
Sesuai ucapan varo, ia memberi pelajaran pada erin. Sengaja menyuruh erin datang kesekolah pagi pagi. Tentu saja erim yang tergila gila dengan varo tidak akan menyia nyiakan kesempatan.
Digudang belakang sekolah erin sudah datang untunk menemui varo.
"Varo... Aku udah dateng, kamu dimana beby." teriak erin
Ceklek....
Varo mengunci pintu gudang dan berjalan ke arah erin.
"Sudah lama..?" tanya varo tersenyum penuh arti
"Aku baru dateng kok beby... Kamu kenapa ngajak ketemu disini sih.. Kan sepi" ucap erin memeluk manja varo
"Aku kangen kamu.." bisik varo di telinga erin
Wajah erin merah merona... Ia begitu senang karna varo balik lagi kepadanya.
"Akhirnya kamu sadar beby... Aku yakin kamu masih sayang sama aku kan... Adel itu bukan tipe kamu banget, aku yakin itu" ucap erin
"Kamu duduk disini deh.." ucap varo menyediakan sebuah kursi pada erin
"Kamu tau banget aku pengen duduk" erin tersenyum senang
Tanpa curiga erin duduk di kursi itu, lalu varo mengikatnya dengan cepat, melingkarkan tali ke tubuh erin dengan kuat, sampai sampai erin merasa kesakitan.
"Var... A...apa yang kamu lakuin" ucap erin gugup
"Rileks aja beby... Kamu bakal dapat hadiah dari aku" varo tersenyum mengerikan membuat erin takut
"Var sakit... Lepasin aku" rengek erin.
"Cih... Jangan pernah lo merengek manja ke gue" sinis varo
__ADS_1
"Gara gara lo adel marah sama gue.. Lo sama aja sama yudan berengsek itu, kalau kalian gak hadir di hidup gue.. Adel gak akan putusin gue" teriak varo
Erin menggeleng" varo... Ada aku, kalau cewek murahan itu gak mau sama kamu.. Aku siap ada buat lamu beby" ucap erin
"Gue gak mau sama lo..., jangan pernah bilang cewek gue murahan... Lo lebih murah" bentak varo
"Denger gue baik baik erin... Kalau sampe lo masih ganggu hubungan gue... Foto foti dan video ini bakal gue sebar ke seluruh sekolah" ancam varo
Tubuh erin menengang, rasa takut mulai menjalar ,keringat dingin mulai muncul.
"Ja...jangan var, aku mohon jangan," mohon erin yang sudah menangis
Foto foto erin bersama beberapa pria yang cocok menjadi ayahnya sedang minum di sebuah club ,dan video bercinta erin di sebuah hotel dengan beberapa pria yang berbeda
"Husssttttt.... Jangan nangis di depan gue... Kenapa?, karna gue gak akan merasa kasian sama cewek kaya lo..." varo tertawa keras
PLAK...
PLAK...
"Itu buat hubungan gue yang lo bikin rusak
PLAK...
"Itu buat air mata adel yang keluar karna lo cium gue"
Pipi erin sudah memerah karna tamparan varo.
Kalau lo mau aman, pergi dari sekolah ini kalau perlu dari kota ini, jangan pernah nunjukin wajah menjijikan lo di hadapan gue ataupun adel lagi... Kalau gak, bukan hanya lo yang hancur ,tapi orang tua lo gue buat hancur" ancam varo
Erin hanya bisa menangis menahan sakit di sekujur tubuhnya juga pipinya yang merah dan sudut bibirnya berdarah
Varo melepas ikatan erin lalu pergi dari gudang itu meninggalkan erin yang terluka.
__ADS_1
®®®
"Del lo liat varo gak?" tanya arka
"Ngapain nanya tuh orang sama adel... Denger ya, adel udah gak ada hubungan apapun sama temen lo itu" sinis mira
"Jangan galak galak mir" ucap zaki. Mira yang ditegur langsung diam
"Del..." sapa yudan
"Kak yudan..." adel tersenyum
"Kantin kan?" tanya yudan
"Yuk bareng kak... Guys kalian mau ikut gak?" tanya adel
"Duluan aja dulu del" sahut jasmin
adel berjalan disamping yudan menuju kantin..
"Kalau varo tau bisa perang lagi tuh" ucap zaki
"Mereka udah putus... Dia gak berhak marah" omel jasmin
"Varo gak salah sepenuhnya min, gue liat dari awal kejadiannya kok" arka berusaha membela varo
"Lo berdua temennya.. Pastilah bela dia, mungkin yang di dalam sekolah emang erin salah... Tapi yang diparkiran...? Apa kalian masih bisa bela?" tanya jasmin
Arka dan zaki di buat skak oleh jasmin, dari cerita yang mereka dengar dari varo. Dia sengaja membiarkan erin mencium lehernya dan meninggalkan tanda kissmark, agar adel merasakan cemburu.. Itulah kesalahan varo.
"Diem kan lo" ucap mira sinis
"Mangaknya nasehatin tuh temen lo... Suruh Tobat jadi playboy" ucap jasmin
__ADS_1