
"Jasmin bangun...." teriak sisil yang berusaha membangunkan anak gadisnya itu.
"Jasmin..., kamu itu anak gadis biasakan bangun pagi" omel sisil
"Hmmmmmm... Apaan sih mi, ini hari libur... jasmin ngantuk banget" ucap jasmin dengan suara purau
"Bentar lagi adik kamu datang... Cepat bangun"
"Iya iya mi... Bawel deh" gerutu jasmin
"Mami tunggu dibawah, awas kamu gak turun" ancam sisil
"Iya"
Dengan sedikit jengkel sisil keluar dsri kamar jasmin anak pertamanya.. Hari ini adalah kepulangan anak kedua kenan dan sisil, karna libur sekolah.
"Asslamualaikum.." teriak vano yang baru datang
"Pelan pelan pah, gak pake teriak juga" tegur kinar pada sang suami
"Udah biasa mah..." sahut vano
"Urat malu papah udah putus kali mah" sambung varo
"Abang bisa aja kalau jawab" vania cekikikan
"Kalian pagi pagi udah buat onar aja... Inget ini bukan rumah kita..varo, vania... Jaga sikap" tegur kinar
"Jangan dengerin mamah kalian... Anggap aja ini rumah sendiri" sahut sisil yang menghampiri keluarga iparnya.
"Sil... Udah deh, biar mereka gak berisik" ujar kinar
"Tau tuh mi... Mamah galak pagi pagi, lagi PMS kali" ucap varo
"Kenan belum datang sil?" tanya vano
"Belum.. Masih di jalan" kata sisil
"Kak Jasmin mana mi?" tanya vania
"Lagi mandi sayang... Kamu ke kamarnya aja gih sana" ucap sisil tersenyum. Vania langsung berlari ke kamar jasmin
__ADS_1
"Kenapa papi gak bilang mau jemput galang mi... Aku bisa jemput juga" ucap varo
"Mau ngajak kamu keburu papi kenan telat jemput galang... Kamu dandannya lama" sahut vano
"Gak usah cari ribut pah..." sinis varo
"Bang..." kinar menggelengkan kepala ke arah anaknya
"Iya iya.." varo sangat tau kalau mamanya sudah memanggil seperti itu tandanya bahaya.
"Abang di sekolah sama di rumah beda banget ya..." celetuk sisil
"Beda gimana mi?, abang gak bisa berubah.. Gak punya kekuatan" sahut varo
"Jasmin cerita abang kalau disekolah dingin sama orang kecuali sahabat sahabat abang"
"Emang bener begitu sil, mangkanya dia cuma punya temen tuyul 2 itu arka sama zaki" sambung kinar
"Aku gak mau temenan sama banyak orang, banyak yang bermuka 2" ucap varo
"Kayak temen bang varo gak bermuka 2 aja" sahut jasmin yang baru selesai dengan ritual cantik.
"Diem lo... Nyaut aja" kata varo
"Gimana sama adel?" Tanya kinar pada varo
"Jangan ditanya mah... Bang varo terlalu alay... Kemana kemana ngikut bucin banget" sahut jasmin menyela
"Diem lo... Yang ditanya gue, ngapa lo yang jawab" sinis varo
"Biarinlah wleee" ewer jasmin
"Aku jemput adel dulu mah..mi, ajak dia kesini" ucap varo
"Serius bang.. Adel kesini?" Tanya jasmin
"Jasmin... Lo itu ya, cewek bar bar banget... Nyaut mulu" kata varo
Kinar dan sisil hanya geleng kepala melihat komunikasi anak anak mereka.
Setelah perdebatan panjangnya dengan sepupu gilanya, varo pergi ke rumah adel untuk menjemput sang kekasih.
__ADS_1
Ting...nong....
Tak lama mama adel membukakan pintunya untuk varo.
"Eh varo... Ayo masuk" ajak keyna pada varo
"Adel mana tan... Varo mau jemput dia" ucap varo yang duduk di ruang tamu
"Adel lagi dikamar... Bentar lagi turun kok" sahut keyna
"Siapa ma..." Tanya doni
"Varo pa... Nyari adel" jawab keyna tersenyum
"Mau kemana ngajak adel?" Tanya doni dingin
"papa temenin varo dulu ya.. mama mau lanjutin masak" ucap keyna
"iya sayang" sahut doni
"kamu belum jawab pertanyaan om var" ucap doni
"Ma...mau ke rumah papi kenan om" sahut varo gugup
Kenapa om doni liat gue gitu banget ya...
"Om mau bicara sama kamu" ucap doni
"Bicara apa om?" Tanya varo penasaran
"Ikut om.. Keruang kerja" ucap doni berjalan keruangan kerjanya diikuti varo
"Ada apa om... Kok kita ngomong disini?" Tanya varo
"Kamu serius sama anak om var?" Tanya doni masih mode tenang
"Se...serius om"
"Sejak kapan kamu suka sama adel?, dan kenapa bisa suka sama anak om?" Tanya doni mengintrogasi
"Sejak pertama ketemu adel om... Aku suka karna dia beda dari yang lain" ucap varo sedikit gugup
__ADS_1
"Benar begitu?... Bukan karna hal lain?" Tanya doni
"Ma...maksud om apa" varo merasa ada yang tidak beres dengan ucapan ucapan papa adel kepadanya.