ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
antara senang dan sedih


__ADS_3

"varo ini........" ucap adel menatap varo dengan lekat


"iya sayang, itu adalah hasilnya..., suamimu ini tidak terlalu pintar untuk masuk universitas luar negri.. mungkin allah ingin aku selalu dekat dengan istriku, apa lagi kita baru saja menikah" ucap varo tersenyum lembut pada adel


"var.... jadi kamu gak lulus tes disana?" tanya adel yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"ya allah sayang... jangan melihatku kaya gitu, aku gak pinter buat kuliah disana sayang.. tau sendiri nilaiku gak gede gede  amat, lagipula aku juga sudah duga bakal gak lolos" ucap varo bersikap seperti biasa


"kamu gak ada sedih sediihnya var?... kan kamu udah tekad banget mau kuliah disana demi masa depan.." kata adel


"sayang.... dengerin aku ya, awalnya berfikir kalau diterima ya aku berangkat, kalau gak ya gak berangkat.. aku bakal lanjut disini sama zaki dan arka.. sekalian aku kerja diperusahaan papah"


"tapi bukannya kamu yakin banget bakal kuliah disana...?, kamu gak rekayasa surat ini kan sayang?" tanya adel menyelidik


"hahahahahahaha...... " varo tertawa terbahak bahak sedangkan adel mengeryitkan keningnya merasa aneh


"kok malah ketawa sih, aku serius varo."


"kamu gemesin banget sih sayang.... dimanapun aku kuliah nantinya akan sama aja sayang, aku bakal nerusin usaha papah, aku gak kuliahpun tetep bakal bisa nafkahin kamu kok,"


"ck... sombong banget" ucap adel


"papah sama mamah apa tau soal ini?"tanya adel


"tau sayang.... mereka biasa aja kok, justru mamah malah bersyukur" kata varo

__ADS_1


adel hanya diam menatap varo, ada rasa senang sekaligus sedih di hati adel, senang karna varo akan tetap bersamanya... sedih karna varo tidak lulus tes, padahal ia tau jika varo sangat ingin bvelajar di luar negri.


"jangan berfikir yang aneh aneh sayang" ucap varo mengusap kepala adel


"kok kamu tau" tanya adel


"apapun yang kamu pikir di otak kecilmu itu aku tau" varo menoyor kening adel dengan telunjuknya


"aishhhhhh.... sakit var" rengek adel mengusap keningnya


"aduhh sakit ya sayang... maap maap sayang, sini sini aku cium dulu biar gak sakit lagi" kata varo mencium kening adel beberapa kali


adel tersipu malu dengan apa yang dilakukan varo padanya"apaan sih kamu...nyari kesempatan banget deh"


•••


zaki dan mira


kini zaki sedang berada di depan rumah kekasihnya yaitu mira... sedari tadi zaki mengetuk pintu rumah mira, namun tidak ada yang membuka pintu rumah,


"orang rumah pada bolot semua apa ya..."gumam zaki


karna kesalnya zaki menginrim pesan wa kepada mira agar membuka pintu rumahnya..., benar saja tak lama mira membuka pintu dan langsung mengomeli zaki..


"zaki.... kamu tuh ngapain diem mulu sih, pake acara chat segala lagi suruh bukain pintu, itu kan bel tinggal pencet bel aja susah banget..." kesal mira pada kekasihnya itu

__ADS_1


"astaga.. kenapa gue Oon banget sih... itu ada bel zaki ganteng" batinya


"iya maap beb... aku dari tadi ngetuk pintu tau, tanganku sakit beb" ucap zaki dengan menampilkan wajah sedihnya


'salah sendiri.. ada bel malah ketuk pintu, sampe lebaran monyet juga gak ada yang buka kali" kata mira sinis


"mana ada lebaran monyet sayang.... yang ada tuh ya lebaran idul fitri, idul adha... gak ada lebaran monyet sayang, hahaha ngaco deh kamu" ucap zaki


"asataga..." mira memijat pelipisnya, entah kenapa ia bisa menicintai zaki yang tingkat kepintarannya rendah


"siap itu mir?" tanya seserorang pria paruh baya


"ehhhh... ini pah temen mira"


"pacar om...eh bukan deh, aku calon masa depan mira om, kenalin saya zaki" mengulurkan tangannya dengan senyum terbaik yang zaki punya


"beneran pacar kamu mir" tanya papah mira


"hmmmm... iya pah pacar mira" sahut mira


"ganteng juga pacar kamu yang sekarang" kata papah mira membuat zaki melayang senang dan bahagia, karna baru kali ini ada yang bilang dirinnya ganteng.


"iya pah..." mira menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"ayo ,masuk zaki... " ajak papah mira

__ADS_1


__ADS_2