
"Lo mau bawa adel kemana bang" tanya jasmin hawatir
"Bukan urusan lo" ucap varo mendorong adel masuk ke dalam mobilnya
-------------------------------
"Kita mau kemana var.." tanya adel
Varo masih diam dan menyetir mobilnya. Adel hanya pasrah melihat kemarahan varo.
Ponsel terus berbunyi... Dan itu dari yudan, adel tak berniat untuk mengangkat telpon dari yudan. Karna varo ada disebelahnya.. Akan semakin runyam bila varo tau kalau yang menelpon adalah yudan
"Siapa yang telpon kamu?" tanya varo menepikan mobilnya
"Bukan siapa siapa var..." kilah adel
"Jangan bohong dong del... Aku gak suka pacar aku jadi pembohong" bentak varo
"Kamu kenapa sih var... Aku salah apa sama kamu, soal yudan di mall tadi?.. Aku sama sekali gak janjian sama dia, kita ketemu kebetulan doang"
"Aku gak peduli del... Kamu selalu respon dia, kamu tau kalau dia suka sama kamu.. Tapi kamu masih aja deket sama dia.. Aku itu pacar kamu del.. Wajar aku gak suka pacar aku deket sama cowok lain"
"Tapi aku gak ada hubungan apa apa sama yudan.." lirih adel.
"Tadi yang telpon yudan kan?" tanya varo
"Iya... Yudan" ucap adel. Dari pada nanti varo ngamuk lagi.
"Kamu kenapa sih suka banget bohong sama kau del.. Kenapa gak jujur kalau itu yudan" marah varo
Ya ampun... Sudah jujur masih aja disalahin..
"Aku takut kamu makin marah..., udah dong var... Aku gak mau berantem cuma gara gara ini" ucap adel
"Kita gak bakal berantem kalau kamu gak berulah"
__ADS_1
"Berapa kali aku harus bilang ... Aku ketemu yudan gak sengaja, kamu malah nyalahin aku karna yudan disana..." bentak adel
"Kamu bentak..!!! gara gara yudan del?... Kamu berani bentak aku kaya gini karna ******** itu hah"
Astaga... Adel bodoh, makin marah kan..
"Hmmmm... Serah kamu deh, aku capek berantem sama kamu" adel membuka pintu mobil varo.
"Mau kemana adel.." varo dengan cepat turun dari mobil
"Mau pulang.." sinis adel
"Aku anterin kamu pulang"
"Gak usah"
"Ya udah serah kamu..." varo masuk ke mobilnya dan meremas rambutnya frustasi
Adel menaiki taksi dan langsung menangis sesegukan.
®®®
Vania yang baru sampai di rumah kenan langsung berlari memeluk mamahnya.
"Kenapa sayang" tanya kinar
"Bang varo marah mah.." ucap vania
Sisil menatap putrinya meminta penjelasan..
"Bang varo cemburu sama adel.. Gara gara liat adel sama yudan kakak kelas kita di sekolah" kelas jasmin.
"Adelnya mana?" tanya vano
"Adel di tarik ke mobil sama bang varo.. Kita disuruh pulang berdua pah" sahut jasmin
__ADS_1
"Bener bener ngambil vano tuh anak" seru kenan
"Kasian adel pasti di marah abang mah" lirih vania memeluk kinar
"Udah nanti biar mamah yang bicara sama abang ya" kata kinar mengelus rambut vania
"Bang varo kalau cemburu serem mah, temennya kak jasmin mau di tonjok gitu aja, untung kak adel nahan" adu vania
"Namanya juga lagi cemburu.. Tanda cinta" ujar vano. Kinar langsung menatap suaminya tajam
®®®
Varo menemui arka di rumahnya, kali ini pikirannya runyam gara gara yudan.
"Ngapa lo var... Muka tekuk amat" ucap arka memberikan minuman pada varo
"Gue bertengkar sama adel"
"Kok bisa..?" tanya arka
"Semua gara gara yudan brengsek... Gue yakin dia sengaja mau bikin gue renggang sama adel"
"Sabar var.. Terus adel gimana?" tanya arka
"Gue terlalu emosi.. Jadi bentak adel" ucap varo
"Jangan terlalu kasar sama cewek bro, kasian.. Cewek itu butuh di sayang bukan kasar" kata arka
"Tar gue pikirin lagi soal adel.. Buat hari ini gue gak bisa mikir apa apa dulu" varo merebahkan tubuhnya di ranjang arka
"Gue hubungin zaki biar kesini deh" ucap arka
"Zaki lagi ada acara keluarga... Gue udah hub dia tapi gak bisa kesini" sahut varo
"Mending lo istirahat dulu dah ,gue mau mandi, atau lo mau ikut mandi.. Kita mandi bareng" kata arka menggoda
__ADS_1
"Jijik.. Sono lo pergi kancut" ucap varo