ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
cara menyingkirkan ular berbisa


__ADS_3

setelah berkumpul dengan sahabatnya, varo mengantar pulang adel ke rumahnya, tanpa mampir dan langsung pamit untuk pulang ke rumah.


sampainya di rumah varo bergegas menemui sang papah di ruang kerjanya dengan langkah cepat.


"papah..." panggil varo membuka kasar pintu ruangan kerja vano


"ulang" ucap vano tajam dan tegas


"hmmmm...pah"


"ulang cepat" nada suara vano meninggi membuat varo sedikit ngeri. inget cuma sedikit.


dengan terpaksa varo keluar lagi dan menutup pintu...


"assalamualaikum pah" ucap varo mengetuk pintu


"waalaikumsalam.. masuk" perintah vano


"pah.. wanita itu sudah mulai dengan rencananya... apa yang mesti varo lakuin pah" ucap varo to the point


"ikutin semua permainannya var" ucap vano


"maksud papah..?" tanya varo tak mengerti


"ikuti apa maunya... buat dia jatuh kepelukanmu, bikin dia merasa menang, saat dia lengah... jatuhkan sampai dia enggan menatap dunia" ucap vano

__ADS_1


"maksud papah aku harus terima dia jadi pacar gitu?.. ogah pah, selera varo gak kaya tante tante macam dia ya pah... sorry" topak keras varo


"heh bocah sableng... ini permainan, cuma akting var.. bukan sungguh sungguh ,papa juga ogah punya menantu yang udah longgar" ucap vano


"longgar?... apanya pah?" tanya varo polos


"lobangnya.... hadeh kamu pura pura gak tau lagi, ikuti apa yang papah katakan" ucap vano


"tapi pah... kalau adel salah paham gimana ,aku gak kau batal nikah"


"jelasim dulu sama adel apa yang mau kamu rencanain, kamu punya otak dipake varo... heran papa punya anak cowok kok otaknya ngilang" sinis vano


"ya allah... andai saja mutilasi bokap itu gak dosa... hamba ijin buat mutilasi jadioan lauk ayam tentangga" batin varo


"gak usah mikir aneh aneh var.. papah tau otakmu itu" ucap vano


"aku harus segera hubungin doni" batin vano


tutttttt...


tuttttttttt....


tuuuuttttttt....


"hallo" sahut suara di sebrang telpon

__ADS_1


"hallo don... gue ada berita baru"


"soal wanita berdarah dingin itu?" tanya doni


"lo sudah tau rupanya... ck gue hampir lupa kalau lo lebih mengerikan dari dia, lo harus ajaga ketat adel... varo sudah gue suruh agar masuk ke dunia wanita itu... dan mengkikuti permainannya" ucap vano


"yang terpenting jangan menyakiti anak gue" suara doni terdengar dingin


"tenang... gue sudah bilang agar varo menceritakan dengan adel... agar tidak menjadi kesalahpahaman nantinya"


"oke... gue bakal tunggu penjelasan selanjutnya dari varo, apa yang bakal dia lakuin nantinya" ucap doni


"gimana kalau kita nikahin mereka lebih dulu... akad nikah gak masalah kan don" seru vano


"gak... gue gak mau pernikahan anak gue sederhana ,percuma dapet laki kaya gak bisa buat pesta meriah.. pokonya akad dan resepsi harus semeriah mungkin" ucap doni


"sial.... jadi bapak matre amat, mati aja sono lo" kesal vano


"serah gue.... anak gue satu satunya bro, kalau gak mau sok silahkan cari yang lain buat anak lo... itupun kalau nemu yang kaya anak gue" ucap doni


"ck...sombong," vano langsung mematikan telponnya


"gue gak peduli..." santai doni


"kenapa adel mesti jadi anak lo sih... kenapa gak yang lain aja.. biar anak gue dapet mertua matre" ucap vano

__ADS_1


"takdir" doni langsung mematikam telponnya sepihak


doni hanya tersenyum... mereka memang selalu bertingkah layaknya masih anak muda, padahal sudah tua dan akan menjadi mertua.


__ADS_2