ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
kangen


__ADS_3

malam hari dengan pakaian serba hitam dan juga topi.. varo keluar dari rumahnya untuk melepas rindu dengan sang kekasih...


ia juga begitu hawatir karna adel tak kunjung membalas semua chat dan juga tidak mengangkat telponnya sedari tadi.


varo berniat pergi ke rumah adel untuk menemui gadisnya itu, di rumah semua sedang berkumpul di ruang tamu.. karna kenan baru saja datang dari rumah mertua... seperti biasa mengunjungi putranya yang bernama galang.


"semua... aku pergi" ucap varo


"kemana bang?" tanya kinar


"palingan kencan sama zean" ucap jasmin kelewat sinis


"gak boleh pergi abang" teriak vania


"udah punya yang baru toh.." ledek sisil


"apaan sih kalian... kepo banget, lo juga min... lemes amat" varo pergi keluar rumah tanpa menghiraukan teriakan vania dan juga yang lainnya.


kenan dan vano tentu saja hanya diam.. karna mereka sudah tau yang sebenarnya.


"bener bener playboy banget anak kamu pah" ucap kinar


"laki gak playboy itu gak jaman sayang... biarin aja udah" sahut vano


"dihhhh... masa anak playboy dibiarin" sambung sisil


"iya tuh papah vano... inget dong punya anak cewek juga" ucap jasmin tak mau kalah


"papi bilangin abang dong... jangan putus sama kak adel... vania kan mau belajar masak" rengek vania pada kenan

__ADS_1


"papi mau bilang apa coba... abangmu itu keras kepala... mungkin aja gak jodoh, gak baik maksa juga kan" ucap kenan


kinar berfikir sejenak.. benar yang dikatakan kakanya.. tidak baik memaksa varo untuk tetap bersama adel, apa lagi mereka masih muda.


"ya udah mamah gak mau paksa abang" ucap kinar


"mah... kok gitu" pekik jasmin


"tau nih mamah... padahal aku seneng mau punya kaka ipar kaya kak adel" ucap vania


•••


varo mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata rata... ia sudah tidak sabar bertemu dengan adel. cukup disekokah mereka diam dan terlihat acuh. varo benar benar gak sanggup.


tak lama sampailah ia di perkarangan rumah doni... dengan cepat varo keluar dari mobilnya .


ting..nong


"sayang..." teriak varo


"assalamualaikum yangg" ucap varo lagi


ceklek.....


doni yang membuka pintu langsung bersidekap dada... menyilangkan kakinya dan menyender.


"disini gak ada yang namanya sayang... atau yangg yangg pala lo peyang" ucap doni datar


"hehe... papa, selamat malam pa" sapa varo menggaruk tengkuknya yang tak gatal

__ADS_1


"mau ngapain kamu kesini malam malam?" tanya doni


"mau ngapel pa... kangen" ucap varo polos


"enak aja... ini sudah malam, emang bapakmu gak marah pergi malam malam gini" ucap doni


"ya ampun pa... ya kali papah marah, kan varo ke rumah calon istri, lagian aku juga udah gede pa" ucap varo


keyna yang melihat doni sedang berbicara dengan seseorang menjadi penasaran.


"siapa sih pa..." seru keyna mendekati doni


"nihh.. si kutu kupret" ucap doni menunjuk varo dengan dagunya


"varo... kenapa di luar ,ayo masuk" titah keyna


"iya ma, nih dari tadi papa gak ijinin masuk... ngoceh mulu" sahut varo


keyna langsung menatap suaminya dengan tajam..


"udah tau calon mantu dateng.. bukannya disuruh masuk malah di kasih omongan" ucap keyna


"iya sayang iya... ayo masuk var, diluar dingin" ucap doni menarik varo masuk ke rumahnya


"ya allah pa... jangan KDRM dong" ucap varo


"apaan kdrm?" tanya doni


"KEKERASA DALAM RUMAH MERTUA" ucap varo

__ADS_1


ya allah beginikah model menantu hamba yang kau berikan.... hamba gak sanggup..hamba lelah batin doni


"kamu banyak bacot var... jadi calon mantu kok cerewetnya ngalahin adel sih" gerutu doni


__ADS_2