ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
rasanya mau pingsan


__ADS_3

malam harinya adel sedang berkumpul bersama orang tuanya doni dan keyna, adel selalu senang jika orang tuanya bisa berkumpul malam hari di runag keluarga... banyak hal yang bisa ia bicarakan dan ceritakan.. entah itu masalah disekolah dna kesehariannya saat liburan.


"papa sama mama gak balal pergi lagi kan?" tanya adel


"hmmm... rencana mama mau nemenin papa tugas di luar kota sayang" raut wajah adel langsung berubah masam.


"oh..." hanya itu yang adel ucapkan


doni dan keyna tersenyum melihat anaknya merajuk... mereka sangat tau kalau adel adalah anak yang selalu bisa mengerti keadaan... tapi doni juga tau anaknya ingin selalu memiliki waktu dengan orang tuanya.


"jangan cemberut princess... mama mu cuma bercanda , papa mama akan ada selalu di rumah setiap malam" ucpa doni


"serius pa..?" tanya adel


"serius sayang... maaf mama hanya ingin mengerjaimu" keyna memeluk putrinya


"adel sayang kalian" ucap adel tersenyum


"permisi tuan" ucap bi parmi pembantu rumah doni


"iya ada apa bi" tanya doni


"anu tuan... di luar ada den varo" kata bi parmi

__ADS_1


"varo bi?... kenapa gak disuruh masuk aja bi" ucap adel


"itu dia non... bibi sudah menyuruh den varo masuk... tapi dia malah menyuruh bibi panggil non adel keluar" sahut bi parmi


keyna dan doni merasa ada yang aneh... mereka pun keluar melihat apa yang diperbuat varo di luar rumah.


adel juga tak kalah penasaran... untuk apa varo malam malam datang ke rumahnya.


"astaga...." keyna menutup mulutnya melihat mobil mewah keluaran terbaru yang ingin dibeli doni minggu kemarin.


doni tersenyum" kamu tau aja om pengen mobil ini var.. makasih ya" ucap doni menepuk punggung varo


"jangan GR pa... ini untuk adel sebagai seserahan" ucap varo tersenyum melihat adel yang menganga di belakang keyna


"sayang... aku sudha buktiin kan?" tanya varo


"sesuai janji sayang... aku wujudin apa yang kamu mau... dan ini aku juga sudah ada rumah untuk kita" sahut varo menyerah surat surat rumah.


sebenarnya varo sudah memiliki rumah itu sejak lama...untuk masa depannya namun belum kelar.


"maksudnya apa?" tanya keyna masih bingung


"gini ma... adel janji sama varo ,kalau aku bisa lakuin keinginan dia, kita bakal nikah sehabis aku lulus sekolah" ucap varo

__ADS_1


"apa..." teriak doni dan keyna bersamaan.


"kamu jangan bercanda var... malam malam mau bikin om jantungan" ucap doni


"siapa yang bercanda sih pa... serius, tanya aja sama adel"


"del... bener kata kamu?" tanya keyna


"ma... adel tuh gak sengaja bilang gitu, gak tau juga kalau varo bakal serius lakuin ini" ucap adel


"kalau sudah begini mau gimana lagi.. kamu harus mau nikah sama varo walaupun kamu masih sekolah" ucap doni


adel merasa kemakan ucapannya sendiri...ia tidak ada alasan untuk menolak lagi.


"iya del.. mama setuju kata papa, kasian varo pasyi tabungannya ludes" ucap keyna


"ya elah... mama mertua tau banget sih" batin varo


"tapi gimana sama anak anak sekolah... kalau mereka mikir adel hamip gimana pa..ma" ucap adel


"gak akan sayang... kita rahasiain dulu ke temen temen sekolah...kecuali sahabat kita sayang" ucap varo


"papa mama kamu gimana?" tanya keyna

__ADS_1


"tenang ma, orang tua varo setuju banget" ucap varo. emang benar vano dan kinar sangat setuju dengan pernikahan muda anaknya ,malah menyuruhnya segera menikah


"ya allah... rasanya aku ingin pingsan sekarang juga


__ADS_2