
"hueeekkk"
"huekkk"
"sayang kamu gpp kan?" tanya varo yang begitu hawatir melihat wajah adel yang begitu pucat
"aku juga gak tau yangg.. kepala aku pusing banget, perut aku mual" kata adel lirih
"kita kerumah sakit ya sayang... aku gak tega liat kamu kaya gini"
"aku gak mau yangg... nanti juga sembuh kok, kamu bykannya ada rapat ya?, sana gih kerja dulu" ucap adel
"aku gak ke kantor aja deh... aku mau temenin kamu disini" ucap varo yang merasa tidak enak meninggalkan istrinya yang sedang sakit.
adel menghela nafasnya... "kan sudah kau bilang.. kalau aku, emmhhhh" adel berlari ke kamar mandi dengan membekap mulutnya.
rasa mual semakin menjadi, membuat adel pingsan dikamar mandi...itu membuat varo langsung panik dan membawa adel ke rumah sakit. keringat membanjiri pelipis adel, dengan pelan varo mengusap keringat istrinya itu.
"sayang, kamu kenapa?" gumam varo menatap sendu istrinya
"pak cepat sedikit.." perintah varo pada supir pribadinya
karna terlalu panik dengan kondisi adel, varo tidak semoat untuk menghubungi keluarganya, ia menyuruh pembantu rumah untuk memberi tau kepada keluarga jika adel di bawa ke rumah sakit.
sampainya di rumah sakit varo langsung membawa adel ke dokter pribadinya.. tidak perduli jika dokter tersebut sibuk atau apapun.. karna baginya istrinya sangat penting
BRAKKKK..
__ADS_1
"perikasa segera istriku.." ucap varo menatap tajam dokter pribadinya itu.
"sabar tuan varo... aku sedang ada pasien, anda bosa tunggu sebentar lagi" kata sang dokter
"aku tidak menerima penolakan apapun... periksa istri gue atau lo keluar dari rumah sakit ini" ucap varo mengancam. karna rumah sakit ini adalah milik dari papa mertuanya ardoni fadhil gerhana untuk mama mertua keyna.
"ba....baik tuan, silahkan baringan nona di brankar sana" ucapnya takut
dengan hati hati varo membaringkan adel di brankar yang tersedia di ruangan dokter tersebut..,
sedangkan keluarga doni dan vano yang menerima jika kabar jika adel masuk rumah skait langsung segera menyusulnya.
"bagaimana istriku dok" tanya varo
sang dokter menghela nafansya pelan "begini tuan, tapi hanya dugaan saya sementara, kalau istri anda kemungkinan sedang mengandung,.., tapi saya tidak berani menyimpulkan benar atau tidak, karna saya bukan ahli dalam kandungan tuan. untuk lebih jelasnya anda bisa membawa istri anda ke doketr kandungan disini" ucap sang dokter membuat varo terdiam seperti patung
"iya tuan.. itu fikiran saya" ucap dokter
dengan cepat varo membawa adel ke dokter kandungan yang sudah dihubungi oleh dokter pribadinya. adel sudah sadar dari pingsannya dan terkejut mendengar apa yang diceritakan oleh varo, bahwa dirinya sedang hamil saat ini.
"selamat tuan.. istri anda sedang mengandung, usia kandungan masih terbilang muda 1 bulan, dan saya mohon untuk menjaga istri anda agar tidak terlalu lelah dan setres. kehamilan awal snagta rentan dengan keguguran apa lagi usia istri anda juga masih muda, saya akan emmberikan resep obat dna juga vit yang harus anda konsumsi nyonya" ucap dokter kandungan itu dengan senyuman.
"aku hamil var..." ucap adel berkaca kaca
"iya sayang.... kita bakal jadi mama papa muda" ucap varo tersenyum memeluk adel
"emmmm dok saya mau tanya... kalau obat untuk menghilangkan mual apa bisa saya konsumsi?" tanya del
__ADS_1
"sebenarnya mual di usai kandungan nyonya saat ini sangat normal bagi ibu hamil... rata rata semua orang hamil mengalami yang namanya mual dan pusing, terutama mengidam, ibu hamil juga akan sedikit begitu sensitif dan juga perubahan hormon yang sangat drastis, jadi untuk tuan, jaga istri anda baik baik" ucap dokter
"baik dok... terimakasih banyak atas penjelasannya" ucap adel
"adelllllllllllll...." ucap seseorang yang masuk tanpa permisi itu
"papa.." panggil adel yang melihat anggota keluarganya di rumah sakit
"sayang kamu gpp kan...?" tanya keyna
"kok bisa pingsan sih del" kata kinar
"mah pah... kalian tenang dulu ya, kasian istri aku makin pusing kalau ditanya kaya gitu" kata varo
"kita hawatir dengan istrimu..." ucap vano
sang dokter hanya tersenyum melihat keluarga yang terlihat begitu harmonis ini...
"dokter sinta.." panggil keyna
"iya dokter key..." ucapnya
"jadi kamu yang periksa anak saya.. " ucap keyna
"benar dok... dan selamat anda akan menjadi oma muda " ucap sinta dokter yang memeriksa adel
semua yang ada di ruangan tersbeut terdiam... lalu bersorak senang mendengar keha,ilan adel penerus keluarga berikutnya.
__ADS_1