
Malam harinya keluarga vano dan juga kenan sudah berada di rumah sakit, mereka akan membicarakan soal pernikahan putra dan putri dan vano dan juga doni, para orang tua sangat ingin pernikahan anak mereka begitu megah namun adel ingin pernikahan yang sederhana dan tertutup, alasannya tentu saja karna dia masih di bawah umur, dan tidak ingin nikah sekolahnya tau dia sudah menikah ,walaupun itu adalah sekolah milik keluarga varo.
"Kalau pernikahan kita tertutup mana mungkin banyak yang tau jika kamu milik aku sayang" gerutu varo
"Kita bisa melakukan resepsi dengan mewah nantinya... Setelah aku lulus sekolah" ucap adel
"Tapi....." ucap varo terputus
"Iya atau gak jadi nikah sama sekali" ancam adel
"Amazing adel... Om suka gayamu, i lope you pul" ucap kenan memberikan kedua jempolnya
"Iya del... Lawan terussss" sambung jasmin
"Papi sama jasmin bisa diem gak" sentak varo
"Gimana var?" tanya adel
"Oke aku turutin apa kata kamu... Yang penting sah" sahut varo
"Kayaknya bakal ada suami takut istri kedua nih..." sindir doni melirik ke arah vano
"Ngapa lo liatin gue" vano yang merasa ucapan doni untuknya
"Eh..... Gpp kok calon besan" ucap doni cengengesan
"Pah... Berarti nanti kak adel bakal tinggal di rumah kita dong ya" ucap vania
"Iya sayang..." sahut kinar
"Gak... Aku sama adel bakal tinggal di rumah baruku" ucap varo
__ADS_1
"Rumah belom jadi aja sok mau di tinggali... Bayar dulu sini cicilan" kata vano tersenyum licik
Varo langsung gelagapan mendengar kata kata sang papa, apa lagi di ruangan tersebut ada doni calon mertuanya, mau di taruh dimana mukanya jika ketauan ngutang.
"Apaan sih pah, cicilan apaan lagi, jangan ngarang" elak varo menatap tajam sang papah
"Sudah sudah kasian calon mantuku wajahnya sudah memerah menahan malu" ucap doni
"Lalu bagaimana dengan pernikahan mereka, kapan baiknya?" tanya keyna
"Menurutku sih sebulan setelah adel keluar dari rumah sakit, walaupun mereka mengadakan ijab qabul doang tapi itu juga butuh persiapan" ucap kinar
"Iya aku setuju..." sahut keyna
"Ishhhh tante... Mamah, masa adel sa bang varo mau nikah, jasmin juga mau dong" ucap jasmin memanyukan bibirnya
"Suruh gih arka lamar kamu min" celetuk adel terkikik geli
"No..... Papi belum setuju, kenalin dulu sama papi, biar papi tes cocok apa gak jadi mantu" ucap kenan
"Dikira lowongan pekerjaan kali" sahut sisil
"Iya dong mi... Papi gak mau kalau putri kita ini dapet jodoh yang gak karuan nantinya" seru kenan
Adel yang diam melihat perdebatan keluarga di depannya ini... Jika dia sudah nikah dengan varo, pastinya kehidupannya akan bahagia karna memiliki keluarga yang harmonis dan juga mertua yang baik seperti vano dna kinar
"Jangan melamun sayang" bisik varo
"Gak kok... Aku lagi mikir aja ,kalau aku beruntung nantinya nikah sama kamu dan punya mertua kaya mamah papah kamu" ucpa adel tersenyum
"Iya sayangku... Aku jamin itu, keluarga kita akan bahagia ,sebulan lagi kita akan sah jadi suami istri, aku udah gak sabar"
__ADS_1
"Calon manten jangan bisik bisik bisa?" sindir doni menyenggol lengan putrinya yang sudah malu
"Apaan sih papa..." ucap adel
"Hahahaha... Udah jangan goda adel kasian, karna kita sudah sepakat berarti vano gak boleh ketemu adel sampao hari H dulu ya... Dari sekarang" ucap kinar berbohong untuk mengerjai anaknya.
"Mana begitu mah... Masa sebulan sih, lebih malah... Varo gak mau" ucap varo menolak keras
"Iya kok gitu sih tante.. Kan adel sama varo 1 sekolah" sahut adel yang juga menolak
"Iya gpp... Mama pengen aja praturan baru" ucap kinar
"Jangan sebulan mah... Setahun kalau perlu biar bang varo gila" timpal jasmin tertawa keras
"Jasmin jaga sikap" ucap sisil menatap anaknya itu
"Heheh maaf mi"
Adel dan varo sudah kesal dan tidak mau jika mereka harus tidak bertemu selama sebulan...
"Jangan sebulan dong tante... Seminggy aja ya deket hari H, biasanya juga gitu kan" ucap adel
"Gak ada seminggu juga... Aku gak mau"
"Ya udah gak usah nikah" sahut kinar
Varo hanya melebarkan matanya dan mulutny terbuka...
Semua yang melihat itu langsung tertawa... Benar benar bucin si varo, terlalu cinta sampai gak bisa hidup tanpa adel.
Mungkin banyak yang menilai bahwa mereka masih terlalu muda untuk menikah... Apa lagi masih sekolah, tapi itulah cinta, karna rasa takut untuk kehilangan.
__ADS_1