Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Kesedihan Hana


__ADS_3

Di saat mereka sedang asyik bersenda gurau, tiba tiba datanglah Anwar.


"Hai semua!" sapa Anwar pada mereka semua.


"Hai juga, War." ujar mereka hampir bersamaan.


"Wah sedang ada acara apa nih?" tanya Anwar sembari duduk di samping Hana dan mengecup kening Hana.


"Buka oleh oleh yang nyleneh dari Hana." ucap Steve.


"Nyleneh gimana, Kak?" Anwar mengernyitkan dahinya.


"Nih, coba gue sama Cinta cuma di kasih balon sama Hana."


"Balon itu tanda sayang gue ke kalian berdua, semoga hubungan kalian langgeng selamanya, dan salah satu di antara kalian gak akan pernah ada yang selingkuh." ujar Hana dengan santainya.


Deg


Anwar sedikit terhenyak dengan kata kata Hana, dia tersenyum kikuk.


"Makasih ya manis... gue sayang lo." Steve mengacak rambut Hana.


"Mereka semua dapat oleh oleh, trus aku dapat apa sayang?" tanya Anwar.


"Nih...!" Hana mengambil sebuah paper bag dan di berikannya pada Anwar, lalu Anwar mengambil paper bag yang di berikan Hana dan mengeluarkan isinya.


"Wouuuw... jaket yang?" ucap Anwar dan Hana hanya menganggukkan kepalanya.



Anwar pun memakai jaketnya, lalu dia memeluk Hana, namun Hana tak membalas pelukan Anwar, seperti biasanya, tiba tiba saja hatinya begitu sakit dan dengan sekuat tenaga di tahannya air matanya.


"Hoaammm... " Rangga menguap dan dirinya terbangun.



"Kalian pada ngapain sih berisik banget." ucap Rangga masih setengah sadar.


"Ya elah... Ngga... lo kan dah dari tadi molor... bangun kek, nih lagi pada ngumpul kek gini." ucap Dion.


"Iya... iya!" Rangga melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, dan bersamaan dengan itu datanglah Leo.


"Hai... gaaaeeesss... sorry gue telat." sapa Leo.


"Sini Mas brow...!" Hana menarik tangan Leo dan menyerahkan paper bag pada Leo.


"Apaan?" Leo mengernyitkan dahinya.



"Topi...? makasih Han, ini oleh oleh darimu?" tanya Leo dan di jawab senyum manis oleh Hana.


Tak berapa lama datanglah Widi dari arah luar dan Rangga dari arah dalam.



"Hai Ngga...!" Widi merangkul bahu Rangga.


"Seger banget?" Widi menaikkan salah satu alisnya.


"Habis mandi... tadi gue ketiduran." jawab Rangga.


"Mas... Widi... Hana minta maaf... Hana lupa gak bawa oleh oleh buat mas Widi." ucap Hana merasa bersalah.


Widi mendekati Hana, "Gue ke sini bukan mau minta hadiah sama lo... lihat lo baik baik saja aku sudah senang."


"Maaf ya kak! sebagai gantinya gue pengen foto berdua dengan kakak, boleh?"


"Yakin?" Widi mengernyitkan dahinya.


"Yakin kak... soalnya foto aku bersama mereka semua udah banyak... sedangkan dengan kakak satupun Hana belum punya."


"Baiklah bila itu maumu."


Akhirnya mereka berfoto bersama dengan Rangga sebagai pemotretnya.



Gue sangat bahagia Han... akhirnya, dapat kesempatan berfoto berdua denganmu. Makasih Han... I Love You. batin Widi.

__ADS_1


Sementara Anwar tak suka melihat Hana dan Widi berfoto berdua, dirinya hanya melihat kebersamaan Hana, Widi dan Rangga, dengan rasa tak nyaman.



"Ayo kita makan bersama!" Robin tiba tiba datang dari arah dapur.


Mereka pun pada akhirnya menikmati makan bersama dengan penuh canda dan tawa.


Selepas makan mereka memutuskan untuk berkumpul di gazebo taman belakang.


Di saat sedang asyik asyiknya bersenda gurau, tiba tiba ponsel Anwar berbunyi, dan dia sedikit terhenyak melihat nama Putri yang tertera di sana.


"Gue angkat telpon dulu." Anwar agak menjauh dari mereka untuk menjawab panggilan di ponselnya.


Beberapa saat kemudian, Anwar berpamitan untuk pergi menjemput sahabatnya di Bandara.


"Han... aku pergi dulu ya? temenku baru tiba dari Ausy dan aku harus menjemputnya di Bandara." Anwar memegang kedua bahu Hana, dan Hana hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya.


Anwar pun bergegas meninggalkan rumah Hana dengan terburu buru.


Rangga, Robin, dan Hana menatap kepergian Anwar dengan geram, namun tidak dengan yang lainnya yang bersikap biasa saja dengan kepergian Anwar, karena hanya ketiganya yang mengetahui kebohongan Anwar.


"Apa kita harus mengikutinya lagi?" bisik


Rangga di telinga Hana, dan di jawab gelengan kepala oleh Hana.


"As you wish my princess." ujar Rangga dan di jawab kekehan oleh Hana.


"Biarin aja Ngga... gue udah nggak mau pusing pusing lagi ngurusin dia, cukup video yang kemarin jadi pegangan, yang lainnya sambil jalan aja, sembari nunggu bonyok pulang dari Singapur."


"Gue akan selalu dukung lo, Han."


"Makasih..." Hana tersenyum lebar.


Tanpa terasa sudah seharian mereka berada di rumah Hana, dan kini senja mulai datang menjelang dan mereka pun berpamitan untuk pulang.


Kini hanya tinggal Robin, Rangga dan Hana yang berada di rumah.


Mereka bertiga memutuskan untuk ke taman kota, mencari udara segar, namun betapa terkejutnya mereka, saat tiba di taman kota.


Di lihatnya oleh mereka bertiga, Anwar dan Putri yang sedang riang berjalan jalan di taman itu juga.



Robin menepuk bahu Rangga dan mengisyaratkan pada Rangga untuk mengikutinya dengan gerakan kepalanya, lalu menggandeng tangan Hana membawa mereka menjauh dari Anwar, sebelum keduanya menyadari keberadaan mereka.


Robin mengendarai mobilnya menuju ke Cafenya, yang letaknya tak begitu jauh dari Taman.


Sesampai di Cafe, Robin mengajak Rangga dan Hana ke Rooftoop, agar keberadaan mereka gak ada yang mengganggu.


"Han... are you okey?" tanya Rangga sesampainya di Rooftoop Cafe.


"I'm fine thanks." Hana tersenyum sendu.


"Bertahan dulu ya, Han! kita tunggu Bonyok pulang lebih dulu." Robin mengusap rambut Hana.


"Hana, ngerti kok kak, kakak jangan kuatir."


"You are a strong girl, don't give up and don't waste your tears to cry over him." ucap Robin.


"I know about that, and don't worry about that." jawab Hana


"I see..." Robin tersenyum simpul.


"Kita nyanyi Han!?" tanya Rangga.


Hana meraih gitar dan mulai memetiknya di nyanyikannya, lagu Sakit Sungguh Sakit by Ilir.


...🎵Takkan pernah kisah ini 'kan terjadi...


...Bila cinta ini tak pernah kau khianati...


...Kau dustai aku, kau bohongi aku...


...Sungguh tega kau sakiti aku...


...Tak pernahkah kau sadari cinta ini...


...Tulus dan suci yang tak pernah kukhianati...

__ADS_1


...Kau dustai aku, kau bohongi aku...


...Sungguh tega kau buat kubegitu...


...Betapa indah kisah cinta kita yang dulu...


...Berbagi cerita semua tentang kita...


...Tapi kini kau tak lagi seperti yang dulu...


...Kau telah berubah padaku...


...Sakit sungguh sakit...


...Kau khianati kisah cinta suciku...


...Tak pernahkah engkau menyadari itu...


...Buat kuterjatuh...


...Sakit sungguh sakit...


...Kau khianati kisah cinta suciku...


...Tak sadarkah engkau bila hati ini...


...Sungguh mencintaimu...


...Tak pernakah kau sadari cinta ini...


...Tulus dan suci yang tak pernah ku khianati...


...Kau dustai aku, kau bohongi aku...


...Sungguh tega kau buat ku begitu...


...Betapa indah kisah cinta kita yang dulu...


...Berbagi cerita semua tentang kita...


...Tapi kini kau tak lagi seperti yang dulu...


...Kau telah berubah padaku...


...Oh-oh, sakit sungguh sakit...


...Kau khianati kisah cinta suciku...


...Tak pernahkah engkau menyadari itu...


...Buat ku terjatuh...


...Ho-oo...


...Sakit sungguh sakit...


...Kau khianati kisah cinta suciku...


...Tak sadarkah engkau bila hati ini...


...Sungguh mencintaimu...


...Wo-oo...


...(Sakit sungguh sakit) Oo-woo-huu...


...(Kau khianati kisah cinta suciku)...


...Tak sadarkah engkau bila hati ini...


...Sungguh mencintaimu🎶...


Bersambung


Mohon


Like


Comment

__ADS_1


Saran dan Kritiknya


🙏🙏🤗🤗😍😍


__ADS_2