
Sepanjang jalan varo selalu sengaja memanggil adel dengan sebutan mama... Semakin membuat adel frustasi dan kesal.
"Ma"
"Mama sayang"
"Mama adel..." teriak varo
"APA SIH PAPA VARO SAYANG" teriak adel saking kesalnya.
Semua murid yang melihat mereka menjadi senyum senyum melihat tingkah adel.
"Gitu dong.... Kan papa tambah sayang" varo merangkul adel untuk keluar kantin
Ke 4 sahabatnya itu hanya melongo dan tak percaya dengan sepasang kekasih itu.
"Varo kayaknya salah minum obat" ucap zaki
"Mungkin dia minum obat bucin" sambung arka
"Gue gak nyangka bang varo bisa begitu... Alay banget" ucap jasmin
"Cinta merubah segalanya min" sahut mira di angguki ke 3nya.
"Kita nyusul mereka aja ayo.... Nanti terjadi hal yang tidak di inginkan, kalau dateng dateng adel bunting kan kaga lucu" seru zaki
"Kalau ngomong lo suka cerocos ki... Mana ada cepet jadi" ucap arka
"Kalian ngomongin apa sih" tanya mira heran
"Gak ada beb... Yuk kita cari varo sama adel" kata zaki menarik tangan mira
"Ay... Ayo ikut" arka menarik tangan jasmin
"Heran deh... Cowok suka banget narik tangan" gerutu jasmin
Yudan baru saja melangkah keluar kelas melihat adel yang berjalan buru buru di ikut varo di belakangnya.
"Hai del" sapa yudan
"Ya kak... Tumben kelihatan" ucap adel berhenti di depan yudan
__ADS_1
"Ya... Banyak tugas soalnya" kata yudan melirik varo sinis
"Apa lo liat liat" ucap varo tapi tak dihiraukan yudan
"Jangan gitu kenapa sih var..." omel adel
"Papa gak suka kalau mama ngomong sama pria lain" ucap varo. Lagi lagi membuat orang orang di sekitarnya melongo mendengarnya.
"Papa...mama" ucap yudan melirik adel dan varo bergantian
"Iya kenapa.... Gak usah iri lo" sinis varo tersenyum licik
"Lo kekanakan...." ucap yudan
"Bukan urusan lo, cewek gue aja gak ngelarang" tenang varo
"Lo gak risih del" tanya yudan
Adel yang sebenarnya risih namun tidak mau mempermalukan kekasihnya.
"Gak kok... Itu gue yang suruh" uvpa adel memaksakan senyumnya.
"Lo denger kan... Gue kasih tau ke lo ya bencong... Jangan ganggu cewek gue lagi" kata varo mengingatkan
Mereka berada di belakang sekolah disusul arka jasmin dan zaki mira.
"Kalian main tinggal kita aja..." gerutu zaki
"Berisik lo" sahut varo
"Kita ngapain kesini?" tanya adel
"Nongkronglah del... Ini tempat kita para suami kalian" ucap arka
"Dihhhh suami apaan" sinis jasmin
"Ngarep banget" seru mira
Adel hanya diam saja...
"Emang kamu gak mau nikah sama aku beb...?" tanya zaki
__ADS_1
"Mau... Tapi kalau kamu udah sukses" ucap mira tersenyum malu
"Huuu dasar pake malu malu meong segala" zaki memeluk leher mira
"Ekhem.... Gak usah peluk peluk woyy..." sinis jasmin
"Gak usah iri ay... Sini aku peluk" arka langsung memeluk jasmin dari belakang
"Apaan sih... Bikin malu aja" tegur jasmin tapi tidak melepas pelukan arka di pinggangnya
"Emang kalian donag yang bisa mesra kaya gitu... Gue juga bisa" varo menarik dagu adel dan langsung mengecup bibirnua.
"Varo...." teriak adel
"Maaf sayang..." varo memberikan jaris V nya pada adel.
"Nyebelin banget.... Aku ngambek" ucap adel memalingkan wajahnya
"Ngambek kok bilang bilang" sindir jasmin sambil tertawa
"Iya sayangku maaf... Jamgan cemberut gitu" ucap varo
"Del nanti gue main ke rumah lo ya..." seru mira
"Oke..." sahut adel
"Gue ikut deh... Males di rumah" sambung jasmin
"Gimana kita semua kumpul di rumah adel... Sekali sekali kan" usul zaki
"Oke... Gue tunggu kalian di rumah" sahut adel lagi
"Jangan lupa kalian ke rumah pacar gue bawa makanan... Jangan nyusahin mertua gue.... Awas aja" ucap varo
"Ya elah singong banget lo... Mertua lo aja belum tentu anggap lo mantu" ucap arka
"Sorry ya... Gue udah official mantu tuan gerhana" bangga varo tersenyum
"Sejak kapan?" tanya adel
"Sejak pertama kali aku ke rumah kamu" jawab varo
__ADS_1
"Palingan om doni terpaksa... Karna bang varo anaknya papah vano" ucap jasmin tanpa takut.
"Sok tau banget bocah" kesal varo