
setelah membelikan adel boneka teddy bear. mereka kembali ke tempat dimana para sahabatnya berkumpul menunggunya. adel sangat senang dan tersenyum di dalam rangkulan varo.
para sahabatnya yang melihat varo dan adel sudah baik baik saja bernafas lega.
"udah baikan..?" tanya jasmin. adel hanya menganggukan kepala
"biasa cemburu.." ucap varo mencium pucuk kepala adel
"aku cemburu juga karna sayang sama kamu" kata adel
"sayang doang nih..?" tanya varo
"i love you.." kata del langsung membuat varo tersenyum
"uluh uluh.... mesra mesraan, tadi aja kabur kaburan" sindir arka melirik jahilm ke arah adel
"sayang...." rengek adel mengadu pada varo
"ar... " desis varo
"****** pawangnya marah.." kata zaki tertawa
jasmin dan mira hanya bisa menggelengkan kepalanya.. melihat kemanjaan adel pada varo.
"bang kita pulang yuk.." ucap jasmin
"gue belom makan mimin" ucap adel
"salah sendiri pake kabur" kata mira terkekeh
"udahlah del... makan di rumah aja, lagian kan nyokap lo masak banyak tuh, sekaian gue numpang makan lagi" ucap zaki tersenyum
"mau loooo" sahut varo menjitak kening zaki
"isssshhh varo. jangan jitak pala laki gue" ucap mira menatap varo
"aduhh beb sakit..." rengek zaki manja
"nanti aku obatin di rumah adel beb" kata mira
__ADS_1
"alah... cuma gitu doang juga pake obatin" kata arka
"sirik tanda kurang kasih sayang jasmin lo ar" ucap zaki tersenyum penuh kemenangan
"gak usah bawa bawa gue ya zak... belum pernah lo gue jadiin bahan rujak ya" kata jasmin sinis
"nah nah... pawang gue ngamuk kan... hati hati lo zak" sahut arka
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah adel... karna semua keluarga pada kumpul disana.
sepanjang jalan tautan jemari varo tak lepas dari jemari adel.
"sayang lepasin dulu tangan aku... fokus nyetir aja sana" ucap adel berusaha melepas tangan varo namun tidak bisa
"gak.,. aku bisa kok nyetir 1 tangan"
"serah kamu aja deh.. males debatnya" kata adel
15 menit di dalam mobil akhirnya mereka sampai di rumah adel... disusul oleh zaki dan nuga arka yang membawa mobil masing maisng.
"assalamualikum" ucap mereka barengan
"abanggg... kenapa gak ngajak ngajak aku.. kenapa hah" ucap vania yang sudah berteriak
"ya allah vania... kamu bisa gak kalem dikit" ucap vano yang berada disamping putrinya
"hehe maf pah" ucap vania cengengesan
"kamu tadi tidur kali dek... gimana mau ajakin, lagian kita pasang pasangan, emang kamu mau jadi obat nyamuk hah" ucpa varo
"lagian kamu baru kemarin ke mall... mau ngapain lagi sih nia" kata kinar yang tak habis fikir dengan putrinya yang doyan shoping
"beda mah... kan kemarin pergi sama mamah bukan sama kak adel sama abang" ucap vania
"lo gak bangjrut kan van?" tanya doni
"belum... mungkin bentar lagi" sahut vano tersenyum
"hahahaha... tenang masih ada kenan" ucap doni
__ADS_1
"sorry... gue angkat tangan" sahut kenan
"ma... kenzo belum bangun?" tanya adel
"belum sayang... dia tidurnya pulas banget" ucap kinar
"ohhhhhh"
"om... zaki laper, boleh minta pinjem makanannya gak?" tanya zaki
semua yang mendengar ucapan zaki mengeryitkan dahinya... baru kali ini mereka mendengar orang meminjam makanan..
"heh... emangnya barang kamu pinjem pinjem" sahut doni
"ya,,, kalau gak boleh pinjem... ya minta om" kata zaki yang membuat semuanya kesal sekaligus terhibur dengan tingkah kocaknya
keyna menuruni tangga dengan membawa kenzo yang baru saja bangun dari tidurnya.
"hai jagoan papa... sini nak" ucap doni mengambil kenzo dari gendongan keyna
"cakep banget anak papa ya.." doni mencium pipi chubby kenzo dengan gemas
"aku jadi pengen punya bayi lagi sayang" bisik kinar pada vano
"ayo buat sayang.." ajak vano dengan suara sedikit keras
"NO PAPAH" teriak vania
"kenapa sih dek... berisik banget" ucap varo
"papah bang... masa pengen punya anak lagi, aku gak mau" kata vania kesal
"hahahahaha.... siap siap lo van, diambekin anak seminggu" ucap kenan yang tau jika vania ngambek
"papah bercanda sayang" ucap vano mengelus rambut vania
"nanti biar aku dapet adek dari bang varo sama kak adel aja deh" ucap vania
"hah.., masih lama vania" ucpa adel menggaruk tengkuknya
__ADS_1
varo hanya tersenyum sangat bahagia mendengar ucapan sang adik