Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Bos Baru


__ADS_3

Ke esokan harinya Widi dan Hana seusai sarapan bersiap untuk menuju Toko Music milik Hana yang telah di berikan oleh Robin, beberapa waktu yang lalu.


"Hanaaa...!" teriak Widi memanggil Istrinya.


"Ya bentar!" teriak Hana.


Hana berlari menuruni tangga dan menemui Widi yang telah menunggunya di teras depan rumah.


"Mas... ayo aku dah siap!" ajak Hana.


Widi tersenyum menatap Hana, kemudian beranjak dari duduknya dan menuju ke mobilnya, di bukanya pintu untuk Hana dan setelahnya dia masuk ke dalam mobil di balik kemudi untuk mengemudikan kendaraannya.


Widi membawa mobilnya meninggalkan rumahnya menuju ke Toko Music Hana. Di dalam mobilereka bercanda dan berkelakar berdua, hingga tiba di depan Toko Music milik Hana yang di beri nama Toko Music Flower.


Sesampainya di sana, Hana dan Widi datang menemui Tiara, yang di tugaskan untuk menjaga toko music Hana.


"Hai Tiara... gimana kabarnya? maaf ya kemarin gak datang ke sini? gimana keadaan di sini?" tanya Hana.


"Baik mbk Hana! oh ya ini pembukuannya!" Tiara memberikan buku pembukuan pada Hana.


"Makasih Tiara!" Hana mengambil buku tersebut dan kemudian membawanya ke lantai atas.


Sementara Widi mengecek tempat yang akan di pakai buat Les music, setelah mengecek keadaan di sana Widi datang menemui Tiara.


"Tiara... besok buka lowongan buat mencari guru les music, dan hari minggu depan interviewnya." titah Widi.


"Iya... pak nanti akan saya buat iklannya."


"Makasih ya?" ucap Widi memberikan senyumannya dan kemudian menyusul Hana ke lantai atas


"Han!" panggil Widi.


"Hmm.." Hana asyik dengan laptopnya


Widi yang melihat Hana yang sedang sibuk, tak mengganggunya dan dia menuju ke dapur untuk membuatkan minum buat Hana.


"Minum dulu, Han!" Widi mengulurkan tangannya yang memegang sebuah gelas berisi teh hangat.


"Makasih mas." Hana menerima gelas tersebut dan meminumnya kemudian meletakkannya di meja dan dia melanjutkan kembali pekerjaaannya.


Widi setelah memberikan minum buat Hana dia memilih untuk menonton televisi, sembari menunggu Hana menyelesaikan pekerjaannya.


"Mas... aku sudah selesai! kita ke temoat kak Robin sekarang?" tanya Hana sembari membereskan semua buku dan laptopnya.


"Baiklah ayo!" Widi mematikan televisinya dan beranjak dari duduknya.


Hana bergelayut di lengan Widi, dan keduanya menuruni tangga dan menemui Tiara untuk berpamitan.


"Tiara kita berdua pamit dulu ya? kita ada janji dengan kak Robin, kami titip tokonya ya?! ujar Rea.


"Baiklah mbk, pak saya akan bekerja dengan baik." jawab Tiara sbari memberikan bow.


"Ok kita jalan dulu." Ucap Widi.

__ADS_1


Tiara tersenyum menganggukkan kepalanya dan Widi serta Hana keluar toko menuju ke mobilnya.


Mereka berdua kini telah sampai di cafe Robin setelah beberapa saat dalam perjalanan.


Sesampainya di sana, kebetulan Robin juga baru saja memakirkan mobilnya.


"Lho kak dari mana?" tanya Hana setelah keluar dari mobil dan mendapati Robin di sana.


"Tadi habis nganterin temen kuliah kakak pulang, dia baru datang dari London."


"Ohhh..."


"Ayo kita masuk!" ajak Widi.


Robin melangkah masuk ke dalam cafenya dan di ikuti oleh Hana dan Widi di belakangnya.


Setelah sampai di ruangan Robin, Robin meminta Hana dan Widi untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Robin.


Sementara Robin mengambil berkas berkas yang harus di tanda tangani oleh Widi untuk pengalihan hak kepengurusan cafe.


"Wid... ini baca dulu kontraknya." pinta Robin menyerahkan berkas kontrak kerjasama pada Widi.


Widi pun membaca kontrak itu dengan seksama, dan kontrak itu kemudian di tanda tangani olehnya.


"Ok Bin... ini sudah ku tanda tangani!" Widi memberikan kontrak tersebit kemudian menyalami Widi.


"Thanks Wid, gue percaya lo bisa!" Robin mengembangkan senyumnya.


Dan tak berapa lama kemudian datangalah pegawai cafe mengantarkan makanan dan minum buat mereka bertiga, dan menyusunnya di meja.


"Makasih kak (Makasih Bin)!" ujar Hana dan Widi bersamaan, dan keduanya saling tatap dan terkekeh.


"Oya Wid... nanti kamu akan saya kenalkan dengan semua pegawai di sini, kalau sekarang kamu yang mengurusi cafe ini." ujar Robin di sela sela makannya.


"Baiklah!" jawab Widi.


"Hana... gimana dengan toko musicnya?" tanya Robin.


"Alhamdulillah... kak bagus kok, dan mas Widi juga sudah membuat iklan lowongan untuk mengisi menjadi guru les."


"Bagus itu! kakak akan selalu support kamu."


"Makasih kak!"


Mereka bertiga melanjutkan makan mereka dengan khidmat.


Tak berselang lama setelah usai makan, Robin mengumpulkan semua karyawannya di belakang cafe.


Setelah semua karyawan berkumpul dan cafe di tutup untuk sementara. Robin mulai membuka pembicaraannya.


"Teman teman, maaf saya mengumpulkan kalian di sini, karena ada sesuatu hal yang akan saya sampaikan kepada kalian semua." Robin menjeda ucapannya dan kemudian mengandeng tangan Hana dan Widi.


"Di sini saya ingin memperkenalkan mereka berdua kepada kalian semua!"

__ADS_1


"Ini adalah Hana, adik saya!" Robin merangkul bahu Hana dengan tangan kanannya.


"Dan ini adalah Widi suami Hana yang berarti adalah adik ipar saya!" Robin merangkul Widi dengan tangan kirinya.


"Mereka berdua mulai sekarang yang akan menjadi bos kalian semua, karena saya harus ke Malang untuk mengurusi bisnis juga di sana, jadi mulai sekarang mereka berdua yang akan berada di sini menggantikan saya."


"Saya berharap kerjasamanya dengan kalian semua." ucap Hana.


"Baik mbk!" ucap para pegawai bersamaan.


"Makasih ya... saya berharap kalian semua bisa bekerjasama dengan kita berdua." ucap Widi.


"Saya ingin kalian bisa membantu adik adik saya dengan baik." pinta Robin.


"Baik pak Robin!" jawab para pegawai serentak.


"Terima kasih untuk pengertiannya dan untuk dukungannya selama ini, dan hari Cafe tutup lebih awal. kita adakan pesta dadakan di sini untuk penyambutan adik adik saya dan perpisahan untuk saya."


Para pegawai semuanya setelah mendengarkan wejangan dari Robin, mereka membuat sebuah pesta bersama, menyiapakan beraneka macam makanan untuk pesta mereka bersama.


Di tengah pesta bersama Robin kembali mengumumkan sesuatu untuk para pegawainya.


"Tolong dengarkan saya terlebih dahulu!" pinta Robin.


Dan semua orang yang berada di pesta tersebut, menoleh dan mengarah kepada Robin.


"Saya minta waktunya sebentar, ya?!" Robin menjeda ucapannya menunggu semua orang siap untuk mendengarkan ucapannya.


"Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian, bila saya akan membagikan bonus untuk kalian, dan bonus bisa kalian ambil saat gajian akhir pekan nanti." Robin menjeda ucapannya sejenak.


"Dan gaji serta bonus bisa kalian ambil akhir pekan nanti sama adik saya Hana atau Widi."


Semua pegawai pun bersorak sorai karena mendapatkan bonus dari bos mereka.


Salah satu perwakilan dari para pegawai, mendekati Hana, Widi, dan Robin.


"Pak Robin, pak Widi dan Bu Hana, kami atas nama para pegawai cafe ini mengucapkan banyak terima kasih."


"Itu sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu memberikan kesejahteraan kepada para pegawai." ujar Robin.


"Ayo kita lanjutkan pestanya, selamat menikmati pestanya!"


Hana, Widi dan Robin mengambil tempat untuk duduk dan ikut makan bersama para pegawainya.


"Wid... selamat menjadi Bos baru buat cafe ini." ledek Robin.


"Thanks!" jawab Widi.


"Oh...ya ... Han! mama sama papa sedang di Singapore, tp kakak sudah pamit sama mereka kemarin lusa, dan besok kalau mama sama papa pulang, tolong sampaiin salam aku ya!?"


"Baik kak, nanti akan saya sampaikan sama mama dan papa." jawab Hana.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading my Readers๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2