ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
3 CEO TAMPAN


__ADS_3

Pulang sekolah varo mengantar adel pulang ke rumahnya agar bisa langsung beristirahat.


"Jaga kesehatanmu" ucap varo mengelus pucuk kepala adel


"Iya... Kamu pulang gih, jangan keluyuran" ucap adel tersenyum


Varo tersenyum gemas pada adel "Perhatian banget pacarku"


Lain halnya di tempat yang berbeda, 3 ceo tampan yang sudah tidak muda lagi sedang berdiskusi di sebuah ruangan. Walaupun mereka sudah jarang berkumpul, tapi komunikasi masih berjalan terus, mereka juga selalu menanyakan kabar anak anak mereka.


"Bagaimana?" tanya kenan


"Sudah gue duga... Akan ada yang muncul lagi menjadi pengganggu hidup anak gue" ucap doni dingin


"Bukannya anak gue sudah memberi pelajaran dengan wanita itu" ucap vano


"Lo juga sudah bikin keluarganya hancur... Dalam sekejap don, siapa lagi yang bakal ganggu adel?" tanya kenan


"Wanita ini lebih berbahaya... Gue harus lebih mengawasi adel.. Walaupun varo ada di dekatnya.. Itu belum tentu aman... Karna varo tidak mungkin selalu bersama adel" ucap doni


"Maaf aku terlambat..." varo yang baru datang langsung menyalami ke 3 orang itu. Siapa lagi kalau bukan kenan, doni, vano


"Dari mana saja... Papah sudah menunggu lama" marah vano


"Aku menemani adel pah... Antar dia pulang dulu" ucap varo


"Lo jangan marahin mantu gue lo...." doni mengeplak kepala vano


"Sakit...woy" seru vano


"Ya elah... Urus ini dulu masalah, malah ribut ,inget umur" gerutu kenan


"Bagaimana dengan adel?" tanya doni pada varo

__ADS_1


"Seperti yang aku bilang sama om... Aku rasa ada yang ingin mencari gara gara denganku" ucap varo dingin


"Bunuh saja" perintah vano pada anaknya


"Sembarang lo... Nyuruh anak main bunuh aja" ucap kenan


"Papah mau aku dipenjara?" sinis varo


"Gpp... Nanti juga bebas" enteng vano


"Ck... Bapak durhaka lo" ucap doni


"Saatnya serius..." ucap vano


"Apa yang bakal kamu lakukan sekarang untuk melindungi adel?" tanya vano


"Aku bakal lihat dulu.. Sejauh mana orang itu berani melukai gadisku" ucap varo mengepalkan tangannya.


"Kamu memang keturunan papah nak..." vano menepuk punggung varo


"Hahahahahaha... Kamu lebih cocok jadi anak papi var" ujar kenan


"Iya pi... Papah gak pernah sayang aku" ucap varo


"Kamu bakal jadi mantu om... Mending pilih om dari pada 2 koplak itu" sambung doni


"Serius woiiii serius..." ujar kenan


"Apa om tau siapa yang mencoba melukai adel?" tanya varo


"Jangan tanya... Doni pasti tau var" sahut vano


"Namanya zean... Dia adalah sepupu dari erina, dia sedikit lebih berani melakukan sesuatu bahkan bisa membunuh... Di usianya yang masih muda ini, dia sudah pernah membunuh orang... Bisa dibilang di adalah psycho" ucap doni

__ADS_1


Varo menelan saliva mendengar cerita doni...


itu tandanya adel dalam bahayakah...


"Kenapa wanita itu mengincar adel om?" tanya varo penasaran


"Dia adalah sepupu dari wanita yang kamu siksa" ucap doni


"Dia sepupu erin?... Itu artinya dia ingin balas dendam" kata varo


"Iya benar... Papah akan menyuruh seseorang mengawasi kamu dan adel dari jauh


"Om juga sudah mengirim seseorang mengintai musuh dan juga menjaga adel" ucap doni


"Papi santai saja... Tinggal nunggu beres" kata kenan


"Ingat varo... Kamu jangan gegabah mengambil keputusan... Ikuti semua apa yang om suruh" ucap doni tegas


"Jangan kasih ampun jika kamu berkesempatan menyiksanya... Jangan biarkan dia hidup... Seperti wanita sebelumnya... Papah sudah bilang untuk kau menghabisi siapapun yang berani menghancurkan hidupmu atau mengusik ketenanganmu" ujar vano


"jangan ikutin perintah papahmu... kalau musuh melakukan hal yang diluar batas.. baru kau boleh membunuhnya" ucap kenan


"Apa aku boleh membereskan yudan om?" tanya varo ke doni


"Yudan bukanlah orang yang harus kau musnahkan... Dia akan mundur perlahan dengan sendirinya" ucap doni


"Baiklah.., aku pamit pulang dulu.. Mamah sudah menelpon sedari tadi" kata varo


"Mamahmu memang berlebihan.." kikik vano


"Gitu gitu istri loh ****" ucap kenan


"Hati hati dijalan.. Salam buat kinar" ucap doni

__ADS_1


Varopun pergi meninggalkan ke 3 pria tersebut untuk pulang ke rumah. Mamahnya sudah begitu bawel agar menyuruhnya pulang cepat.


Kinar memang selalu posesif terhadap anak anaknya... Tidak mau jika anaknya masuk ke pergaulan yang bebas.


__ADS_2