Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Membagikan Oleh Oleh


__ADS_3

Mobil Anwar memasuki halaman sebuah rumah minimalis, yang terlihat asri dengan taman dan kolam kecil di sana.


Rangga memakirkan mobilnya tak jauh dari rumah yang di masuki Anwar.


Ketiganya melihat Anwar masuk ke dalam rumah bersama Putri.


Anwar merangkul bahu Putri, selepas membukakan pintu mobil untuk Putri.


Robin, Rangga dan Hana menunggu Anwar keluar dari rumah di dalam mobil, namun hingga dua jam mereka menunggu namun Anwar tak kunjung keluar.


"Kak...gimana ini?" tanya Rangga pada Robin.


"Kita pulang aja istirahat, besok pagi kita cek ke sini lagi, kasihan Hana kecapean."


Rangga pun menyalakan mobilnya dan membawanya melaju pulang ke rumah Hana.


Sesampai di rumah Hana, dia masih tetap tertidur pulas, dan pada akhirnya Robin menggendong Hana hingga ke dalam kamarnya.


Sementara Rangga mengeluarkan semua koper dan oleh oleh yang telah mereka beli untuk di bagikan pada yang lainnya.


Setelah selesai memasukkan semua barang ke dalam rumah, Rangga meminta izin pada Robin untuk mengecek keadaan Anwar.


"Apa lo nggak capek?" tanya Robin.


"Nggak kak... justru aku gak akan bisa istirahat kalo belum ngerti Anwar sama Putri ada hubungan apa."


"Baiklah kalo itu keinginanmu, berhati hatilah." Robin menepuk bahu Rangga.


Rangga pun akhirnya menyalakan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang, menuju ke tempat Anwar berhenti di sebuah rumah yang tak dia ketahui rumah siapa.


Sesampainya di sana ternyata mobil Anwar masih tetap berada di sana, dan pada akhirnya dia memutuskan untuk menunggu sampai Anwar keluar dan pergi dari rumah tersebut.


Semalaman Rangga menunggu di sana, hingga selepas shubuh dia melihat pintu rumah itu terbuka.


Di lihatnya putri yang sedang memakai baju tidur mengantar Anwar keluar dari rumah itu, namun yang membuat Rangga geram, Anwar mencium kening Putri yang bergelayut manja di lengan Anwar.


Rangga merekam kejadian semenjak Anwar keluar dari rumah tersebut, untuk dia perlihatkan pada Robin.


Anwar pun pergi berlalu dari rumah tersebut dan Rangga tetap mengikutinya di belakang mobil Anwar, dan ternyata Anwar pulang ke rumahnya.


Akhirnya Rangga pun tetap melajukan mobilnya menuju ke rumah Hana.


Di sana Hana dan Robin sudah menunggu kedatangan Rangga di teras depan, Robin turun dari mobinya dan mendekati mereka berdua.


"Ada hasil Ngga?" tanya Robin


"Ada kak... tapi gue mohon sama kamu Han... jangan menangis ya!" Rangga merasa bingung untuk memperlihatkan videonya sama keduanya.


Hana mengambil nafas dalam dan membuangnya dengan kasar, "Gue coba Ngga."


"Okey..." Rangga membuka ponselnya dan memperlihatkan video yang telah di ambilnya tadi.


Hati Hana terasa tersayat sembilu, saat menyaksikan video yang di putar oleh Rangga.

__ADS_1


Terlihat amarah di wajah Robin, dia mengepalkan tangannya.


"Han...lo yang kuat ya!?"


"Bukan masalah kuat gak kuat Ngga, gue mikirin bonyok gue dan bonyoknya dia, masalahnya kita bukan hanya sekedar pacaran kita sudah bertunangan, aku merasa sedikit lega karena semua terbongkar sebelum pernikahan." kata Hana dengan panjang kali lebar.


"Tunggu mama sama papa pulang dari Singapur aja Han... jangan ngasih tahu sekarang, takutnya nanti mereka malah kepikiran, panik dan buru buru pulang, kakak gak pengen ada apa apa dengan mereka."


"Baiklah... kak... aku juga akan menyembunyikan semua ini dari Anwar." tutur Hana.


"Han... kamu adalah cewek yang hebat jadi jangan sampai kamu menyerah dan terpuruk, buktikan pada Anwar, bahwa kamu baik baik saja, meskipun hatimu terluka."


Malam harinya Anwar datang ke rumah, Hana, namun Hana dan Robin yang kini sedang menontin Tv di ruang keluarga, tak terusik dengan kedatangan Anwar.


"Lho... Kak... Hana kok udah sampai rumah? dari sana jam berapa?" tanya Anwar sembari duduk di samping Hana.


"Jam 2 dini hari." jawab Robin sekenanya.


"Ooo... kamu capek sayang?" Hana yang mendengar kata sayang dari mulut Anwar, serasa mau muntah saja, namun dia menganggukkan kepalanya.


"Kamu kenapa? kok kayak kurang bersemangat." tanya Anwar menyingkap rambut Hana di telinganya.


"Aku capek... kan baru aja sampai." ucap Hana.


Anwar tersenyum simpul, "Han... aku kangen sama kamu." Anwar merangkul bahu Hana.


Robin yang melihat semua itu mengepalkan tangannya dengan geram, "Kakak ke atas Han, kalo ada apa apa panggil kakak aja."


"Baiklah kak."


"War... sebaiknya kamu juga pulang ! aku pengen istirahat." pinta Hana.


"Kamu mengusirku?" tanya Anwar keheranan.


"Bukan mengusirmu, tapi aku pengen istirahat aja, badanku pegel semuanya." Hana menjelaskan.


"Baiklah aku pulang." Anwar mengecup kening Hana.


Selepas Anwar pulang, Hana masuk ke dalam kamarnya, di hempaskan tubuhnya ke tempat tidur, Raga dan batinnya begitu capek.


"Jo... aku rindu dirimu." Hana terisak lirih, dan hanyut dalam kenangan bersama Jonathan, hingga tanpa dia sadari telah terlelap hingga fajar menyingsing.


tok tok tok


Pintu kamar Hana di ketok, "Ya siapa?"teriak Hana.


"Beib bangun... gue yang dateng... noh di bawah dah pada nungguin, buruan mandi!" teriak Dion dari luar kamar Hana.


"Iya... " teriak Hana dari dalam kamar.


Hana pun bergegas mandi, Sementara sahabat sahabatnya sudah ada di bawah menunggunya.


Tak berselang lama, Hana turun dari kamarnya dan menuju ruang keluarga, di mana semua sudah menunggunya di sana.

__ADS_1


Saat Hana tiba, Lina langsung berhambur memeluk Hana, "Haaanaaaa!! gue kangen, banget sama kamu." Hana membalas pelukan Lina.


Mereka semua yang melihat tingkah Lina hanya bisa terkekeh.


"Beib... mana hadiah buat gue?" tanya Dion.


"Noh di meja." tunjuk Hana ke sebuah meja.


"Beib ... yang ada nama gue?"


"Iya..." Di bukanya bungkusan seperti kado itu.



"Bantal ini buat gue, Beib ?" tanya Dion memeluk bantalnya.


"Iya biar kak Dion kalo ingat aku bisa peluk bantal itu." celoteh Hana.


"Pengennya peluk kamu langsung aja Beib."


"Enak aja..." melempar bantal sofa ke arah muka Dion, dan yang lainnya hanya tertawa.


"Buat kalian, ambil aja sendiri." perintah Hana.


"Manis... yang bener aja masak gue sama Cinta cuma dapat balon?" tanya Steve keheranan.



"Biar kalian berdua bisa terbang bersama." jawab Hana asal.


"Jawaban macam apa itu?" tanya Steve dan Hana hanya mengedikkan bahunya dengan acuh.



"Apa gak terlihat lucu Han, kalo gue pake kacamata?" tanya Panji selepas membuka bungkusan oleh oleh dari Hana.


"Kakak cakep kok pake kacamata." Panji hanya terkekeh mendengar jawaban Hana.



"Han, lo emang the best, thanks ya udah bawain gue alat lukis." ucap Lina kegirangan.


"Apa sih yang nggak buat lo, Lin."


Dengan kedatangan mereka setidaknya telah membuat Hana melupakan luka hatinya barang sejenak. Maafin kakak Han, yang belum bisa bahagiain kamu. batin Robin.


Sementara itu Rangga tertidur di karpet dan bersandar di sofa dan gak perduli dengan keberadaan teman temannya.



"Rangga tidur?" tanya Steve.


"Kecapean soalnya kemarin seharian gak tidur, dia bawa mobil sendiri." saut Robin.

__ADS_1


"Dah biarin Rangga tidur, kasihan dianya." ucap Hana.


__ADS_2