
Ini adalah hari terakhir teman teman Hana, berkunjung ke rumahnya.
Dan kesempatan ini, mereka manfaatkan untuk jalan jalan kembali. Menikmati suasana alam yang masih begitu indah dan alami.
Rangga mengabadikan foto kebersamaan Hana dengan teman temannya. Mereka saat ini berada di taman bunga yang begitu indah.
Tanpa mereka tahu, teman teman Hana membuat suatu kejutan untuk Hana dan Widi.
Di mintanya Rangga untuk membawa Hana berkeliling taman terlebih dahulu, dan Widi di tantang oleh teman teman Hana untuk mengungkap perasaannya kepada Hana di hadapan semua pegawainya.
Widi tampak kebingungan, sementara teman teman Hana meledek dan menggoda Widi dan memintanya untuk melakukan apa yang mereka pinta.
"Ayolah Wid! kamu pasti bisa!" Daffin meyakinkan Widi.
"Iya... Wid... kita udah nyiapin semuanya kok, kamu tinggal pegang mix ini dan ungkapkan perasaanmu untuk Hana, dan semua pegawaimu bisa mendengarkan semuanya." ujar Beck.
"Sumpah... gue malu!"
"Kenapa malu? kamu kan ungkapin rasa cinta untuk istrimu? bukan orang lain, lho?!" ujar Laras.
Sementara itu Rangga dan Hana telah kembali ke tempat di mana teman temannya berkumpul.
"Ada apa ini?" tanya Hana sedikit bingung.
Rangga yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, hanya menatap mereka semua sembari tersenyum.
Aku ingin melihat bagaimana Widi berjuang mengalahkan gengsinya untukmu Han... apakah dia bisa?
Sementara Widi yang terlihat sangat gugup akhirnya mengambil mix yang di pegang oleh Beck.
"Mas Widi mau ngapain dengan mix ini?" tanya Hana yang sedikit bingung.
Widi mengumpulkan keberaniannya dengan menatap Hana dengan lekat dan tersenyum, Widinmenghela nafasnya dan pada akhirnya.
"Hana... di sini aku ingin mengungkapkan segala rasa yang ku punya."
Hana mengernyitkan dahinya, "Maksudnya?"
"Tulus dari hatiku, Hana? aku ingin mengatakan kepadamu bila aku sangat mencintaimu, aku sangat menyayangimu, kini kamulah alasanku untuk hidup, kamu adalah nafasku, kamu adalah detak jantungku, dan aku akan selalu mencintaimu hingga maut memisahkan kita, I love you, Hana permata sari pradipta! maukah kau menua bersamaku?"
"Ya aku mau! dan aku juga sangat mencintaimu." Hana memeluk erat Widi dan di sambut pelukan bahagia dari Widi.
"Thanks Han... thanks for your love."
Widi mengangkat tubuh Hana dan di putar putarkan oleh Widi, dan tampak Hana yang begitu bahagia dengan semua ini. Dan teman temannya pun juga turut merasa bahagia.
Rangga juga sangat bahagia melihat adegan yang super romantis ini.
Aku bahagia melihat kau tersenyum dan tertawa lepas seperti itu, Han. Bagiku tiada kebahagiaan yang lebih indah selain melihatmu bahagia, Han.
"Kalian gue foto lagi ya?" ujar Rangga.
Mereka pun kini berfoto kembali, dan setelah mengambil beberapa foto di sana, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah mereka bebersih diri kemudian mereka makan siang bersama.
Seperti biasa usai makan mereka berkumpul di ruang tengah, sembari menunggu sore hari karena mereka ingin melihat sunset.
"Princess... gue ingin mempersembahkan lagu untukmu." ucap Rangga.
"Kita akan mendengarkannya." ujar Hana sembari menyandarkan kepalanya di bahu Widi.
Rangga tersenyum simpul, kemudian dia petik dawai gitarnya dan dia menyanyikan lagu Tersenyumlah by Judika.
...Sobat kau dimana...
...Apa yang kau rasa...
...Sakitkah? Engkau marahkah?...
...Apa yang terjadi...
...Dan yang kau alami...
...Mungkin terasa berat...
...Sudah cukup sedihmu...
...Hapus airmatamu...
...Semua yang terjadi Tuhan tahu...
...Genggam erat tanganku...
__ADS_1
...Bahu ini untukmu...
...Menemanimu, mendoakanmu...
...Tersenyumlah kau sobat...
...Walau hati tak menerima...
...Roda slalu berputar...
...Badai ini pasti berlalu...
...Tetaplah kau kuat sahabat...
...Apa yang terjadi...
...Dan yang kau alami...
...Mungkin terasa berat...
...Sudah cukup sedihmu...
...Hapus airmatamu...
...Semua yang terjadi Tuhan tahu...
...Genggam erat tanganku...
...Bahu ini untukmu...
...Menemanimu, mendoakanmu...
...Tersenyumlah kau sobat...
...Walau hati tak menerima...
...Doaku kau bahagia s'lamanya...
...Roda slalu berputar...
...Badai ini pasti berlalu...
...Tetaplah kau kuat sahabat...
...Kita bersama...
...Slalu berdoa...
...Serahkan semua pada-Nya...
...Ini tak mudah...
...Tapi percayalah...
...Tersenyumlah kau sobat...
...Walau hati tak menerima...
...Selamanya...
...Selamanya...
...Tersenyumlah kau sobat...
...Walau hati tak menerima...
...Roda slalu berputar...
...Badai pasti berlalu...
...Tetaplah kau kuat sahabat...
...Tetaplah kau kuat sahabat...
Usai menyanyikan lagu tersebut dengan seketika, Hana beranjak dari duduknya, dan berhambur memeluk Rangga.
"Rangga, thanks for everything."
Rangga tersenyum dan mengusap punggung Hana.
"Kita sahabat, dan selamanya akan menjadi sahabat, aku menyayangimu." ucap Rangga.
"Aku juga sangat menyayangimu."
Widi menyaksikan Rangga dan Hana, walaupun ada rasa cemburu, namun dia menutupinya dengan senyuman.
Daffin sesama laki laki, bisa merasakan apa yang di rasakan Widi saat ini dan dia memberikan support buat Widi.
"Tersenyumlah sobat! percaya pada Hana! hanya dirimu yang dia cintai." ujar Daffin
Widi melihat Daffin sekilas dan memberikan senyum pada Daffin, "Gue tahu itu semua, mereka sudah bersama, jauh sebelum aku datang dalam kehidupan Hana, jadi aku bisa memahami semua itu."
"Gue salut sama lo, Wid."
"Mas Widi... gue duet ya sama Rangga?" Hana meminta izin pada Widi.
Widi tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk permintaan Hana.
Kini Rangga dan Hana akan duet berdua, menyanyikan lagu Dengan Caraku by Arsy. Widianto.
...Tak mengerti apa yang telah terjadi...
__ADS_1
...Kau tak lagi sama, engkau bukan engkau...
...Yang selalu mencari dan menelponku...
...Dering darimu tak ada lagi...
...Walau kau menghapus menghempas diriku...
...Mengganti cintaku...
...Semua tak mampu hilangkan cinta...
...Yang telah kau beri...
...Walau kau berubah, aku kan bertahan...
...Di sepanjang waktuku...
...Biarkan aku mencintaimu dengan caraku...
...Tak mengerti, mengapa engkau membisu...
...Kau tak lagi sama, engkau bukan engkau...
...Sampai aku ragu untuk menelponmu...
...Mengerti kah kamu aku rindu kamu...
...Walau kau menghapus menghempas diriku...
...Mengganti cintaku...
...Semua tak mampu hilangkan cinta...
...Yang telah kau beri...
...Walau kau berubah aku kan bertahan...
...Disepanjang waktuku...
...Biarkan aku mencintaimu dengan caraku...
...Aku tak suka bila hoo...
...Kau selalu dekat dengannya hooo...
...Jangan engkau cemburu...
...Dia hanya sahabat di kelasku...
...Walau kau menghapus menghempas diriku...
...Mengganti cintaku (Mengganti cintaku)...
...Semua tak mampu hilangkan cinta (Semua cinta yang kau beri)...
...Yang telah kau beri (Semua cinta yang kau beri)...
...Walau kau berubah aku kan bertahan...
...Disepanjang waktuku...
...Biarkan aku mencintaimu dengan caraku...
...Walau kau menghapus menghempas diriku...
...Mengganti cintaku (Tak akan mengganti)...
...Semua tak mampu hilangkan cinta...
...Yang telah kau beri (Ku takkan pernah berubah)...
...Walau kau berubah aku kan bertahan...
...Disepanjang waktuku...
...Biarkan aku mencintaimu dengan caraku...
...Tak usah cemburu...
...Aku tak ingin kita berpisah karena ini...
...Biarkan aku selalu untuk mencinta...
...Untuk selamanya...
Widi, Daffin dan Laras memberikan support pada Rangga dan Hana atas lagunya.
"Kalian hebat!" ucap Widi.
"Jangan pernah berubah!" ucap Laras.
Rangga dan Hana saling menatap, mereka berdua terbiasa berbicara lewat sorot mata mereka, dan hanya mereka berdua yang tahu semua itu.
Namun Widi yang mengetahui semua itu tak terlalu merisaukannya. Karena Widi mempercayai mereka berdua.
Bersambung
Mohon
like
__ADS_1
Commentnya