
Arka melihat isi dompetnya terkuras habis karna ulah jasmin, ia tidak menyangka ucapanya malah disalah artikan dan membuatnya mengeluarkan banyak uang.
"Elah.... Diliatin mulu tuh dompet ar, gak bakal ilang dompet lo" ucap zaki tertawa
"Iya dompet gue gak hilang.. Tapi duitnya ilang ke perut lo" sahut arka sinis.
"Gak ikhlas banget lo" sahut varo
"Yoi.... Berbagi itu melimpahkan rezeki lo ar" ucap zaki
"Coba lo ada diposisi gue... Kicep dah lo" kata arka
"Jangan kapok naksir jasmin ya ar..." seru varo tertawa
Di kelas adel terus saja tertawa mengingat raut wajah arka yang syok karna ulah jasmin. Bayangkan saja arka harus membayarkan semua penghuni kantin yang sedang makan.
"Parah lo min... Kasian arka" ucap mira tertawa
"Gue kasian tapi lucu gimana dong" sambung adel
Apa iya gue keterlaluan sama dia... Tapi iya juga sih,... Batin jasmin
"Kenapa diem min... Kesambet tar lo" tegur mira menepuk kedua tangannya di depan wajah jasmin
"Astaga... Mira, bikin gue kaget mulu" omel jasmin
"Lagian melamun, pasti lo kepikiran arka yaaa" goda mira
"Cie...cie mimin kepikaran arka, pasti nyesel ngerjain arka kan" adel ikut menggoda jasmin
"Apaan sih kalian... Enggak lah, biarin aja dia.. Biar kapok" bohong jasmin
"Yakin nih..." ucap mira menaik turunkan alisnya
"100× yakin.." sahut jasmin
®®®
Jam sudah menunjukan pulang sekolah, varo menunggu adel di depan kelas dengan zaki juga arka.
"Yuk pulang..." ucap adel yang baru keluar kelas.
"Hmmmmm yang sudah di tungguin sama pacar" sindir jasmin
"Gue duluan deh ya... Udah di jemput" kata mira pamit
"Hati hati mir" ucapa adel
"Gue juga deh... Udah di jemput juga" pamit jasmin
"Kapan pulang bareng gue ?" tanya arka pada jasmin
"Pan kapan" jasmin langsung pergi meninggalkan arka
"Temenin aku dulu beli jaket" pinta
varo
"Ya elah biasanya minta kita yang anter.. Sekarang pindah haluan" sindir zaki
"Diem lo" varo sinis
__ADS_1
"Diem lo... Bac*t amat.." arka ikut berbicara dengan tawanya
"Prasaan kamu udah banyak punya jaket deh.. Aku liat tiap hari ganti ganti mulu" kata adel heran.
"Ehem... Ketahuan si adel merhatiin varo banget ya... Sampai ganti ganti jaket aja dia tau" goda arka membuat pipi adel merona.
"Apaan sih... Gak kok" kilah adel.
Kenapa keceplosan sih...batin adel
Varo hanya tersenyum melihat adel yang malu malu...
"Kasian anak orang sampe blushing begitu ar.. Parah lo" ucap zaki
"Diem deh lo berdua... Jangan ganggu cewek gue" ucap varo tajam
"Cielah pacarnya ngamuk.." sambung arka
"gpp kan anter aku dulu baru aku anter kamu pulang" kata varo
"Ya udah gpp, yuk" adel berjalan mendahului varo dkk
"Lo berdua pulang gih duluan.. Jangan ganggu gue sama adel" bisik varo
"Siapa juga mau ikut sama lo... Jadi nyamuk mah ogah gue" kata zaki.
"Yok pulang ki... Gue nebeng lo hehe" kata arka
"Motor lo kenapa emang?" tanya zaki
"Ban gue kempes"
"Oke .." sahut zaki
"Nyaman banget ya peluknya.." ucap keras varo
"Apa.." adel tidak bisa mendengar jelas ucapan varo karna sedang di jalan
"Kamu nyaman banget peluk akunya.." teriak varo lagi
"Ya udah maaf..." adel melepaskan pelukannya namun dengan cepat varo menarik kembali tangan adel
"Menoyor kepala varo "tadi dipeluk komentar.. Sekarang ketagihan" kata adel
Tak lama mereka sampai di tempat tujuan...
Varo menggenggam tangan adel erat. Seperti takut adel menghilang.
"Kamu mau beli apa?" tanya varo
"Gak ada... Kan aku anter kamu doang" sahut adel
"Ikut aku bentar yuk.." ajak varo kesebuah toko kalung.
"Ngapain keisni... Kamu bukannya mau beli jaket Kan.. bukan disini var" ucap adel menarik tangan varo keluar
"Udah ikut aja..." kata varo membuat adel pasrah
Varo melihat lihat sebuah kalung dan pandangannya tertuju pada kalung indah yang berinisial huruf namanya dan juga adel sangat pas VA...
"Mbak saya mau yang itu.." ucap varo menujuk salah satu kalung
__ADS_1
"Ini mas.." ucap karyawan toko
"Iya saya beli ini" kata varo
Karyawan itu membungkus dan memberikannya pada varo
"Ngapain beli itu.." ucap adel terheran
"Buat kamu... Sini aku pakein" varo menepikan rambut adel dan memakaikan kalungnya.
"Cocok dileher kamu... Itu inisial nama kita..." kata varo
"Makasih var" ucap adel tersenyum melihat kalung yang di sematnya di lehernya
"Suka kan...?" tanya varo
"Suka kok.. Ya udah beli jaket buat kamu yuk" ajak adel
Adel dengan senang membantu varo memilih milih jaket yang cocok untuk kekasihnya.
"Ini bagus deh... Warna hitam, simple juga gak norak" ucap adel memberikan sebuah jaket ke varo
Dengan senang hati varo menerima jaket pilihan sang pacar.
"Ya udah aku pilih yang kamu ambil.." ucap varo
"Serius.., kalau kamu mau yang lain gpp.. Jangan terlalu memaksakan" kata adel
"Enggak kok sayang.. Serius aku mau yang ini"
Blushhhh...
Varo berhasil membuat pipi adel seperti merah tomat, dan jantungnya berdegup cepat.
"Ehem.... Cantik kalau pake rona merah" varo langsung mengacak rambut adel
"Apaan deh... Ya udah ayo bayar, terus anter aku pulang" ucap adel tanpa melihat ke arah varo
"Lihat aku dulu sini.. Ngapain kamu belakangin aku.. Ehh" varo berusaha menarik dagu adel agar menatapnya.
"Gak mau..." malu adel
"Ya udah kalau gitu..." varo dengan berani memeluk leher adel dan membawanya menuju kasir
Banyak wanita yang melihat varo begitu terpesona... Adel menyadari itu sedari tadi mereka jadi bahan perhatian para wanita yang mengagumi kekasihnya itu.
"Itu mata gak bisa dijaga apa" gerutu adel memanyunkan bibirnya
"Kenapa.." tanya varo masih dengan posisi tangan di leher adel
"Noh liat.... Fans fans kamu" ucap adel menunjuk dengan dagunya. Varo juga melihat arahan dari adel.
"Udah biarin aja... Gak usah pake cemburu" kata varo
"Siapa juga yang cemburu" ngelak adel membuat varo tersenyum
Selesai berbelanja... Varo mengantar adel pulang... Sebelumnya varo ingin mengajak adel untuk makan sebentar tapi di tolak katanya mau makan masakan mamanya.. Mau tak mau varo mengikuti apa yang adel minta dengan mengantarnya pulang.
Tak lama mereka sampai di rumah adel... Varo pun ikut turun bersama adel dan masuk ke rumah yang memang pintu rumah adel terbuka...
"Mama... Adel pulang" ucap adel sedikit keras, varo mengikuti dari belakang.
__ADS_1
Adel mencari cari sang mama dan melihat ada seseorang yang sedang duduk di ruang tamu... Dan ternyata itu saingan varo hehe
"Loh kak yudan..." kaget adel