
semenjak kabar kehamilan adel, kinar kekeh agar adel tinggal di kediaman sanjaya karna kehamilan adel yang masih begitun rentan, membuat semua keluarga menjaga adel dengan ketat.
adel yang diperlakukan seperti ratu kerjaan terkadang merasa jengkel dan juga senang, namun ia jalani dengan terbiasa karna itu untuk kebaikannya dan juga calon anaknya.
"adel sayang... nih mamah bawain kamu buah, kamu harus banyak banyak makan buah ya sayang, itu baik untuk anak kamu" ucap kinar
"iya mah.. makasih ya" ucap adel
"iya sayang... kamu jangan terlalu capek capek ya, jaga pola makan kamu.. mamah gak nantinya kamu dan cucu mamah kenapa kenapa" kata kinar tersenyum.
"iya mah, adel selalu inget kok pesan mama sama mamah, adel bakal jaga diri dan juga kandungan adel, oh ya mah , kok rumah sepi banget sihh?" tanya adel melihat sekeliling rumah sepi
"tadi varo gak tega bangunin kamu sayang, jadi dia biarin kamu tidur dulu, papah sama varo udah berangkat kerja pagi pagi. kalau vania sekolah" ucap kinar
"pantesan sepi... aku mau ke rumah mama key ya mah, kangen sama kenzo" ucap adel
"iya sayang, mamah gak bisa anter kamu, soalnya mau arisan sama tante sisil" kata kinar
"gpp kok mah.. aku sendiri aja, lagian ada supir juga kok" kata adel tersenyum,,
setelah berpamitan dengan mertuanya adel langsung memasuki mobil tanpa supir. karna adel ingin membawa mobilnya sendiri. tanpa pengetahuannya sang supir melaporkan jika adel tidak mau diantar dengannya pada varo.
__ADS_1
sedikit kesal dengan istrinya yang keras kepala, varo langsung menghubungi keyna meminta mertuanya agar menasehati adel. jika varo yang menasehati tidak akan mempan sama sekali.adel akan menangis karna hormon kehamilannya membuat istrinya cepat sekali menangis.
"huuuhhhh rasanya seneng banget bisa bebas kaya gini... untung aja kunci mobil aku gak dibawa varo" kata adel tersenyum sambil mengendarai mobilnya,
dddrrrrrtttt....ddrrrttttt
ponsel adel terus bebunyi... varo yang sedari tadi menelponnya, namun dengan sengaja adel tidak mengangkat telpon suaminya itu. karna tau jika varo akan mengomel dengannya karna membawa mobil sendiri.
sampainya di rumah keyna sudah menyambut adel di depan dengam bermain bersama kenzo.
"assalamualaikum mah.. ade" ucap adel merentangkan tangannya pada kenzo
"aka...." kenzo berlari memeluk adel
"ade juga sama kaka kan ya.... setiap malam maunya tidur ada kaka juga, sampe sampe papah bohongin terus bakal ajak ke rumah kamu del" ucap keyna
"issshhh kenapa gak dianter sih ma... kasian kan dibohongin terus" kata adel mengusap kepala kenzo
"mama... ade laper" ucap kenzo dengan wajah polosnya
"ya udah yuk... kita masuk terus makan sama sama" kata keyna mengajak kenzo dan juga adel ke dalam rumah.
__ADS_1
di dalam sudah tersaji makanan kesukaan kenzo dan juga adel, setiap hari doni menyuruh keyna untuk memasak kesukaan adel, agar merasakan keberadaan adel dirumah.
"wahhhhhh padahal adel baru makan loh ma... tapi liat masakan mama buat adel laper lagi" ucap adel cengengesan
"ya udah kamu makan lagi sayang... habis makan jangan lupa kamu makan buah juga" kata keyna
"iya ma... ya udah ade mau kaka suapin gak?" tanya adel. dan kenzo menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.
"kaka gak tau ya... kalau ade sekarang gak mau disuapin, mintanya makan sendiri terus" kata keyna tersenyum
"ade udah ngerasa besar ya ma... hahahaha" adel tertawa
dikantor varo sedang rapat dengan para karyawannya untuk membahas ulang tahun kantor yang akan segera direncanakan bulan ini.
"bob... apa ada rapat lagi selain ini?" tanya varo pada asistennya
"tidak ada pak... hanya saja bapak harus menandatangani berkas yang sudah saya siapkam di meja kerja anda" ucap bobby
"jangan terlalu formal bob... bersikap biasa saja jika kita berdua" ucap varo
"baik pak" kata bobby
__ADS_1
bobby adalah asisten yang sengaja varo pilih untuk membantunya dalam pekerjaan, sengaja varo tidak ingin memiliki sekretaris karna permintaan sang istri. katanya tidak mau jika varo akan terpincut dengan wanita seksi. padahal sekretaris tidak harus pria bukan..