Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
KENANGAN


__ADS_3

Karena waktu sudah menjelang malam, Leo pun berpamitan untuk pulang.


"Han.. sebenarnya masih ada satu titipan lagi buat kamu, tapi ada di rumah, besok aku bawa ke sini deh." ucap Leo dgn tersenyum tipis


"Dari siapa?" tanya Hana penasaran


"Dari Rangga." jawab Leo


"Janji!!! besok ke sini lagi, dan aku gak mau ada alasan apapun!" ujar Hana sembari mengerucutkan bibirnya.


Leo terkekeh dapati Hana yang seperti itu, "Iya Tuan Puteri, aku gak akan lupa perintah Tuan Puteri." timpal Leo yang kemudian tergelak


"Idih malah ngakak." Hana pun ikut tergelak


"Sering sering main ke sini, Leo!" Pinta Widi


"Kalau aku ada di Indo pasti akan sering main ke sini, tapi aku masih harus kembali ke Belanda, dah lah lanjut besok lagi ngobrolnya.. ntar gak jadi jadi pulang nih kalau di ajak ngobrol terus." gelak Leo


"Aku masih kangen." Hana memanyunkan mulutnya.


"Astaga Princess besok aku kembali lagi ke sini aku janji." Leo mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Biarin Leo pulang Han!" titah Widi


Hana terkekeh, "Iya sok atuh pulang sana dan jangan lupa buat ke sini lagi!" akhirnya Hana melunak dan Leo tanpa berucap mengerlingkan matanya dan mengangkat jarinya membentuk huruf V.


Leo pun akhirnya memasuki mobil yang telah di pesannya secara online tadi, dan melambaikan tangannya kepada Hana dan Widi dan di sambut lambaian tangan balik oleh Widi dan Hana.


Hana dan Widi pun akhirnya prepare toko musicnya dan memasukkan semua data datanya dan menyimpannya, karena Rima sudah pulang terlebih dahulu.


"Sudahkah Han?" tanya Widi


"Udah mas, semua udah tertata dan beres." Hana menatap Widi dengan tersenyum.


"Kita pulang sekarang?" tanya Widi kembali.


"Ok mas ayo kita pulang sekarang." Hana bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Widi yang menuju keluar toko.


Setelah Hana keluar, Widi pun menutup Rukonya dan menguncinya, kemudian menuju ke mobil di mana Hana sudah menunggunya dan berlalu menembus pekatnya malam menuju pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Hana langsung keluar mobil dengan tergesa gesa, hingga lupa menutup kembali pintu mobil, sementara itu Widi yang ingin mengucapkan katapun tak jadi terucap karena Hana sudah berlari masuk ke dalam rumah.


Hana berlari menaiki tangga menuju ke dalam kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi, dia harus memenuhi panggilan alam, uppss.

__ADS_1


Tak berselang lama Widi pun telah sampai di kamar, dan mendapati Hana yang masih di kamar mandi.


"Han.. apa kamu mandi?" teriak Widi


"Iya mas sekalian dah lengket semua badan Hana." teriak Hana balik dari dalam kamar mandi.


Widi pun akhirnya mengambil baju ganti buat dirinya dan membawanya ke kamar tamu. Widi memilih mandi kamar tamu dari pada harus menunggu Hana selesai mandi, karena dia sendiripun sudah merasa sangat gerah.


Hana akhirnya sudah selesai mandinya, saat dia sedang menyisir rambutnya sembari duduk di depan meja rias, tiba tiba handphone nya berbunyi.


Tertulis nama Rangga di sana, dan Hana begitu antusias mengangkatnya.


*📱"Assallamu'alaikum Rangga! gimana kabarmu, aku sangat merindukanmu, apa kamu tidak merindukan aku, kenapa gak pernah kasih kabar?" cerocos Hana


📲 (terkekeh) "Wa'alaikumussalam my princess... udah boleh ngomong belum nih?" tanya Rangga


📱"Maaf (terkekeh) aku terlalu merindukanmu, hingga ingin tahu semuanya tentang dirimu." terang Hana


📲"Aku Alhamdulillah baik my princess, aku harap sebaliknya dengan dirimu juga baik baik saja."


📱"Aku baik Ngga, super baik, aku cuma merindukan kalian aja, aku ingin bertemu dengan kalian semua, oh ya tadi Leo datang dari Belanda."


📲"Iya aku tahu dan dia sudah menghubungi aku, dan akupun merasa sangat bahagia, merasa lega, kamu di sana tanpa ada diriku baik baik saja, di sini aku selalu mencemaskan dirimu, Han."


📲"Iya sesampainya di rumah Leo langsung menghubungi aku, dan memberitahuku semuanya, kini aku lega dirimu tak kurang satu apapun dan bahagia bersama Widi."


📱"Dia begitu pengertian Ngga ma aku, dia terlalu baik malah sama aku." Hana terkekeh


📲"Kamu istrinya beb, jadi ya wajarlah kalau dia baik ma kamu, kalau gak baik itu namanya gak wajar." gelak Rangga


📱"Kapan kamu pulang Ngga, aku rindu... hhh..pengen berkumpul seperti dulu lagi, selama ini kita tak terpisahkan, tapi sekarang harus terpisah..hhh." keluh Hana


📲"Dua bulan lagi aku baru bisa pulang Han, jadi kamu bersabar ya!?"


📱"Hiks... masih lama banget Ngga, keburu jamuran."


📲(Tertawa) "Sekalian Han pulangnya kak Steve mau nikah ma Cinta, jadi sekalian barwng rombongan di sini sama keluarga kak Steve, ngirit ongkos Han." Rangga tertawa*.


Di tengah perbincangan mereka, tiba tiba Widi berteriak memanggil Hana dari lantai bawah.


"Han... lihat kaset CD yang kemarin gak?" tanya Widi.


"Ada di laci meja kerja mas Widi." teriak Hana pula.

__ADS_1


📱"Maaf Ngga.. terganggu jadinya.. hehehe." celoteh Hana


📲"Widi ada di bawah ya?"


📱"Iya.. sejak sampai di rumah aku belum ketemu dia." Hana tertawa tergelak


📲"Astaga Han.. kamu ini istri macam apa, suami sampai gak tahu keberadaannya." Rangga terkekeh


📱"Tadi begitu sampai rumah aku langsung lari ke kamar mandi, sekalian aja mandi, xan ini baru selesai mandi Ngga, mas Widi mungkin mandi di kamar tamu tadi seperti biasanya."


📲"Kamu harus jadi istri yang baik Han.. jangan kecewain suami."


📱"Iya bawel, aku sudah tahu itu."


📲"Aku tutup ya.. aku mau jemput Adelia dulu."


📱"Kangenku belum terobati Ngga."


📲"Besok bisa kita sambung lagi, Han."


📱(Hana mengambil nafas kasar dan membuangnya kasar pula)" Janji ya kamu akan hubungi aku lagi."


📲"Iya my princess, aku janji, aku tutup ya beb."


📱"Bye bye Rangga." lirih suara Hana


📲"Assallamu'alaikum my princess see you next.. i will always miss you, Assallamu'alaikum my princess.. bye."


📱"Wa'alaikumussalam Ngga, i will always miss you too, jaga diri baik baik ya di sana, dan jaga Adelia dengan baik."


📲"Iya .. bye Hana."


📱"Bye Rangga."


Rangga pun menutup telfonnya, dan Hana setelah menerima telfon Rangga dia langsung ke bawah mencari Widi di ruang kerjanya.


Sementara Rangga masih duduk termenung, terlihat dengan jelas kesedihan di wajahnya.


...Han.. kenapa hingga detik ini pun perasaanku belum bisa berpaling darimu, ini gak adil buat Adelia, tapi.. begitu sulitnya untukku melupakan rasa cinta terpendam untukmu Han, ingin ku lupakan semua kenangan di antara kita, tapi justru malah menari di anganku, bernyanyi di pikiranku, apa yang harus ku lakukan Han. Aku ingin sepenuhnya menyerahkan hati ini untuk Adelia, tapi apa yang harus ku lakukan ku tak tahu. Aku hanya berharap semua indah pada akhirnya dan tak ada yang tersakiti. My princess maaf bila aku masih sangat mencintaimu, aku masih sangat merindumu, aku masih menyimpan manis setiap kenangan kita di sudut hatiku, maaf kan aku Adelia.. maafkan aku my princess.. namun aku harus bisa melupakanmu my princess demi kebahagianmu dan juga demi masa depanku bersama Adelia, aku ingin berdamai dengan keadaan, walau sulit untukku tapi aku harus bisa meninggalkan setiap kenangan bersamamu Han.. aku harus bisa dan harus bisa.....


Tanpa di sadari setitik air mata mulai terlihat menggenang di sudut mata Rangga, menandakan betapa sesak dadanya saat ini.


NB : Mohon maaf semuanya baru bisa up lagi semoga ke depannya bisa lebih sering up lagi, dan terima kasih untuk semua dukungan 🙏🙏🙏🤗🤗🤗

__ADS_1


Love you all my Readers 😘😘😘😘


__ADS_2