Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Akhir Sebuah Pertunangan


__ADS_3

"Mah... Pah... Hana pengen bicara sama kalian, tapi Hana mohon jangan marah dan jangan menyela Hana saat bicara."


"Ada apa sayang?" ucap Mama mengusap lembut kepala Hana.


"Hana ingin memutuskan pertunangan Hana."


"Apaaa?" ucap Mama dan Papa sangat terkejut dengan ucapan Hana.


"Apa maksudmu sayang? jangan bikin malu mama sama papa?" tanya Mama.


"Maaf ma, bukan maksud Hana ingin membuat malu kalian berdua, Hana gak akan ambil keputusan ini, jika bukan karena masalah besar yang terjadi."


"Sebenarnya ada apa dengan kalian?" tanya Papa.


"Anwar selingkuh dan bukan hanya sekedar selingkuh."


"Maksudnya?" tanya Mama dan Papa bersamaan merasa keheranan.


"Hana beberapa kali memergoki Anwar bersama cewek lain, dan saat Hana telpon dia selalu berbohong, dan kejadian terakhir membuat Hana mantap untuk mengakhiri pertunangan kami."


"Kejadian apa?" tanya lembut papa menggenggam tangan Hana.


"Waktu itu Hana mendapatkan chat, gak tahu dari siapa, yang menyuruh Hana datang ke suatu tempat di mana, tempat itu pernah Hana, Rangga dan kak Robin datangi, sebelumnya, di mana Anwar pernah bermalam di rumah itu dengan cewek lain. setelah mendapatkan chat itu, Hana di antar sama Rangga ke rumah itu lagi, dan saat Hana dan Rangga masuk ke dalam rumah tersebut, Kami melihat mereka berdua sedang melakukan hubungan suami istri,"


"Apaa?" Mama dan Papa ternganga menutup mulutnya,


Mereka sangatlah terkejut, mendengar semua penuturan Hana.


Mama menitikkan air matanya, "Maafin Mama."


"Papa juga minta maaf sayang, papa pikir kalian bisa bahagia karena kalian adalah teman sejak kecil, mulai sekarang Papa janji gak akan jodoh jodohin kamu lagi, segala keputusan semua ada di tangan kamu." Papa memeluk erat Hana.


Hana pun menumpahkan tangisnya dalam dekapan Papa dan Mamanya.



"Papa bangga sama kamu, nak... kamu begitu kuat menghadapi semua ini."


"Semua berkat Kak Robin dan Rangga. Waktu kejadian itu, kita naik motor, dan Anwar mengejar kita berdua, lalu Rangga membawa Hana ke Apartemennya, menyembunyikan Hana di sana sampai Mama sama Papa pulang kemarin, teman teman yang lain juga datang ke Apartemen Rangga, buat ngehibur Hana, jadi Hana gak pernah kesepian, Maka dari itu, Hana merasa apapun yang terjadi, semua sudah di gariskan dan itu harus Hana lewati dengan ikhlas."


Mama dan Papa pun memeluk Hana dengan rasa Haru. "Ini baru anak Papa."


"Mah... Pah... kemarin Hana dah bilang sama Anwar, kalau besok kita ke rumah Anwar untuk membicarakan semua ini."


"As you wish my princess"


"Okey... kalau gitu hari ini mama pengen ngadain barbequean di halaman belakang, kamu hubungi teman temanmu nanti malam suruh ke sini, mama ingin ngucapin terima kasih sama mereka karena sudah menjaga kamu dengan baik selama Mama sama Papa pergi."


"Kuylah Mah." Hana mencium Mama dan Papa.


"Han... panggil kakak kamu, suruh antar Mama belanja."


"Okey Ma!"


Hana berlari menuju ke kamar Robin, "Kak!"

__ADS_1


"Hmmm"


"Di mintain tolong sama Mama buat anter Mama belanja."


"Okey... bentar kakak slesaiin dulu kerjaan kakak, nanti kakak turun,"


"Cepetan ya kak, soalnya Mama pengen belanja buat acara nanti."


"Acara apaan?" tanya Robin masih tetap fokus dengan laptopnya.


"Barbequean, Hana di minta buat hubungi yang lainnya buat datang."


"Slesai!" ucap Robin mengakhiri kerjaannya dan menutup laptopnya.


"Kamu mau ikut belanja?"


"Nggak kak, Hana nyiapin yang di rumah aja, kakak sama Mama aja yang belanja."


Malam harinya Rangga, Leo, Lina, Cinta, Steve, Dion,Panji, dan Widi sudah mulai berkumpul di rumah Hana,


Mereka melakukan barbequean dengan senang dan gembira.


Semua tingkah laku mereka semua tak ada satu pun yang luput dari pandangan kedua orang tua Hana, termasuk saat Widi, selalu mencuri pandang pada Hana dengan tatapan penuh cinta.



"Pah... Mamah yakin kalo Widi itu menyukai Hana,"


"Hana baru, aja ngalami luka, Ma! biarin dia sembuhin lukanya lebih dulu, sebelum membuka hubungan yang baru."


"Bukan Mama mau jodohin mereka, tapi Mama bisa lihat ada cinta di mata Widi buat anak kita."


"Iya Mama ngerti kok, jarak umur mereka kan juga lima tahun, dia pasti lebih dewasa."


Papa hanya geleng geleng kepala mendengar celotehan istri tercintanya.


Mama dan Papa begitu sangat bahagia sekali dengan kebersamaan mereka semua, Mereka berdua merasa sangat Lega Putri kesayangan keduanya, di kelilingi oleh orang orang yang sangat menyayangi putri mereka.


Hari pun berganti dan kini tiba saatnya keluarga Hana berkunjung ke rumah Anwar.


Keluarga Hana di sambut dengan hangat oleh keluarga Anwar, mereka pun makan malam bersama dengan khidmad.


Usai makan malam mereka berkumpul di ruang tamu, dan Papa pun mulai mengutarakan tujuan kedatangannya ke rumah Anwar.


"Sebelumnya saya sekeluarga memohon maaf dengan apa yang kiranya nanti akan saya sampaikan sama kamu, Hanafi."


"Ini sebenarnya ada apa? kenapa jadi serius begini?" tanya Ayah Hanafi dengan bingung.


"Melihat reaksimu, saya yakin Anwar belum berkata apa apa sama kamu."


"Apa maksudmu?"


"Sebenarnya saya juga ingin semua ini jadi seperti ini, jadi saya mohon setelah nanti apa yang saya katakan tidak akan mempengaruhi persahabatan kita."


"Cepat katakan jangan membuatku semakin bingung."

__ADS_1


"Anwar melakukan sebuah kesalahan, dan kesalahan yang dia lakukan tidak bisa di maafkan oleh Hana, dan Hana ingin mengakhiri pertunangan mereka berdua."


"Apa kesalahan Anwar hingga Hana tidak mampu untuk memaafkan?"


"Anwar kamu yang akan menjelaskan sendiri pada Ayahmu, atau kami yang akan menjelaskan pada Ayahmu?" tanya Papa.


Namun Anwar hanya bergeming dan menundukkan wajahnya tanpa mau berkata sepatah katapun.


"Anwar!" panggil Ayah


"Anwar!!! tatap Ayah!!!"


Bunda mengusap lengan Ayah.mencoba menenangkan Ayah, "Yah... ingat kesehatan Ayah, jangan terlalu emosi."


"Maafin Anwar Yah! Anwar yang salah."


"Apa kesalahan kamu? hingga Hana gak mau memaafkan kamu?"


"Hanafi! bukan Hana gak mau memaafkan Anwar, Hana sudah memaafkan Anwar, tapi Hana gak bisa melanjutkan pertunangan ini, karena sebelumnya mereka berdua sudah punya komitmen sejak awal mereka akan bertunangan, tapi Anwar melanggar komitmen tersebut." tutur Papa.


"Hana! boleh Ayah tanya? apa komitmen kalian?"


"Hana akan memaafkan Anwar, sebesar apapun kesalahan Anwar Hana masih akan tetap ada di sisi Anwar, tapi tidak untuk sebuah pengkhianatan Hana akan meninggalkan Anwar dan tak akan pernah lagi berada di sisi Anwar."


"Jadi maksudmu Anwar selingkuh?" Hana menganggukkan kepalanya.


"Hana... apa gak bisa memberikan kesempatan kedua buat Anwar?" tanya Ayah.


"Hana minta maaf, Yah... itu juga sudah Hana coba buat menanti kejujuran langsung dari Anwar, tapi Anwar selalu membohongi Hana, hingga saat itu terjadi, Hana sudah gak bisa memberikan maaf lagi Yah... Hana minta maaf."


"Saat itu? Saat apa? kenapa kalian berteka teki seperti ini?"


Papa menghela nafasnya, "Hanafi... bisa kita bicara berdua? mungkin anak anak bingung mau ngomongnya ke kamu."


"Baiklah... kita bicara di ruang kerjaku!" ajak Ayah.


Ayah dan Papa akhir berlalu pergi ke ruang kerja Ayah untuk membicarakan semua yang terjadi.


Sementara Bunda mendesak Anwar untuk jujur, namun Anwar tetap bergeming, dan hanya menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa lama, akhirnya Ayah dan Papa keluar dari ruang kerja Ayah, dan terlihat Ayah yang sudah berubah menjadi kusut dan terlihat mata Ayah yang sangat sembab.


"Hana... baiklah Ayah menyetujui, semua permintaan kamu."


Hana pun memeluk Ayah, "Makasih, Yah! maafin Hana yang gak bisa menjadi menantu Ayah, tapi Hana janji, tetap akan menjadi anak Ayah."


"Ayah ngerti nak... maafin Ayah yang gak bisa mendidik Anwar dengan baik."


Setelah mereka berbincang sebentar, akhirnya keluarga Hana berpamitan untuk pulang.


Bersambung


Mohon


Like

__ADS_1


Comment


Saran dan Kritiknya 🙏🙏🤗🤗😍😍


__ADS_2