Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Saling Merelakan


__ADS_3

Pagi ini Beck, Sonya, Daffin dan Laras berpamitan untuk kembali pulang, sementara Rangga memilih pulang di sore harinya, karena dia masih ingin menghabiskan waktunya dengan Hana.


Mereka saling berpelukan saat berpamitan untuk pulang.


"Thanks ya udah pada mau main ke sini! dan jangan kapok ya... main ke sini?!" ujar Hana.


"Malah gue rasanya gak mau pulang dari sini, Han." Laras terkekeh.


"Di sini suasananya enak banget." ucap Laras.


"Kalian boleh datang ke sini! kapanpun kalian mau." ucap Widi.


"Yakin? boleh kapanpun kita mau?" Sonya mengerlingkan matanya dan tertawa.



Dan membuat gelak tawa semuanya, "Yang ada kalau kita sering sering ke sini akan mengganggu, kemesraan kalian berdua." ujar Daffin.


Mereka berempat telah memasuki mobil dengan Daffin yang memegang kemudinya.


Setelah mobil menyala, Daffin melajukan kendaraannya meninggalkan kediaman Widi.



Setelah mereka pergi, Widi mengajak Hana dan Rangga masuk rumah.


Tapi Hana terlihat cemberut selepas mereka pergi.


"Han!" panggil Widi yang melihat Hana bergeming saat di ajak masuk rumah.


"Han?" panggil Widi kembali.


Hana menoleh ke arah Widi, dengan mengerucutkan bibirnya.


Widi menghela nafasnya berlahan, kemudian Widi melingkarkan tangannya di leher Hana.



"Awww... oooohhhh!" pekik Hana.


Dan Widi mengusap rambut Hana sambil terkekeh.


"Ayo masuk! dan jangan manyun." ujar Widi.


Hana yang ingin berontak pun di larang oleh Rangga.


"Eee...em... gak boleh ngelunjak sama suami." ujar Rangga mengacungkan kedua jari telunjuknya.



"Mas... please lepasin!?" rengek Hana.


Widi melepaskan tangannya dari leher Hana dan kemudian berganti menggandeng tangan Hana masuk ke dalam rumah.


Setelah sampai di dalam Hana, Widi dan Rangga duduk di ruang tengah.


Rangga dan Hana memutuskan untuk bermain ps dan Widi berkutat dengan laptop dan berkas berkas kantornya di meja kerjanya yang terletak di samping ruang tengah yang hanya di beri pembatas kaca.


__ADS_1


Widi tampak serius menatap laptop dan mengecek berkas berkasnya.


Beberapa waktu kemudian Hana dan Rangga menyudahi permainan mereka. Hana menoleh ke arah Widi yang di lihatnya sangat serius dengan apa yang di kerjakannya.


Kemudian Hana berdiri dari duduknya, "Ngga gue mau buatin jus buat mas Widi, lo mau gak?" tawar Hana.


"Boleh!" jawab Rangga.


Hana pun berlalu meninggalkan Rangga, seorang diri dan hanya di temani televisi menuju ke dapur dan membuatkan jus melon untuk Rangga dan Widi.


Setelah jus sudah jadi Hana memberikan jusnya kepada Rangga. Setelah itu Hana baru masuk ke ruangan Widi, dan memberikan jus melonnya kepada Widi.


"Mas... aku buatin jus melon, di minum dulu, jangan terlalu capek mikirin kerjaan." pinta Hana.


"Aku kan habis cuti beberapa hari buat mengurus pernikahan kita kemarin dan


ini jadinya kerjaanku menumpuk, dan harus segera di selesaikan.


"Apa mas perlu sesuatu?"


Widi menggelengkan kepalanya, "Makasih! bermainlah bersama Rangga dulu, aku akan menyelesaikan kerjaanku dulu."


Hana keluar ruang kerja suaminya. dan kembali menemui Rangga.


"Ngga... mas Widi masih sibuk dan gak di ganggu, kita ke taman aja yuk!" ajak Hana.


Keduanya kini melangkahkan kakinya menuju ke taman belakang rumah.


Mereka berdua duduk di kursi taman yang ada di sana.


"Han... apa lo bahagia?" tanya Rangga.


"Gue lega jika memang lo, benar benar bahagia dan nyaman bersama Widi, tujuan gue ke sini memastikan bila kamu benar benar merasa bahagia bersama Widi."


Hana menggenggam tangan kiri Rangga, dan mereka berdua saling memandang.


"Gue gak pernah sebahagia ini, Ngga." Hana tersenyum manis.


Rangga menggenggam tangan Hana yang sedang menggenggam tangan kirinya.


"Gue bisa melepasmu dengan tenang, dan ingatlah selalu, walaupun kita punya pasangan sendiri sendiri, aku tetaplah sahabatmu, jika kau bersedih atau terluka, aku akan tetap menjadi sandaranmu." ujar Rangga.


"I know that, and i hope everything will be fine."


Rangga menghela nafasnya berlahan


"Gue sayang banget sama lo Han." ucap Rangga dengan suara tercekat.


"Gue juga sayang sama lo, gue juga pengen yang terbaik buat lo." ucap Hana.


"Gue sedih, sekarang kita sudah gak bisa seperti dulu lagi! dan aku pasti akan merindukan semua itu."


"Gue juga pasti akan merindukan semua itu."


Saat Hana dan Rangga masih saling menggenggam tangan, Widi menyaksikan semua itu, dari balkon kamarnya.



Han... kadang kedekatan kalian menyakiti hatiku, namun aku percaya, ini semua karena kamu belum terbiasa. Aku akan menunggumu Han. Aku percaya kalian gak akan berkhianat di belakangku. Aku hanya ingin membuatmu bahagia, Han. Cintaku untukmu tulus, walaupun aku tahu rasa cintamu tak sebesar rasa cintaku padamu, namun kelak aku percaya, bila rasa cintamu akan sebesar rasa cintaku.

__ADS_1


Rangga... kamu sungguh beruntung bisa mengenal Hana terlebih dahulu, dan kau melewati suka dan duka bersama Hana. Namun aku juga harus berterima kasih padamu karena telah menjaga jodohku selama ini. Kamu menjaga Hana dengan sangat baik. Dan aku bersyukur untuk semua itu.


Widi pun akhirnya keluar dari kamarnya dan pergi menghampiri Hana dan Rangga di taman belakang.


"Han... Ngga?" panggil Widi dari pintu belakang yang menuju ke taman.


Hana dan Rangga menoleh ke arah Widi.


"Makan dulu! ngobrolnya dinlanjut lagi nanti!" teriak Widi.


"Ya mas!" jawab Hana.


Rangga dan Hana beranjak dari duduk mereka dan memasuki rumah untuk makan siang bersama.


Saat Rangga dan Hana sampai di meja makan, Widi sudah ada di sana membantu si odah menyiapkan makan siang.


Hana mendekati Widi, "Maaf mas! harusnya aku yang melakukan semua ini." ucap Hana.


Widi mengacak rambut Hana, "Nggak papa, kalian kan masih butuh waktu untuk berbincang."


Mereka pun kini makan siang dengan khidmat, dan di selingi dengan celotehan Rangga.


Usai makan siang, Rangga berpamitan untuk berkemas sebelum nanti sore akan pulang.


Sementara Widi dan Hana, memasuki kamar mereka.


Widi duduk di sofa terdiam, tanpa sepatah katapun



Hana menyadari bila diamnya Widi, karena dia sedang merajuk.


Kemudian Hana mencium pipi Widi, kemudian Widi menatap lembut Hana.


"I Love you." bisik Hana di telinga Widi dan kemudian kembali mencium pipi Widi.


Widi tanpa berpikir panjang langsung mencium Hana.



"I love you too, sayang." ucap Widi selepas mencium Hana.


"Maaf... telah membuat dirimu tak nyaman, hingga menjadi beban pikiranmu."


"Enggak... Han... aku hanya ingin bisa lebih memahamimu, dan mengerti dirimu."


"Kamu sudah cukup mengerti tentang diriku." jawab Hana.


Sementara itu di kamar Rangga, setelah selesai berkemas, Rangga beebrsih diri dan keluar ke taman setelah selesai mandi.



Han... Wid... kita memang harus saling merelakan, dan mengikhlaskan semuanya, agar semua menjadi lebih baik. Aku akan melanjutkan kembali hidupku, walau sakit tanpa Hana di sisisku, dan aku akan sangat jarang bertemu dia, aku rela asal dia bahagia.


Bersambung


Mohon Like


Comment, Fav dan votenya ya!?

__ADS_1


Happy Reading my Readers.


__ADS_2