
varo tidak mengikuti pelajaran di kelasnya.. ia memilih bolos dan berdiam di markas tempat biasa dia dan dkk berkumpul jika bolos sekolah. disana juga sudah ada arka dan zaki yang menyusul varo.
mereka melihat raut wajah varo yang mengenaskan, pakaian berantakan ,rambut acak acakan.
"ada apa denganmu var.. kenapa kau seperti pemulung begini" ucap zaki jujur. malah kelewat jujur
"parah lo... ngatain sahabat kaya pemulung" ucap arka
"gue pisah sama adel" lirih varo menundukan kepalanya
"hah..." zaki dan arka spontan terkejut dengan mulut terbuka
"mangap ngapa" ucap varo menyadarkan sahabatnya itu
"kita syok bro" ucap zaki melirik arka yang masih mematung
"kok bisa var" tanya arka
"dia gak percaya sama gue... dia ngira gue beneran pacaran sama zean, dan gara gara gue gak jemput dia tadi.. dia ngira gue jemput zean" ucap varo
"lo seriusan var... putus sama adel, gak bohong?" zaki masih tidak percaya dengan ucapan varo
"iya gue rada gak percaya... pasalnya lo cinta mati sama adel, dan ngebet nikah, ya kali lo terima putus gitu aja" ucap arka
"sial.... ni sahabat 2 kenapa pinternya nongol sekarang sih, gak boleh gagal" batin varo
"lo ngapa diem?" tanya zaki merasa curiga
__ADS_1
"huuhhhh... gue serius, gue udah mohon mohon sama dia buat gak putus, tapi dia nolak" lirih varo mengacak rambutnya frustasi
arka dan zaki saling melirik....
"sabar bro... jodoh gak kemana" ucap arka
"gue harus gimana bro" tanya varo
"kita coba nanti bicara sama adel bro" sahut zaki yang tak tega melihat wajah frustasi varo
jam istirahat sekolah... adel berdiam diri di kelas tanpa berniat ke kantin untuk makan. rasanya begitu malas, walaupun putusnya dengan varo hanya berpura pura... namun tetap saja adel merasa seperti patah hati sungguhan.
varo yang melihat adel tidak ikut ke kantin bareng jasmin dan mira menjadi hawatir..
"kalian hanua berdua?" tanya varo
"tidak, gue hanya bertanya" sahut varo cuek
"pada dasarnya playboy.. tetap saja playboy" sindir mira
"lo nyindir gue?" varo menatap mira tajam
"lo ngerasa tersindir?... heh berarti lo emang seperti itu, gue bersyukur adel putus dari laki laki kaya lo" sinis mira
"beb.. sudah, kamu makan dulu nih" zaki mencairkan suasana... ia tidak mau jika mira membuat varo emosi nantinya
"haiii..." zean datang langsung duduk di samping varo
__ADS_1
"ngapain lo disini" jasmin merasa emosi melihat zean
"gue kesini karna ada pacar gue" jawab zean
"cih... jijik gue" sahut mira sinis
"bisa diem gak sih...berisik kalian" teriak varo menatap seluruh temannya
"mereka yang duluan kok" ucap zean
"lo makan dulu..., bentar lagi masuk" ucap varo membuat semua temen tak percaya
"makasih beby" ucap zean tersenyum miring menatap semua temen temen adel dan varo
"wanita licik" gumam zaki
"cih.... senyumnya menjijikan" gerutu arka
"gue gak selera makan... permisi" jasmin menarik mira pergi dari meja kantin
mereka berdua begitu kesal melihat varo yang begitu perhatian dengan zean.
"kasian adel... varo sialan.. brengsek" umpat mira menghentakan kakinya dengan kesal
"gue harus cerita ini sama vania dan mamah kinar" ucap jasmin
"harus... biar si vania cakar cakar tuh muka varo"
__ADS_1
"lo bener mir... gue bakal amukin dia di rumah, awas aja kalau sampe dia pacaran beneran sama zean" ucap jasmin