
Sampainya di rumah sakit... Adel langsung dibawa ke ruangan oprasi dengan cepat.
"Tolong selamatkan anak saya dok... Saya mohon selamatlan anak saya" doni memohon sambil terisak
"Saya akan melakukan sebaik mungkin menyelamatkan anak anda pak..."
Varo selalu menatap nanar ruang oprasinya dimana adel sedang berjuang melawan hidup dan matinya.
Varo tertunduk tak berdaya... Sedari tadi iya seperti tak bernyawa, diam membisu, pikirannya menjadi buntu. Doni melihat ke arah varo menjadi iba.
"Adel pasti selamat var" doni berusaha menguatkan varo. padahal ia juga sangat butuh dukungan saat ini
Tidak ada yang tau bagaimana hancurnya perasaan varo. Ia terlihat kacau, air matanya menetes karna rasa takut ,rasa bersalah dengan kekasihnya itu.
"Bertahanlah sayang... Jangan tinggalin aku.. Bertahanlah demi kami" batin varo menangis
"Kalian ngapain disini?" tanya keyna yang masih berjaga di rumah sakit. Ia niatnya akan pulang, namun langkahnya terhenti saat melihat suami serta sahabatnya sedang berdiam di depan ruang oprasi
Semua menatap keyna membeku... Terutama doni yang tau harus bebohong apa lagi.
"Sayang.." lirih doni menatap keyna dengan prasaan bersalah
"Astaga..." keyna menutup matanya saat melihat baju doni yang berlumuran darah
"Sayang duduklah dulu" pinta doni lirih
"Sebenernya ada apa... Kenapa baju kamu banyak darah pa ,siapa yang terluka" tanya keyna yang sudah berkaca kaca
"Sayang... Dengarkan aku baik baik" doni memegang kedua pundak keyna dan menatap mata keyna dengan menangis
"Adel....." ucap doni lirih
__ADS_1
"Adel?... Dia lagi di rumah temennya kan" ucap keyna masih belum mengerti
"Gak sayang... Gak, adel gak di rumah temennya" lirih doni
"Ma...maksud kamu"
"Adel ada di ruang oprasi ma... Adel sedang terluka parah" tangis doni pecah saat mengatakan itu pada istrinya
Keyna tak bisa berkata apapun... Air matanya jatuh begitu saja dengan derasnya antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan doni... Jadi inilah pertanda yang ia rasakan sedari tadi
"A....adel" keyna langsung pingsan di pelukan doni.
"Keyna" teriak kenan dan vano
"Biarkan... Mungkin dengan begini istriku bisa tenang" ucap doni mencium kening sang istri
varo benar benar tak kuat lagi melihat kesedihan doni serta keyna belum lagi uang lainnya jika tau soal ini..
"Mau kemana kamu?" tanya vano yang melihat sang putra begitu lemah
"Aku pergi sebentar pah" ucap varo berjalan gontai meninggalkan ruangan oprasi.
Varo berada di sebuah roftoop rumah sakit... Menyandar di pembatas rooftop dengan menekuk lututnya dan menangis tanpa bersuara.
Semua yang di alami adel adalah salahnya.. Karna dirinyalah adel berada di ambang kematian, andai saja varo tidak menyiksa erin saat itu... Semua tidak akan terjadi.. Zean tidak akan membalas dendam.. Dan menculik adel.
Tangis varo semakin pecah.
Varo tidak mau kehilangan adel.. Varo tidak mau mendengar berita buruk tentang adel... Dari itu ia memilih menyendiri.
Ia ingin menggantikan adel jika bisa.
__ADS_1
"Jangan tinggalkan aku sayang hiks..hiks" varo menangis hingga matanya begitu sembab. Biarlah ia dibilang cengeng ,pria lemah ,pria pengecut. varo tidak akan peduli sama sekali.
"Varo..." panggil vano yang sedari tadi mengikuti putranya dan melihat keterpurukan varo.
Varo memebuka matanya yang terpejam... Dan melihat sang papah memeluknya dengan sangat erat.
"Jangan seperti ini var, papah tau kamu hawatir, kamu merasa bersalah.. Tapi gak gini caranya... Harusnya kamu menemani adel disana.. Menunggunya" varo kembali menangis mendengar ucapan sang papah dan membalas pelukan vano tak kalah erat
"Semua salah varo pah... Varo gak bisa jagain adel pah"
Vano melepas pelukannya...
"Lihat papah varo" vano mengguncangkan bahu varo agar menatapnya
"Kamu harus kuat demi adel... Jangan lemah, jika kamu lemah maka adel juga akan ikut lemah" ucap vano
"Gimana keadaan adel pah, oprasinya lancarkan pah?" tanya varo yang penuh harap serta hawatir
Vano menghela nafasnya kuat kuat..
"Oprasinya belum selesai..."
"Papah pergilah... Kabari aku kalau oprasi adel sudah selesai" ucap varo
"Kamu harus disana juga var... Kamu harus menemani adel"
"Aku takut pah... Aku takut jika adel gak selamat, aku gak siap pah" ucap varo lirih
"Siap gak siap kamu harus tetap siap var... Hadapi ini dengan sabar.. Papah yakin adel wanita yang kuat, dia pasti bisa sembuh" ucap vano
Varo memeluk tubuh papahnya kembali dengan erat, sosok papahnya lah yang bisa menguatkannya sekarang..
__ADS_1
"Ayo kita balik kesana..." ajak vano