Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Pernikahan Hana dan Widi


__ADS_3

Akhirnya hari pernikahan pun telah tiba, hati Hana dan Widi di tempat mereka masing terasa dag dig dug tak karuan, mereka berdua sama sama merasa gugup.


"Wid... Ayo lekas bersiap, nanti kita bisa terlambat datang ke rumah mempelai perempuan." ujar Bunda.


"Iya... Bun... Widi udah siap kok"


"Ya udah ayo kita berangkat." ajak Ayah.


Widi dan kedua orang tuanya beserta keluarga besar Widi pun kini keluar dari rumah dan berangkat menuju ke rumah Hana.


Namun saat baru keluar di lihatnya Rosa yang sudah berdiri di depan pintu rumah Widi.


"Kamu..." tunjuk Bunda yang kaget dengan kedatangan Rosa.


"Siapa Bun?" Tany Widi.


Namun Bunda tak menjawab pertanyaan Widi, Widi pun keluar menghampiri Bundanya dan betapa terkejutnya dirinya karena di luar ada Rosa.


"Kamu mau apa lagi Ros?" tanya Widi dengan ketus.


"Wid... ku mohon batalin pernikahan kamu, ayo kita mulai semuanya dari awal lagi bersamaku."


"Ros... harus berapa kali aku bilang kalau aku gak akan pernah mengkhianati Hana, bagi aku dia adalah hidupku, nafasku, dan detak jantungku."


"Ku mohon jangan katakan itu! hatiku sakit."


"Tapi aku harus mengatakannya karena aku ingin kamu melupakan aku dan semua yang pernah kita lalui bersama, ini semua adalah sudah menjadi keputusanmu untuk meninggalkan diriku, dan kini aku sudah move on dari kamu, aku sudah gak bisa maaf."


"Hana adalah masa depanku dan kamu hanyalah masa laluku."


"Maaf... kita harus pergi." ucap Ayah


"Ayo Wid... calon istrimu sudah menunggu kedatanganmu." ujar Bunda dan Ayah merangkul Widi dan menuntunnya ke mobil, melaju meninggalkan halaman rumahnya dan Rosa yang masih terisak.di sana.


Widi sebenarnya gak tega melihat Rosa terpuruk seperti itu, namun dia juga gak mau memberikan harapan kepada Rosa yang nantinya bisa membuat hatinya lebih sakit lagi, karena bagaimana pun dia akan menjadi suami dari Hana Permata Sari.


Rombongan keluarga Widi kini telah sampai di kediaman keluarga Hana dan di sambut ceria oleh keluarga Hana.


Widi pun akhirnya di giring ke tempat ijab kabul, dan tak berselang lama tibalah dia harus mengucapkan ijab kabul.


Saya terima nikahnya dan kawinnya Hana permata Sari binti Gio Atmaja dengan mas kawin tersebut tunai. ucap Widi.


Bagaimana saksi sah? tanya penghulu


Sah jawab mereka yang hadir Serempak


Alhamdulillah


Penghulu mengakhirinya dengan do'a... baru Hana di bawa turun dan di sandingkan di samping Widi, Widi pun memakaikan cincin di jari manis Hana dan begitu juga sebaliknya Hana memasangkan cincin di jari manis Widi, kemudian Hana mencium punggung tangan Widi dan di balas kecupan di kening Hana.


Kini keduanya telah resmi menjadi sepasang suami istri, dan teman dan seluruh keluarga pun merasa terharu, saat di lakukan acara sungkeman.


Setelah acara ijab kabul selesai, dua jam kemudian langsung di adakan pesta resepsi pernikahan.



Tampak Widi dan Hana yang begitu bahagia keluar dari rumah untuk menyambut para tamu di acara resepsi pernikahan mereka.






__ADS_1


Mereka terlihat sangat berbahagia dan bergembira, karena cinta mereka yang tak terduga kini telah menjadi sebuah kenyataan.



Tampak juga Beck dan Sonya kekasihnya, serta Daffin dan Laras yang turut berbahagia dengan pernikahan Hana dan Widi.


Tak ketinggalan Rangga dan tunangannya juga turut hadir memeriahkan pesta pernikahan Hana dan Widi



K


"Princess gue bahagia, sekarang kamu sudah menemukan kebahagiaanmu, semoga langgeng dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." ujar Rangga.


"Makasih ya Ngga, dirimu selalu ada buat aku selama ini, gue tunggu pernikahan kalian berdua." jawab Hana.


Mereka berdua pun saling berpelukan, "Sahabat gue kini sudah ada penjaganya, janji gue sama Jonathan sudah gue tepatin, Han." Bisik Rangga di telinga Hana.


Hana pun menitikkan air mata, "Jangan nangis, ini hari bahagia lo." Rangga mengusap air mata Hana dan menyunggingkan senyum Hangat.


Kemudian Rangga mendekati Widi dan memeluk Widi ala laki laki, "Kini gantian kamu yang harus jagain Hana, gue titip Hana, buatlah dia bahagia, dan jagalah selalu dirinya. jangan pernah sakiti dirinya dan membuat dirinya menangis. Kalau sampai kamu menyakiti dirinya, lo berhadapan sama gue."


"Santai aja brow, gue bener bener tulus mencintai Hana, gue janji akan membahagiakan Hana."


Rangga menepuk bahu Widi, "Gue pegang janji lo!"dan di jawab dengan senyuman lebar oleh Widi.


Dion dan kekasihnya juga datang menghadiri pernikahan mereka berdua.



"Beib... gimana rasanya? are you happy?"


"I'm very happy." Dion memeluk Hana


"Langgeng selalu ya! semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warohmah."


Dion menatap Hana tak percaya, "Gak nyangka gue, bebebku sudah nikah duluan, sama Widi lagi, gak kebayang, iya kan Wid?"


Hana dan Widi saling memandang dan terkekeh.


Dion memeluk Widi ala laki laki dan menepuk bahu Widi, "Mantap brow... gue titip bebebku, jaga dia dan bahagiain dia."


"Pasti!" jawab Widi tersenyum lebar.


Selanjutnya Steve dan Cinta yang menghampiri Widi dan Hana dengan kostum yang unik.



Hana tertawa, "Woii... pasangan couple in the years." Sapa Hana.


Cinta memeluk Hana erat seakan lama gak ketemu, "Gak nyangka bisa lo duluan yang nikah sama saudara gue." ledek Cinta.


"Cepetan lah kalian nyusul, nunggu apalagi?" tanya Widi.


Steve menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari terkekeh.


"Gue belum siap, masih ada yang harus gue perjuangin dulu."


"Gak usah lama lama."


"Maunya!" jawab Steve dan Cinta bersamaan.


Dan mereka berempat tertawa bersama.


Setelah pasangan Steve dan Cinta undur diri, majulah pasangan Panji dan istrinya.


__ADS_1


"Hai pasangan baru gimana rasanya?"


"Dag... dig... dug... duarr." jawab Hana dan mereka berempat tertawa bersama.


Setelah berkelakar bersama akhirnya panji dan istrinya mengundurkan diri, lalu majulah Leo dan tunangannya.



"Hana... gue turut bahagia ya dengan pernikahan kalian, semoga SaMaWa." ucap Leo.


"Tapi maaf kami gak bisa lama lama di sini, soalnya kakak sepupu tunangan gue juga lagi married, jadi kita mau langsung ke sana."


"Terima kasih, dengan hadirnya kalian di sini sudah membuat aku bahagia," ucap Hana.


Kemudian datanglah Lina yang langsung berhambur menubruk Hana, hingga Hana hampir terjatuh jika tangan Widi yang reflek tak menyangga tubuh Hana.



Lina dan Hana pun terkekeh, "Gue bahagia banget lihat kamu Sebahagia ini." ucap Lina.


"Makasih ya... udah nyempetin datang jauh dari Ausy demi gue."


"As You Wish Hana! gue akan tetap selalu ada buat lo meski jarak memisahkan kita."


Hana memeluk erat Lina, "Kita tak akan terpisahkan dan akan selalu bersama."


Tiba tiba datanglah Robin memisahkan pelukan mereka, "Hei... sudah sudah pelukannya."



"Gantian gue Lin... lo makan aja dulu!"


"Kak... Robin... gue masih kangen sama Hana."


Namun Robin mendorong Lina untuk menjauh dari Hana dan Widi.


Hana dan Widi hanya terkekeh melihat melihat tingkah mereka berdua.


"Semoga mereka berdua berjodoh ya mas?" ujar Hana.


"Amiiinnn..." jawab Widi sembari mengalungkan tangannya di leher Hana.


Tak berselang lama datanglah seluruh keluarga Anwar.



Terlihat Anwar dan Putri mendekati Hana dan Widi.


"Han... selamat ya! Semoga bahagia."


"Makasih dah bersedia hadir di pernikahan kami, dan semoga kalian berdua juga di beri kebahagiaan yang sama."


"Aamiiinnn." jawab Putri.


Widi memegang pinggang Hana, "Dan kami sangat berterima kasih, atas kehadiran kalian berdua."


Bersambung


Mohon


Like


Comment


Saran dan Kritiknya


🙏🙏😍😍🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2