Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Kebohongan Anwar


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, hingga saat ini tibalah untuk menjalani UAS untuk kelas X dan kelas XI.


Hana dan sahabat sahabatnya setelah seminggu ini juga belajar bersama, mereka begitu fokus pada ujian kali ini, dan selama seminggu ini interaksi Hana dan Anwar hanya sebatas telfon dan Vicol saat mau tidur.


Seminggu tlah berlalu dan ujian akhirnya telah berakhir, Hana dan sahabat sahabatnya memutuskan pulang sekolah untuk mampir ke cafe DOREMI milik Robin.


Sesampainya di cafe seperti biasa mereka selalu ambil tempat yang dekat dengan taman.


"Gak kerasa kita dah mau kelas XI." ucap Rangga sembari membenarkan gitarnya.


"Kita bentar lagi juga akan sibuk, Ngga... ngurusin murid baru nanti." jawab Hana.


"Kita berdua mah santai aja... ya gak Lin?" ujar Leo.


"Iya... kalian kan anggota osis sementara kita kan nggak, tapi nanti kita bantu." jawab Lina.


Pesanan mereka akhirnya datang juga, dan saat mereka sedang menyantap makanan mereka, Hana tanpa sengaja melihat, Anwar dan Putri memasuki cafe.


Rangga yang menyadari Hana melihat ke satu arah, mengikuti arah pandang Hana, hingga akhirnya dia tahu kalau Hana lagi ngliatin Anwar dan Putri.


Di genggamnya tangan Hana lembut dan membuat Hana terjengit.


"Han... jangan nethink dulu, lanjutin makan lo." nasehat Rangga, dan di jawab senyuman tipis oleh Hana.


Mereka pun melanjutkan makannya dan sesekali Hana melirik ke arah Anwar dan Putri yang terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu hal yang serius.


Setelah selesai makan Hana chat Anwar.


📨"Dimana?"


Hana menunggu jawaban dari Anwar, dan terlihat oleh Hana, Anwar melihat ponselnya.


📩"Masih di sekolah, kenapa?"


Hana terkekeh namun dengan sendu, mendapati balasan chat dari Anwar.


"Kenapa?" tanya Rangga menaikkan salah satu alisnya, dan Hana memberikan ponselnya pada Rangga.


"Busyet... dah ni makhluk..." ucap Rangga yang membuat Lina dan Leo kompak mengernyitkan dahinya.


"Kita pulang lewat belakang..." pinta Hana.


"Gak di samperin aja?"


"Gak gue mau lihat sejauh mana kebohongan Anwar." ucap Hana dengan nada terluka.


"Jangan pernah tetesin air mata lo!" ucap Rangga pelan namun penuh tekanan.


"Gue udah foto mereka berdua buat bukti kebohongan dia."


"Okeylah... kita ke taman kota aja sekarang." ucap Rangga.


Mereka berempat pergi meninggalkan cafe melalui pintu belakang, menuju taman kota. Di sana Hana kembali chat dengan Anwar.


📨"*Boleh Vicol gak?"


📩" Maaf... Han... tapi aku sedang ada rapat osis, selepas rapat aku call kamu."


📨*



"Bisa jelaskan?"


Sementara Anwar yang mendapatkan balasan foto dirinya sedang bersama Putri pun sangat terkejut, Anwar menatap ke sekeliling Cafe namun tak di dapati Hana, di sana.


📨"Nyariin aku ya?😡🙋


Mendapati chat Hana kembali, Anwar langsung menelfon Hana, namun tak dapat tersambung, karena setelah mengirim chat terakhir, Hana langsung mematikan ponselnya.


Rangga mengacak rambut Hana, "Lo gadis yang kuat okey? so don't ever be sad because of the behavior of a naughty guy like him."


"Am I wrong to ask for his honesty?" ucap Hana dengan sendu.


"There's nothing wrong with your wish, it's just that he can't understand you." tegas Rangga.


Lina mendekati Hana dan memeluknya di ikuti oleh Leo yang ikut memeluk ke duanya.


"Kita semua akan selalu ada buat lo, jangan pernah merasa sendiri! " ucap Leo tulus.


"Thank you for your love for me." ucap Hana.


Drrrt...drtt...


ponsel Rangga berbunyi dan di lihatnya ada panggilan Vicol dari Robin,


📲 "*Ngga Hana bersamamu? gue telfon gak aktif?"


📱Rangga memperlihatkan wajah Hana, dan di jawab lambaian tangan oleh Hana.

__ADS_1


📲"Ngga... kalian gak ada apa apa kan? soalnya perasaan kakak gak tenang, dari tadi kepikiran Hana terus."


📱"Aman kak.. cuma Hana lagi sedih, tadi pas di cafe kak Robin dia ngeliat Anwar sama Putri di sana dan waktu di chat sama Hana, ngakunya masih di sekolah, sekarang jadi bete dianya."


📲 "Sekarang kalian di mana?"


📱"Di taman dekat Cafe Doremi."


📲"Tunggu kakak di sana, jangan pergi."


📱"Okey... kak*."


Sambungan telfon pun terputus, Rangga hanya menatap iba pada Hana yang sedang di hibur oleh Leo dan Lina.


Han... kak Nathan nitipin lo ke gue biar bisa bikin lo happy, tapi sekarang lo malah terluka karena cowok tengil itu, gumam Rangga.


Tak berselang lama datanglah Robin dan Steve di sana dan melihat Robin, Hana langsung berhambur memeluk Robin dan menumpahkan tangisnya di dada bidang Robin.


Robin menyambut pelukan Hana dan mengusap lembut punggung Hana.


"Jangan nangis kakak udah ada di sini," Robin melepas pelukannya dan mengusap ke dua pipi Hana dan menghapus air matanya.


"Dia bohongin Hana, kak."


"Kakak dah tahu, dan dia gak pantas dapatin air mata kamu, air mata kamu terlalu berharga untuknya."


"Sekarang tersenyumlah, kakak janji akan selalu ada buat kamu, kalau kamu sedih kasihan sahabat sahabatmu juga akan ikut sedih."


Akhirnya mereka memutuskan untuk bermain di sana.


Sementara Anwar yang masih berada di cafe Doremi, segera beranjak dari duduknya setelah berulang kali menghubungi Hana, namun tak tersambung.


"Put... maaf gue gak bisa anterin lo pulang, gue harus cari Hana, maaf..." ucap Anwar langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari Putri, pergi berlalu meninggalkan Putri yang terlihat sendu, sendirian di sana.


Gue gak bisa lupain semua yang telah terjadi di antara kita, War... gak bisa... walaupun berulang kali ku coba, gumam Putri.


Dan di taman Rangga kembali melantunkan lagu Melukis senjanya Budi Doremi, di iringi dengan petikan dawai gitarnya.


...🎵Aku mengerti...


...Perjalanan hidup yang kini kau lalui...


...Ku berharap...


...Meski berat, kau tak merasa sendiri...


...Kau telah berjuang...


...Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah...


...Biar ku menemanimu...


...Membasuh lelahmu...


...Mengukir namamu di sana...


...Mendengar kamu bercerita...


...Menangis, tertawa...


...Biar kulukis malam...


...Bawa kamu bintang-bintang...


...'Tuk temanimu yang terluka...


...Hingga kau bahagia...


...Aku di sini...


...Walau letih, coba lagi, jangan berhenti...


...Ku berharap...


...Meski berat, kau tak merasa sendiri...


...Kau telah berjuang...


...Menaklukkan hari-harimu yang tak indah...


...Biar ku menemanimu...


...Membasuh lelahmu...


...Mengukir namamu di sana...


...Mendengar kamu bercerita...


...Menangis, tertawa...

__ADS_1


...Biar kulukis malam...


...Bawa kamu…🎶...


Setelah menyanyikan lagu Melukis Senja, kini Rangga kembali menyanyikan lagu Sahabat selamanya Padi.


...🎵Dua tiga kapal belayar di samudera...


...Ayuh sahabatku kita bergembira...


...Bermain bernyanyi bersama menikmati indahnya dunia...


...Kerna...


...Sahabat untuk selamanya...


...Bersama untuk selamanya...


...Kau dan aku sahabat...


...Untuk selamanya setia...


...Oh oh...


...Oh oh...


...Oh oh...


...Berakit-rakit kita ke hulu...


...Berenang-renang kita ke tepian...


...Kita berbeda untuk saling mengisi segala kekurangan kita...


...Menjadi...


...Sahabat untuk selamanya...


...Atasi semua perbedaan...


...Kau dan aku sahabat...


...Untuk selamanya...


...Selama-lamanya...


...Setia...


...Tak ad bukit yang terlalu tinggi...


...Untuk kita daki bersama...


...Dan tak ada laut yang terlalu dalam...


...Untuk diselami...


...Sahabat untuk selamanya...


...Bersama untuk selamanya...


...Kau dan aku sahabat...


...Untuk selamanya oh...


...Sahabat untuk selamanya...


...Berbagi dan saling menjaga...


...Kau dan aku sahabat...


...Untuk selamanya...


...Selama-lamanya...


...Untuk selamanya...


...Setia...


...Setia...


...Setia🎶...


"Berasa jadi ipin upin dengerin lo nyanyi lagu ini Ngga." celoteh Steve, dan di sambut tawa oleh yang lainnya.


Robin... merasa sedikit lega, karena telah kembali melihat Hana, tersenyum dan tertawa kembali.


Sementara Anwar, masih berusaha mencari Hana, tanpa menghubungi Sahabat sahabat Hana.( bodohnya Anwar)


bersambung,

__ADS_1


Mohon like dan comentnya ya!?


Author juga bituh saran dan kritiknya, agar me depannya semakin maju lagi dalam berkarya.


__ADS_2