
Sebulan Kemudian
Seperti biasa pagi ini Jonathan datang menjemput Hana. Jonathan membunyikan klaksonnya dan Hana berlari menuju mobil Jonathan dan masuk ke dalam mobil.
"Pagi my sweet heart" ucap Jonathan menggoda.
"Pagi juga my hubby..." Jawab Hana lembut. Jonathan menjalankan mobilnya. Seperti biasa kami selalu ngobrol ringan, hingga sampai di sekolah.
"Han... nanti aku ada rapat osis... kamu mau nunggu apa pulang duluan?"
"Tunggu aza... hari ini aku harus ke perpustakaan buat cari buku referensi"
"Hmmmm... ok.." Jonathan mengusap pucuk kepala Hana tersenyum dengan sangat manis. lalu kami keluar dari mobil.
Seperti biasa Jonathan akan mengantarku hingga ke depan kelasku dulu sebelum dia pergi ke kelasnya. Saat masuk kelas Rangga, Leo dan Lina sudah ada di sana dan sedang membahas sesuatu.
"Hai... gaeeeesss.... lagi ngobrolin paan nih? kok gak tungguin gue."
"Ini Han... sekolah kita mau ada pensi... dan setiap kelas di harapkan ada perwakilannya, kita baru mau bentuk siapa siapa saja di kelas kita yang mau ikut." terang Lina.
"Oooo..." Hana manggut manggut.
"Lo ikut ya Han? elo kan pinter nyanyi." pinta Leo.
"Gue izin dulu sama Jonathan di bolehin kagak ikut acara ini."
"Pasti boleh lah..." ucap Rangga menepuk bahu Hana. Dan Hana mengangkat bahunya dan menyebikan bibirnya.
Bel berbunyi dan kami fokus pada pelajaran hari ini, hingga waktu istirahat telah tiba. Kamipun seperti biasa ke kantin berempat.
"Leo... pesenin gue bakso aja sama es jeruk!" Pinta Hana.
"Ok Han... kalian mau di samain atau pesen yang lain?"
"Samain aza biar gak ribet gue juga lagi pengen makan bakso." Saut Rangga.
Leo pergi memesan pesanan kami dan kami duduk di bangku pojok yang kami pilih. Tiba tiba dari arah belakang ada yang menutup mataku.
"Jo... lepasin... gak lucu nih..!" pinta Hana.
Jonathan tertawa dan mendudukkan dirinya di samping Hana. "Kok kamu tahu kalau aku yang menutup matamu?"
" Ya tahulah... " Hana menjawab dengan tersenyum centil.
Pesanan kami berempat dan pesanan Jonathan dan dua temannya jug sudah datang dan kami mulai makan bersama.
"Jo... "
"Hmmm... " jawab Jonathan sambil mengunyah bakso.
"Kita kan mau ada Pensi... aku ikut yaaa?"
"Boleh... ikut aza, kamu mau nyanyi?"
"Iya... kamu kan tahu itu hobiku bernyanyi dan bermain musik."
Jonathan memegang pucuk kepala Hana, "Hmmm as you wish..." ucap Jonathan tersenyum manis.
"ehemmm... di sini banyak Jomblower... jadi gak usah pamer kemesraan." sungut Dion.
Jonathan tergelak "siapa suruh kalian pada Jomblo berjamaah."
"Busyeeet dah, dasar lo tengil.."
"enak aja ngatain gue tengil." Jonathan menoyor kening Dion. "Elo kali yang tengil."
Dan kami tertawa bersama.
Tiba tiba...
"Hai semua.... boleh gabung gak?
Kami berempat heran, karena tidak tahu dia siapa, tapi tidak dengan Jonathan dkk.
"Duduk aja Cin!!" ucap Dion.
Cinta memilih duduk di depan Jonathan dengan senyum mengembang menatap Jonathan, namun Jonathan tak perduli tetap asyik memakan baksonya.
"Yang ... pentol baksoku tinggal satu yang kecil, aku dah kenyang."Jonathan menyodorkan bakso yang di tusuk garpu ke mulut Hana. "Aaa....yang!" pinta Jonathan. Dan Hana membuka mulutnya dan memakan bakso yang di berikan oleh Jonathan.
Cinta melihat itu sangat geram dan mengepalkan tangannya.
"Mulai deh bucinnya.." sungut Dion.
Jonathan cuek dengan perkataan Dion, lalu Jonathan menggenggam tangan Hana dan mengajaknya untuk beranjak dari sana lebih dulu.
"Ayo Han... ikut aku!"
"Gaeeesss... gue duluan ya? mari kak cinta..." Ucap Hana dan pergi bersama Jonathan melangkah keluar kantin dan menuju taman belakang sekolah.
Cinta yang melihat itu terlihat sangat kesal.
"Sehebat apa sih cewek itu... sampai bisa dapetin hati Nathan?" ketus cinta tanpa sadar.
"Kamu kenapa cin?" Tanya Dion heran.
"Elo suka ma Nathan?" tanyanya lagi
"Kalau iya... lebih baik elo mundur deh, soalnya.. Nathan cinta mati ma Hana."
__ADS_1
"Emang sebesar itu cinta Nathan buat dia?" tanya cinta.
"Iya...." Jawab kami berlima kompak.
Cinta melongo dapati semua itu, dan merasa sangat kesal.
Waktu pensipun tiba.
Acara pensi segera di mulaindan kami semua yang mendaftar ikut pentas mulai mempersiapkan diri. Jonathan selaku ketua osis juga sibuk mengecek semua kesiapan pensi.
Acara demi acara telah terlewati dan tiba giliran Hana untuk tampil. Hana membawakan dua lagu... satu lagu solo dan satu lagu duet.
"terima kasih buat waktunya, di sini saya nanti akan membawakan dua buah lagu., dan saya harap kalian terhibur dengan lagu saya." Hana mengambil gitarnya dan mulai memetik gitarnya dan mulai bernyanyi.
...🎵 ku selalu mencoba...
...untuk menguatkan hati...
...dari kamu yang belum juga kembali...
...ada satu keyakinan...
...yang membuatku bertahan...
...penantian ini kan terbayar pasti...
...lihat aku sayang...
...yang sudah berjuang...
...menunggumu datang...
...ingat slalu sayang...
...hati ku kau genggam...
...aku tak kan pergi...
...menunggu kamu di sini...
...tetap di sini...
...jika bukan kepadamu...
...aku tidak tau lagi...
...pada siapa rindu ini kan ku beri...
...pada siapa rindu ini kan ku beri...
...lihat aku sayang...
...yang sudah berjuang...
...menunggumu datang...
...ingat slalu sayang...
...hati ku kau genggam...
...aku tak kan pergi...
...menunggu kamu di sini...
...di sini...
...lihat aku sayang...
...yang sudah berjuang...
...menunggumu datang...
...ingat slalu sayang...
...hati ku kau genggam...
...aku tak kan pergi...
...aku tak kan pergi...
...menunggu kamu di sini🎶...
...(Menunggu Kamu by Anji)...
Semua bertepuk tangan riuh dan suitan siulan bersahutan selepas hana menyanyikan lagunya.
"Terima kasih untuk semuanya dan ini lagu ke dua dari saya... dan saya akan berduet dengan teman saya Rangga..."
Ranggapun naik ke atas panggung membawa gitarnya.
"Makasih Hana... bisa kita mulai?!" Hana menganggukkan kepalanya.
...🎵Makan di resto terenak...
...Membaca di sudut paling tenang...
...Menonton pertunjukan musik...
...Telusuri jalanan dari malam hingga pagi...
__ADS_1
...Kita pernah lama bersama...
...Semua titik di kota ini adalah kita...
...Walau kau putuskan untuk pergi...
...Cerita kita tetap 'kan abadi...
...Percayalah sayang...
...Berpisah itu mudah...
...Tak ada kamu di hidupk...
...Aku mampu...
...Namun menghapuskan...
...Semua Kenangan kita...
...Adalah hal yang paling menyulitkan ...
...Untukku...
...Simpan baju kesayangan...
...Tutup album fotoku rapat rapat...
...Buang buku buku puisi...
...Mengganti semua dekorasi...
...Semua hal yang kucoba lupakan...
...Selalu berujung padamu...
...Semua tempat yang aku datangi...
...Selalu ada kamu...
...Kamu lagi.....
...Kamu kamu lagi.....
...Kamu lagi.....
...Percayalah sayang...
...Berpisah itu mudah...
...Tak ada kamu di hidupku...
...Aku mampu...
...Namun menghapuskan...
...Semua Kenangan kita...
...Adalah hal yang paling menyulitkan ...
...Untukku...
...Percayalah sayang...
...Berpisah itu mudah...
...Tak ada kamu di hidupku...
...Aku mampu...
...Namun menghapuskan...
...Semua Kenangan kita...
...Adalah hal yang paling menyulitkan...
...Adalah hal yang paling menyebalkan...
...Adalah hal yang paling menyesakkan...
...Untukku🎶...
...(Berpisah itu mudah...)...
Kembali riuh tepuk tangan dan suitan siulan dan celotehan mereka.
"so sweet ucap mereka"
"Terima kasih untuk antusiasnya.." Hana dan Rangga turun sambil melambaikan tangan.
Bersambung
Mohon
Like
Comment
Saran dan Kritiknya
__ADS_1
🙏🙏🤗🤗😍😍