Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Jonathan's Funeral Day


__ADS_3

Di rumah Jonathan semua terlihat sibuk, mempersiapkan penyambutan kepulangan jenazah Jonathan. Kak Steve dan trio bocilpun... tak kalah sibuknya.


Sementara di rumah sakit Hana belum juga siuman, sedangkan jenazah Jonathan sudah dalam proses siap untuk di berangkatkan pulang menuju rumah duka,


Kak Robin... masih setia menjagaku, tak berapa lama, Hana mengerjabkan kedua matanya.


"Han... kamu udah siuman?"


"Aku kenapa kak?"


Belum sempat kak Robin menjawab, Hana terlonjak mengagetkan kak Robin.


"Kak... di mana Jonathan? aku hanya mimpi kan?" tanyaku sembari menggoyangkan kedua bahu kak Robin.


"Maaf... Han... ini bukan mimpi, Jonathan memang telah pergi meninggalkan kita!" kak Robin menggenggam kedua tanganku.


Hana mematung seketika dan air matanya terus mengalir di pelupuk kedua matanya. Tak mampu lagi Hana mencerna apa yang terjadi, dia hanya merasa langit seakan runtuh di atas kepalanya, dadanya begitu sesak dan seakan sulit untuk bernafas.


"Han..." panggil kak Robin menggoyangkan ke dua bahuku, namun Hana tetap bergeming.


"Katakan sekali lagi kak, kalau ini semua bukan mimpi!" ucap Hana dengan suara serak.


Kak Robin langsung memeluk Hana, "Kamu yang kuat, semua ini nyata Han dan sekarang kita harus pulang untuk mengurus pemakaman Jonathan." kak Robin pun tak kuasa menahan air matanya.


"Jonathan sudah mau di berangkatkan, kalau kamu sudah merasa kuat, kita pulang ke rumah duka."


"Hana dah kuat kak.." aku segera turun dari ranjang, dan tergesa gesa keluar ruangan, dan kebetulan di saat kami melajukan mobil keluar, mobil ambulance yang membawa Jenazah Jonathan melaju keluar dari Rumah Sakit, dan kak Robin mengikuti di belakang laju mobil ambulance itu, hingga tiba di rumah Jonathan.


Kak Robin terus merangkulku, dan menahan tubuh Hana karena begitu lemas seakan akan Hana tak bertulang lagi, hingga masuk ke dalam rumah Jonathan dan mendudukkan Hana, di samping mama Jonathan dan di dekat Jenazah Jonathan.


Hana memandand dengan tanpa ekspresi, tubuh Jonathan yang terbujur kaku dan sebuah kain menutupi tubuhnya.


Sementara yang lainnya menyambut tamu yang mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Jonathan.


Dan telah tiba saatnya Jonathan akan di berangkatkan kepemakaman, tiba tiba mama Jonathan pingsan. Kak Robin dan kak Steve mengangkat tubuh mama dan di bawa ke kamar tamu yang lebih dekat.

__ADS_1


Mama di jaga anggota keluarga mama Jonathan dan prosesi pemakaman Jonathan masih tetap berjalan.


Saat tubuh Jonathan di angkat, kak Robin langsung merangkul Hana dan memberi kekuatan Hana, sedangkan Hana hanya menatap Jenazah Jonathan dengan tanpa ekspresi dan tanpa air mata.


kak Robin masih terus mendampingiku hingga tiba di pemakaman, di mana Jenazah Jonathan akan di masukkan ke dalam liang lahat tempat peristirahatan Jonathan yang terakhir.


Setelah proses pemakaman selesai dan semua orang berlalu meninggalkan tempat pemakaman, namun tidak dengan Hana, dia duduk bersimpuh di depan pusara Jonathan memegang nisan, tanpa mengeluarkan sepatah katapun atau air mata.


Setelah beberapa lama aku dalam posisi seperti itu, kak Robin menepuk bahuku, "Kita pulang ya.. han...!" ajak kak Robin.


Namun... Hana tetap bergeming di tempatnya tanpa menjawab ajakan kak Robin.


"Han..." panggil kak Robin sekali lagi, namun tak di respon oleh Hana, dia masih tetap memandangi nisan Jonathan.


Dan tanpa aba aba kak Robin langsung mengangkat tubuh Hana ala bridal style, Hana masih tetap diam tak memberontak ataupun mengatakan sepatah kata.


Sesampai di luar pemakaman kak Robin menuju ke mobilnya, di mana di sana sudah ada kak Steve yang menunggu dan membantu kak Robin memasukkan Hana ke dalam mobil.


Di dalam mobil kak Robin meletakkan kepala Hana menyandar di bahunya dan kak Steve melajukan mobilnya keluar area pemakaman dan mengantar Hana, langsung pulang ke rumah Hana, dan tak kembali ke rumah Jonathan.


Kak Robin meletakkanku di ranjang dengan berlahan lalu menyelimutiku, dan mengusap pucuk kepalaku, "Istirahatlah... kakak akan menjagamu!" ucap kak Robin lembut, dan tak berselang lama aku sudah tertidur, mungkin karena terlalu lelah, jadi begitu mudahnya aku terlelap.


Menyadari aku sudah tertidur kak Robin keluar dari kamarku dan menemui kak Steve, "Steve elo mo pulang pa di sini nemenin gue?" tanya kak Robin.


"Gue temenin elo aja Bin..."


"Mas Robin sama mas Steve mau nginep sini?" tanya bi Inem, ART Hana, yang tiba tiba ada di ruang tamu.


"Mungkin... bi... lihat kondisi Hana dulu! Oh... ya.. bi apa mama sama papa tahu soal ini?"


"Tahu mas... tapi mereka belum bisa pulang hari ini mungkin lusa baru bisa pulang! tadi saya juga udah bilang sama nyonya kalau mas Robin ada di sini."


"Baiklah bi... kami akan istirahat bentar di kamar Robin."


"Baik mas... saya akan siapkan makan malam." jawab bi Inem dan berlalu dari ruang tamu.

__ADS_1


"Kita istirahat dulu di kamar gue Steve."


Ya kak Robin memang punya kamar sendiri di rumahku, sejak kecil mama sama papa selalu menganggap kak Robin itu anak mereka, jadi kedua orang tuaku juga membuatkan kamar khusus buat kak Robin, jika kak Robin menginap di rumahku.


Kak Steve dan kak Robin melangkah menaiki tangga menuju kamar kak Robin yang terletak di depan kamar Hana.


"Istirahatlah dulu Steve..., kalau mau mandi, pake aja bajuku dulu, ambil aja dalam lemari, handuknya ada di lemari kamar mandi."


Kak Steve pun berlalu meninggalkan kak Robin dan menuju ke kamar mandi untuk mandi, selepas mandi mereka pun tertidur.


...xxxxxxxxxxx...


Sementara di rumah Jonathan, mama Jonathan belum juga siuman, dan papa Jonathan sekarang yang menjaganya, sementara keluarga besar Jonathan, satu persatu pamit untuk pulang ke rumah setelah selesai membacakan surat Yasin dan Tahlil untuk jonathan.


Tak berselang lama setelah acara selesai, mama Jonathan siuman, Mama melihat papa yang tertidur dengan duduk dan menyandarkan kepalanya di ranjang sembari menggenggam tangan mama, merasa iba pada suaminya.


"Pa...!" panggil mama Jonathan.


Papa pun terbangun mendengar suara mama, " Ma... kamu baik baik aja?" Papa mengusap lembut pipi mama.


Mama menganggukkan kepalanya, "Apa acaranya sudah selesai pa?"


Papa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "kita makan dulu ya ma? seharian ini mama belum makan apa apa!?"


"Mama gak laper pa!"


"Ma... papa tahu mama sedih, papa juga sama merasakan seperti apa yang mama rasakan, tapi kita seperti ini, gak mau makan, yang ada kita akan sakit, ma...! apa kamu gak memikirkan Nando?"


Tangis mama pecah lagi dalam pelukan papa, "maafin mama pa... tapi mama benar benar merasa kehilangan Jonathan."


"Papa tahu ma... papa juga merasa sangat kehilangan Jonathan, tapi kita tak harus terus meratapi kepergian Jonathan, karena Jonathan pun tak akan suka jika kita seperti ini." papa menangkup wajah mama dengan kedua tangannya.


"Tersenyumlah lepaskan lelahmu! papa akan ambil makan buat mama."


Papa berlalu keluar kamar dan mengambil makan untuk mama yang telah di siapin oleh bi Inah ART Jonathan.

__ADS_1


__ADS_2