ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
permintaan maaf varo


__ADS_3

"Jelaslah... Kita pernah deket dan hampir pacaran" ucap arka


"Udah.... Kalian kenapa sih malah ribut gini ,gue ke kantin buat makan... Bukan dengerin kalian berantem" teriak adel


------------------------------------


"Makan aja del... Jangan dengerin mereka ribut" ucap yudan tersenyum


"Iya kak..." adel mulai makan dengan diam


"Del ikut aku bentar.." ucap varo


"Maaf gue lagi makan" sahut adel dingin


"Pleas del... Aku mau ngomong" ucap varo


"Adel lagi makan... Kalau lo mau pergi ya pergi aja sendiri, jangan ajak orang yang lagi makan" sahut yudan


"Gue gak ngomong sama lo" sinis varo


"Ngikut aja lo" sambung zaki sinis


"Nyamuk... Mending pergi" sindir arka


Yudan yang mendengar sindiran sindiran itu mengepalkan tangannya...


"Harusnya kalian malu... Sudah bikin kecewa seorang wanita, tapi masih bisa muncul di hadapannya... Menjijikan, dimana rasa bersalah kalian... Tanpa malu kalian diam disini seperti tidak ada masalah sama sekali, bukannya berusaha minta maaf, tapi kalian solah melupakan apa yang lo semua lakuin sama adel" ucap yudan


"Kurangajar..." zaki menarik kerah baju yudan dan membogemnya.


"Astaga" pekik mira


"Zaki" teriak jasmin


"Ikut aku.." varo menarik adel pergi dari kantin


"Gue harus bantu yudan" ucap adel berusaha melepas tangan varo


"Itu pantas buat dia... Biarin" ucap varo dingin


Sampai di rooftop sekolah.. Adel langsung melepas cekalan tangan varo.


"Mau apa lagi lo..., belum puas dengan permainan lo itu hah" marah adel


"Dengerin aku del... Kamu harus percaya sama aku" ucap varo

__ADS_1


"Ucapan lo gak perlu gue percaya... Semua ucapan lo itu omong kosong" ketus adel


"Dengerin aku.. Okey ,jangan potong ucapan aku, dengerin" ucap varo menyuruh adel duduk di sebuah kursi kayu.


"Gue gak mau berurusan sama lo lagi.. Jadi pleas jangan ganggu gue" lirih adel sambil menyatukan tangannya memohon


"Gak... Kamu harus tetap dengerin aku del.. Aku serius sayang sama kamu, aku serius dengan hubungan kita" varo berjongkok di depan adel yang sedang duduk.


"Jadiin gue bahan taruhan lo?, apa itu bisa dibilang cinta?" tanya adel


"Aku tau... Itu kesalahan besar aku del, waktu itu aku setuju dengan taruhan yang dibuat zaki karna belum paham dengan perasaan aku yang sebenarnya sama kamu... Aku fikir aku cuma suka biasa dan itu bisa secepatnya... Tapi makin kesini aku semakin yakin sama hubungan kita del... Aku cinta sama kamu, aku akui kalau aku cowok yang brengsek, aku emang jahat sudah bikin kamu kecewa karna taruhan itu, aku nyesel del... Aku nyesel" varo menitikan air matanya, menunduk menggenggam tangan adel.


Varo menangis... Apa bener dia nangis karna aku.


"Maafin aku sayang... Maaf karna aku terlalu egois, aku gak mikirin prasaan kamu, kasih aku kesempatan del" mohon varo


Adel yang tak mampu menahan air matanya ikut menangis melihat varo menangis.


"Varo bangun... Lo ngapain sih kaya gini, lo itu cowok.. Ngapain nangis" ucap adel memaksa varo agar berdiri.


"Pleas maafin aku" lirih varo. Masih dengan posisi semula


Huuffhhh.. Adel menghela nafasnya "gue udah maafin lo" ucap adel


Varo langsung mendongakan kepalanya menatap adel..


"Gue maafin lo varo" ucap adel


"Makasih sayang... Makasih" varo memluk adel erat


Adel yang di peluk merasa hangat Tapi rasa kecewanya masih sama..


"Var udah... Gue sesak" kata adel meronta di pelukan varo


"Maaf... Aku terlalu seneng" ucap varo tersenyum


Adel yang melihat senyum varo merasa hatinya ikut bahagia, tanpa sengaja adel mengusap bekas air mata di wajah varo.


"Lo laki laki... Jangan cengeng karna cewek" ucap adel


"Aku kaya gini karna cinta del... Persetan sama kata kata cowok nangis itu banci..., aku gak peduli" kata varo


"Ya serah lo deh" ucap adel


"Jangan pake kata lo gue sayang... Kamu itu pacar aku" lirih varo

__ADS_1


"Aku belum bilang mau balikan sama kamu" kata adel


"Kita gak pernah putus" sentak varo


"Aku yang udah putusin kamu... Jadi terserah kamu mau atau gak.. Yang jelas aku udah bilang putus"


"Terus kenapa mau pake aku kamu lagi" goda varo menangkup kedua pipi adel


Astaga... Gue lupa lagi..


"Karna aku ngehargai kamu" ucap adel melepaskan tangan varo dari pipinya


"Pokonya kamu tetap pacar aku. Titik" kekeh varo


adel begitu kesla dengan sifat pemaksa varo... tapi sesuatu muncul di otaknya..


semoga dengan ini kamu bisa berubah... bisa membuktikan keseriusan kamu var


"Ada syaratnya" kata adel


"Syarat?... Apa?" tanya varo


"Kita gak usah komunikasi lewat hp selama sebulan... Setiap ketemu di sekolah anggap aja temen biasa..., jangan cerita ke siapapun selama sebulan ini kalau kita masih jalin hubungan... Gimana?"


"Gak mau... ,aku keberatan sayang" kata varo menatap tajam adel


"Ya udah gak usah balikan... Simple kan" kata adel yang sudah berdiri dari duduknya.


"Akhhh.... Gak ada syarat lain?" tanya varo


"Gak ada"


"Ayolah sayang... Aku gak bisa kaya gitu, sama aja kita kaya gak pacaran" ucap varo


"Cuma sebulan var... Bukan setahun" ucap adel


"Lama..." rengek varo


"Gak usah manja" kata adel


"Di sekolah kita tetap bisa ngobrol kan... Bisa makan sama sama kan?" tanya varo


"Masih... Tapi layaknya teman biasa" ucap adel


Dengan terpaksa varo menyetujui syarat dari adel..

__ADS_1


Aku bakal buat kamu gak bisa jauh dari aku sayang... Kamu sendiri yang bakal cari aku.. Liat aja


"Oke deh..." sahut varo sedikit kurang senang


__ADS_2