
Semua berjalan seperti biasa, dengan segala aktifitas masing masing.
Hana yang sibuk dengan kuliahnya, Widi yang sibuk dengan usahanya yang dari hari ke hari bertambah maju.
Hingga tanpa terasa dua minggu lagi, Hana dan Widi akan melangsungkan pernikahannya.
Di dua minggu sebelum hari H, semua perlengkapan pernikahan semua sudah komplit, mereka juga sudah fighting baju untuk pernikahan mereka.
Hana dan Widi merasa lega karena semuanya sudah clear dan hanya tinggal menunggu hari H saja.
Saat ini Hana dan Widi berada di sebuah cafe milik Robin untuk makan siang bersama.
Di saat mereka berdua sedang makan, tiba tiba ada yang menyapa Widi.
"Widi! ini beneran kamu kan?" sapa seorang cewek dan langsung bersandar pada Widi, tanpa memperdulikan keberadaan Hana.
Widi sangat kaget dengan kedatangan mantan kekasihnya, dia begitu takut Hana salah paham, sementara Hana hanya mematung menatap mereka berdua.
"Ros... tolong jaga sikapmu!" bentak Widi.
"Kamu kenapa sih sayang, aku kan kangen sama kamu, dah lama kita gak ketemu, apa kamu gak kangen sama aku?" tanya Rosalinda dengan bergelayut manja pada Widi.
"Rosa... lepas!" Widi memaksa Rosa untuk melepas pegangan tangan di lengan Widi.
Rosa cemberut, "Kenapa kasar sama aku? dulu kamu selalu lembut padaku kenapa sekarang kamu berubah?"
Widi menghela nafasnya lalu di raihnya jemari Hana, "Sayang kamu jangan salah paham, dia... dia... mantan pacar aku." namun Hana hanya tersenyum tipis menanggapi penjelasan Widi.
"Sayang?" Rosa menekankan suaranya.
"Dia siapa, Wid?"
"Kenalin ini Hana tunangan aku." jawab Widi.
"Tunangan? gak... gak... gak mungkin dia tunangan kamu, bukankah kamu cinta mati sama aku? ayolah sayang, maafkan aku, aku tahu aku salah, dah ninggalin kamu selama tiga tahun inidemi mimpiku, tapi bukan berarti aku melupakan cinta kita?"
"Rosa... Rosa... please jangan kayak gini!" Widi berusaha melepaskan pelukan Rosa.
Hana pun merasa sangat jengah melihat semua itu.
"Mas... kamu slesaiin dulu masalah kamu, aku tunggu di rumah!" Hana bergegas beranjak dari duduknya dan meninggalkan
keberadaan mereka berdua.
"Tapi... Hana... tunggu!!" namun Hana tak mengindahkan panggilan Widi, dan tetap terus melangkah keluar.
"Udahlah Wid, biarin aja dia pulang, aku masih pengen kangen kangenan sama kamu." Rosa kembali bergelayut manja pada Widi.
"Ros... aku mohon please, jangan ganggu aku lagi."
"Aku yakin Wid... kamu masih mencintai aku, dia pasti cuma sebagai pelarianmu aja kan?" tanya Rosa dengan rasa percaya diri.
Widi menghela nafasnya, "Dulu! memang aku mencintai kamu, tapi semenjak kamu memutuskan untuk pergi, seketika itu juga aku membuang seluruh perasaanku sama kamu. bukankah sudah pernah ku katakan sekali kamu melangkah pergi maka kamu gak akan pernah ada kesempatan untuk kembali lagi. dan aku saat ini sama sekali gak ada sedikitpun rasa cinta aku buat kamu. Karena seluruh cinta aku sekarang hanya untuk Hana, tunanganku."
"Wid, itu gak bener kan? aku waktu itu nekad pergi karena aku yakin, kamu pasti akan menungguku, karena aku yakin kamu sangat mencintai aku, dan kini aku sudah kembali dan gak akan pergi pergi lagi darimu, perasaanku masih tetap sama aku sangat mencintai kamu." rengek Rosa.
__ADS_1
Widi menggelengkan kepalanya, "Maaf... semua sudah gak mungkin lagi, aku akan tetap bersama dengan Hana, karena hanya dia yang sangat aku cintai kini juga nanti, dan aku akan menjadikannya pelabuhan terakhirku."
"Gak Wid... kamu jangan tinggalin aku! aku mohon Wid, kita mulai semua dari awal lagi ya?!" Rosa mulai menangis.
"Air matamu gak akan merubah apapun dan keputusanku tetap sama aku mencintai Hana, dan dua minggu lagi kami akan menikah, maaf lupakanlah aku, aku yakin kelak kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik dari aku."
"Wid... ku mohon!"
"Maaf Ros... aku gak akan pernah bisa untuk meninggalkan Hana... dan aku harap kamu mengerti dan berbesar hati untuk melupakan aku."
"Aku gak bisa melupakan kamu." Rosa semakin terisak.
"Aku gak akan nyerah! kamu harus jadi milik aku! Hana gak boleh milikin kamu! hanya aku yang boleh milikin kamu." Rosa membentak Widi.
Widi pun terpancing emosinya, "Terserah!!!dan ingat! aku juga gak akan pernah tinggal diam kalau sampai kamu mengusik Hana, camkan itu."
Widi kemudian segera beranjak pergi meninggalkan Rosa yang masih terisak.
Widi melajukan mobilnya dengan perasaan yang sangat kalut, bingung untuk menjelaskan semua pada Hana.
Setelah beberapa waktu akhirnya, Widi telah sampai di rumah Hana, di lihatnya Hana yang sedang berdiri di balkon kamarnya.
Widi pun segera masuk ke kamar Hana dan memeluk Hana dari belakang.
"Maaf... jika aku membuatmu terluka." ucap Widi penuh sesal.
Widi pun akhirnya bercerita tentang semua masa lalunya bersama Rosa.
"Tapi kini... aku sedikitpun tak ada rasa cinta sama Rosa, cintaku hanya untuk kamu, kini dan juga nanti, aku ingin menua bersamamu, membesarkan anak anak kita nanti bersamamu."
Hana tersenyum, "Makasih udah jujur sama aku, dan aku pengen di antara kita gak ada sesuatu yang di sembunyikan."
"As you wish my princess." dan Hana pun tertawa.
Kini mereka berdua sudah terlihat bahagia kembali, Hana begitu riang, dia merasa tersanjung dengan semua kasih sayang dan perhatian yang di berikan oleh Widi untuk dirinya.
Selang tiga hari semenjak pertemuannya dengan Rosa, Widi selalu waspada, dia takut bila Rosa akan benar benar mengusik Hana.
Dan seperti biasa setiap Hana pulang dari kampus, Widi selalu menjemputnya, kali inipun, Widi juga datang menjemput Hana.
Melihat mobil Widi yang sudah menunggunya, Hana pun mendekati mobil Widi, dan masuk ke dalamnya.
Di dalam mobil, ponsel Hana berbunyi tanda ada wechat masuk, kemudian di buka ponselnya dan betapa terkejutnya Hana, karena isi dari Chat nya adalah foto foto Widi dan Rosa di masa lalu.
__ADS_1
Semua kenangan ini tak mungkin aku lupakan, bisa kamu lihat kan betapa Widi sangat mencintai aku dan bahagia bersamaku, dan karena dirimu dia melupakan aku, ku mohon kembalikan cintaku.
"Kenapa Han? chat dari siapa?" tanya Widi.
"Dari Rosa."
ciiiiiiittttt
Widi langsung menginjak rem mobilnya, "Apa yang dia katakan?" tanya Widi setelah mobil berhenti mendadak dan membuat Hana terkejut.
Hana memberikan ponselnya pada Widi dan di lihatnya isi dari chat yang Rosa kirimkan untuk Hana.
Setelah melihat isi chat dari Rosa, Widi berujar, "Kamu percayakan sama aku?"
Hana hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Widi.
"Han... please!"
Hana menatap Widi dengan sendu, "Aku cemburu melihat kebersamaan kalian."
Widi tersenyum simpul kemudian menggenggam tangan Hana, "Kita akan buat memory sendiri Han, maaf telah membuatmu cemburu, itu hanyalah masa lalu aku dengan Rosa yang gak akan pernah terulang kembali! aku harap kamu gak terpengaruh dengan semua ini."
Hana menjawab perkataan Widi dengan senyuman hangat, "Aku coba! tapi kamu sendiri tahu kan kalau aku gak suka dengan sebuah pengkhianatan, aku bisa memaafkanmu sebesar apapun kesalahanmu, tapi untuk pengkhianatan aku gak akan sanggup."
"Aku ngerti sayang, do'ain aku biar cintaku memang hanya untuk kamu." Widi mengacak rambut Hana.
Hana pun tersenyum bahagia, "Mungkin ini ujian buat kita sebelum kita menikah, mas."
"Mungkin, jadi ku mohon jangan pernah kepancing dengan hal hal kayak gini, kita berdua pernah punya masa lalu, namun yang harus kita tatap itu masa depan, dan masa depanku itu adalah kamu."
"Aku ngerti, mas."
"Aku lega mendengar semua ini, aku sangat takut buat kehilanganmu, rasanya aku gak akan sanggup, I Love You."
"Love You More."
Akhirnya mereka berdua menyadari tentang besarnya rasa cinta mereka berdua, dan ya memang inilah ujian cinta mereka berdua sebelum mereka menikah.
Karena kedepannya akan sangat banyak rintangan dan cobaan dalam perjalanan cinta mereka saat mengarungi bahtera rumah tangga, jadi jika pondasi cinta yang di bangun dari awal itu bagus maka tidak akan pernah menggoyahkan rumah tangga mereka kelak.
Bersambung
Mohon
Like
Comment
Saran dan Kritiknya.
🙏🙏🤗🤗😍😍
__ADS_1