ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
hari bahagia varo


__ADS_3

Yudan kembali ke uks tanpa mambawa makanan untuk adel. Wajahnya begitu perih akibat pukulan keras varo.


"Gue bakal balas lo varo sanjaya... kita lihat saja nanti" gumam yudan


Ceklek...


Yudan tersenyum ke arah adel yang kondisinya suda membaik.


"Muka lo kenapa?" tanya mira


"Kak yudan... Itu kenapa, kenapa berdarah?" panik adel


"Gue gpp kok del.. Lo tenang aja" ucap yudan


"Lo habis berantem ya kak" tanya jasmin


"Gak kok... Gue cuma habis jatoh aja" sangkal yudan


"Bohong... Mana ada jatuh kaya bekas tonjokan" ucap jasmin menarik yudan ke arah kotak p3k.


"Udah gpp.. Nanti juga sembuh" tolak yudan


"Udah kak.. Biarin jasmin obatin luka lo" usul adel


"Oke... Makasih sebelumnya" kata yudan


Pulang sekolah adel langsung berjalan berdampingan dengan yudan... Varo dengan cepat menarik adel menjauh dari yudan.


"Auwww... Varo lo apa apain sih, sakit tau gak" ucap adel


"Pulang sama gue" ucap varo menatap yudan sengit


"Tapi... Kak yudan.."


"Gak ada bantahan del.., masuk mobil" kata varo


"Maaf ya kak... Gue bareng varo aja pulangnya" adel merasa tidak enak pada yudan


"Iya gpp kok... Nanti kabarin gue kalau udah sampe rumah ya" sahut yudan


"Iya kak"


Mau tidak mau adel pulang bersama varo yang suka memaksanya...


"Kita mampir makan dulu ya del" ucap varo

__ADS_1


"Boleh deh" jawab adel


Varo membelokan mobilnya di sebuah cafe yang sering dikunjungi varo bersama teman temannya.


"Mau pesen apa mas..mbak" tanya seorang pelayan


"Lo mau makan apa?" tanya varo


"Sama aja kaya lo var"


"Oke.. Mba, nasi gorengnya 2, jus jeruknya 2 ya" pelayang itu menganggukan kepalanya.


"Tunggu disini bentar ya" ucap varo yang pergi meninggalkan adel menuju sebuah panggung yang berada di cafe.


Varo mengambil gitar dan duduk menatap adel yang juga sedang menantapnya bingung.


"Mungkin lo bukan cewek yang pertama jadi pacar gue.... Tapi lo adalah cinta pertama gue... Lo adalah orang yang bisa buat gue gila karna cinta... Lagu ini gue persembahkan buat orang yang gue sayangi... Buat orang yang sudah mengisi hati gue saat ini, gue mau buktiin kalau gue layak buat dia... Adelia zaviska, ini lagu khusus buat lo"


Varo memulai nyanyi dengan perasaan yang benar benar tulus, adel yang melihat itu luluh dan tak percaya dengan apa yang dilakukan varo di depan orang banyak.


i will always love you kekasihku


dalam hidupku hanya dirimu satu


selamanya takkan pernah terganti


ku mau menjadi yang terakhir untukmu


ku mau menjadi mimpi indahmu


cintai aku dengan hatimu


seperti aku mencintaimu


sayangi aku dengan kasihmu


seperti aku menyayangimu


i will be the last for you


and you will be the last for me


i will always love you kekasihku


dalam hidupku hanya dirimu satu

__ADS_1


ku mau menjadi yang terakhir untukmu


ku mau menjadi mimpi indahmu


cintai aku dengan hatimu


seperti aku mencintaimu


sayangi aku dengan kasihmu


seperti aku menyayangimu


i will be the last for you


and you will be the last for me


i will be the last for you


and you will be the last for me


Terimakasih...


Varo tersenyum melihat adel terpaku dengan apa yang ia lakukan.


"Gimana....?" tanya varo


"Hah... Apanya gimana?" tanya adel balik


"Penampilan gue gimana... Lo suka kan"


"Bagus kok var... Makasih karna lo nyanyi buat gue" ucap adel tersenyum


Varo langsung menggenggam tangan adel..


"Kasih gue kesempatan buat jadi pacar lo yang sungguh sungguh del... Gue tau awal gue ngajak pacaran salah.. Tapi kali ini gue bener bener serius del ke lo... Kasih gue kesempatan"


"Gue juga gak tau var... Gimana perasaan gue ke lo... Tapi jujur gue sedikit nyaman kalau lo perhatian sama gue... Gue juga kadang gak suka lihat lo centil sama cewek cewek... Entah itu prasaan suka atau apa.. Gue masih gak tau" ucap adel


"Kita jalani aja dulu del sama sama... Gue yakin kita saling memiliki prasaan"


"Oke... Gue mau, kita jalani aja dulu"


"Berarti kita pacaran beneran kali ini kan" ucap varo di angguki adel


"Makasih.." ucap varo tersenyum

__ADS_1


__ADS_2