ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
i love you so much


__ADS_3

Dokter keluar dengan bercucuran keringan... Membuka maskernya dan menatap semua yang berada di luar ruangan oprasi.


"Gimana oprasinya dok?" tanya kenan mewakili pertanyaan semuanya


"Alhamdulillah oprasinya lancar... Luka tusuk yang dialami pasien tidak terlalu dalam, tapi mungkin setelah siuman ini.. Pasian akan mengalami trauma yang cukup serius, karna sedari tadi di alam bawah sadarnya pasien seperti gelisah dan mengeluarkan air mata, dari lebam dan sayatan yang saya lihat.. Sepertinya itu sebuah penyiksaan" ucap dokter, untung sayatan di wajahnya tidka terlalu dalam jadi kemungkinan bisa kami obati dan kulitnya bisa kembali seperti semula.


"Anak saya diculik dokter... Bagaimana kondisinya?" tanya doni


"Kondisinya masih belum sadarkan diri... Kami akan memindahkan pasien keruangan rawat... Saya minta jangan ada terlalu banyak pengunjung di ruangannya... Agar pasien bisa beristirahat" ucap sang dokter


"Baik dokter"


Doni dan yang lainnya bernafas lega... Dan keyna yang tadinya terkeju hingga pingsan juga merasa sedikit tenang dengan kondisi putrinya.


Adel dikeluarkan dari ruang oprasi.. Dengan selang infus tangannya, dan alat bantu pernafasan.


Wajahnya yang pucat dan wajahnya yang di lapisi perban karna luka luka sayatan juga lebam.


Keyna tak kuasa menahan tangisnya melihat adel dalam kondisi seperti itu.


"Aku akan merawat putriku sampai sembuh dok" ucap keyna

__ADS_1


"Baik dokter keyna... Kami akan membawanya ke ruang rawat dulu"


Adel di pindahkan ke ruang rawan vip... Agar mendapkan fasilitas yang mewah disana.


"Van.. Ken ,sebaiknya kalian pulang.. Kasian kinar dan jiga sisil di rumah" ujar doni


"Kamu juga var... Pulang dulu ,ganti bajumu" ucap doni menatap varo iba


"Tidak... Aku akan disini sampai adel sadar pa" ucap varo menolak pulang


"Kau harus sekolah var... Nanti kau kesini setelah pulang sekolah"


"Iya benar kata doni... Papah gak mau kamu jadi malas var, mamahmu pasti hawatir juga" ucap vano


Varo tak bergeming...


"Aku masuk ke dalam dulu... Aku mau lihat adel sebelum pulang" kata varo di angguki yang lainnya


Dikamar rawat sedang ada keyna yang duduk di samping adel...


"Mama... Varo mau ngomong sama adel" ucap varo melihat keyna menatap adel sendu

__ADS_1


"Baiklah... Mama keluar dulu" ucap keyna memberi ruang untuk varo


"Makasih ma" ucap varo tersenyum


Varo langsung mendekati brankar adel dengan menatap sendu kekasihnya itu.


"Sayang.... Aku disini, bangun" lirih adel mengenggam tangan adel. Menciumnya lama.


Dan lagi lagi varo tidak bisa menahan tangisnya di dekat adel. Air matanya jatuh begitu saja melihat adel belum sadarkan diri dengan alat bantu pernapasan.


"Maafin aku yangg.. Maafin aku" ucap varo masih dengan mencium tangan adel


"Jangan siksa aku kaya gini yangg... Kamu harus sembuh, aku janji saat kamu keluar dari rumah sakit.. Kita nikah ya, kita nikah sayang, terus nanti aku bakal nemenin kamu setiap hari, kamu masakin aku, temenin aku ngobrol.. Tidur bareng, iya kan yangg, kita bakal bahagia sayang... Bangun adel hiks..hiks, aku mohon bangun del" varo menangis sesegukan.


"Varo" panggil seseorang yang tak lain adalah vano papahnya sendiri.


"Sebentar lagi pah..." ucap varo lirih tanpa melihat ke arah sang papah


"Besok kamu kesini lagi var..., kamu harus sekolah" ucap vano


"Iya pa..." ucap varo beranjak dari tempat duduknya lalu mencium kening adel lama

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya sayang, besok aku datang lagi... I love you so much" bisik varo di telinga adel


__ADS_2