ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
pulang ke rumah varo


__ADS_3

kini adel akan pulang ke rumah varo sang suami, padahal adel sudah tau dan sudah terima bahwa ia akan tinggal dengan mertuanya, dan akan pisah rumah dengan papa dan mamanya, namun sekarang rasanya berat, adel selalu menatap doni dan keyna bergantian, rasa tidak rela kini menyeruak di hati adel.


doni yang begitu peka dengan sang putri langsung memeluknya erat.


"papa akan sering sering kesana nanti, atau adel yang kan bisa sering ke rumah, jangan terlalu di pikirin sayang" kata doni mencium kening adel


"papa.. hiks hiks" adel langsung menangis di pelukan sang papa, air mata yang ia tahan sedari tadi kini keluar begitu saja.


"jangan nangis del... sekarang om vano adalah mertua adel, panggil papah sama seperti varo dan vania, jangan pernah sungkan sayang" ucap vano membelai rambut menantunya itu


"iya kak adel... jangan sedih, nanti di rumah ada vania juga kok, kita belanja bareng, masak bareng" ucap vania tersenyum


dan akhirnya adel memaksakan senyumnya, ia menatap varo yang juga tersenyum dan menganggukan kepalanya.


adel di antar dengan kedua orang tuanya serta sahabat sahabatnya menuju mobil varo...


"jadilah istri yang baik ya sayang, rumah suamimu adalah rumahmu sekarang, berbaktilah" ucap doni memeluk erat adel


"kalau ada apa apa hubungan mama sayang" ucap keyna


"buat kamu varo... jaga anak papa, jangan sampai membuatnya sedih ataupun kecewa" ucap doni pada varo


"iya pa, varo janji" ucapnya


akhirnya adel dan varo masuk ke mobil untuk pulang ke rumah vano...

__ADS_1


di dalam mobil adel hanya diam menatap ke arah jendela.


"sayang... kamu masih sedih?" tanya varo membuat adel mengalihkan pandangannya


"aku pasti bakal kangen rumah var" lirih adel


"husssttt.... udah sayang, rumah aku ke rumah kamu deket sayang, kamu bisa kapan aja main ke rumah papa doni" ucap varo menenangkan adel.


"iya... makasih ya var, kamu udah berusaha buat tenangin hati aku" kata adel menyenderkan kepalanya di dada varo.


"itu sudah jadi tugas aku sayang" sahut varo


adel hanya tersenyum dan nyaman berada di dekapan varo ,tanpa terasa terlelap hinggasampai di rumah varo.


varo yang melihat adel tertidur nyenyak tak tega membangungkannya, hingga akhirnya varo menggendongnya ala bridal style sampainya kamarnya.


"iya nak.." sahut kinar


sampainya di dalam kamar, varo langsung mmeletakan adel di ranjang king sizenya yang sudah ditata rapi.


kamar varo kini sudah berubah sengaja ia rubah dan ingin susana baru.


banyak foto dirinya dan juga adel terpajang.


varo menatap lekat wajah adel yang sedang tertidur pulas, masih dengan menggunakan pakaian pengantinnya.

__ADS_1


"seperti putri tidur aja... selamat istirahat nu wife" varo mencium kening adel dan ikut merebahkan dirinya di samping adel.


•••


di rumah doni disana masih ada arka dan juga zaki serta jasmin juga mira.


melihat kedua orang tua adel hanya diam membuat mereka tak enak hati untuk pergi.


"om... jangan sedih sedih gitu mukanya dong, ini kan hari bahagia, bukan hari pemakaman, wajah jangan tekut begitu ngapa om" ucap zaki ingin mencairkan susana


"sontoloyo... kamu kalau ngomong bagusan dikit kenapa, om juga tau ini hari bahagia" ucap doni melemparkan bantal sofa ke arah zaki


jasmin dan juga mira terkikik geli melihatnya...


"sabar ya om... lagian adel bakal hidup bahagia kok, dapet suami kolongmerat kaya varo" ucap arka


"heh... kamu pikir saya nikahin anak karna incer kayanya hah, saya juga kaya kali" sinis doni


"ya allah.. susah bener ngomong sama orang tua, salah mulu" batin arka


"iya zaki tau kok, om doni kaya raya, tak ada tandingannya... bahkan daddy zaki aja kalah kaya" ucap zaki


"sejak kapan kamu panggil bapakmu daddy?, gaya gayaan kamu zak" ucap doni


"hahahaha... bener banget tuh om, padahal dia panggilnya ayah sama bunda, sok sokan daddy" arka tertawa meledek zaki

__ADS_1


sementara keyna, jasmin dan mira hanya menjadi penonton setia dalam obrolan 3 pria itu.


__ADS_2