuk merekam pernikahan kalian, karena oma gak bisa datang waktu itu." terang Leo.


Hana merasa sangat bahagia, dan kini kehidupan baru ternyata telah dia lewati, dengan penuh kenangan, dia bahagia selalu berada di antara orang orang yang menyayangi dirinya dengan tulus. Dan Hana berharap bila semua bukanlah sekedar mimpi.

__ADS_1


bersambung


Happy reading my Readers🙏🙏🙏


__ADS_2