ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
bareng yudan lagi


__ADS_3

Pagi hari adel sudah siap dengan seragam sekolahnya, hari ini adel harus berangkat lebih awal karna piket kelas.


"Pagi pa... Pagi ma" sapa adel


"Pagi tuan putri" ucap doni


"Pagi...." ucap keyna


"Kamu tumben jam segini udah selesai bersiap del" ujar keyna


"Hehe.. Iya ma, adel ada piket" jawab adel


"Mau papa anter ke sekolah?" tanya doni


"Boleh deh pa... Dari pada adel pake taksi.. Lumayan uang jajan gak berkurang" seru adel tersenyum


"Udah sarapan dulu... Ngobrol terus kapan sarapan coba" tegur keyna


"Oh ya ma... Nanti mama ke rumah sakit?" tanya adel


"Iya sayang... Mama ada janji sama pasien hari ini.. Kenapa?


"Gpp ma... Berarti di rumah sepi dong" lirih adel


"Anak papa kenapa hemmm... Biasanya juga gitu kan sayang, kalau kamu kesepian, nanti papa jemput ajak kamu ke kantor" ucap doni mengelus kepala adel


"Iya pa.. Adel mau" sahut adel semangat.


Keyna begitu bahagia memliki keluarga yang bisa menerima profesinya sebagai dokter, memiliki suami yang pengertian dan anak yang pintar.


"Kenapa ma.." ucap doni memeluk keyna dari belakang


"Ya ampun pa... Bikin kaget aja" gerutu keyna memukul tangan doni


"Pleas deh pa..ma jangan mesra mesraan di depan adel yang jomblo ini"


"Bukannya kamu pacaran sama varo ya... Kok bilang jomblo" sahut keyna bingung


"Aaa... Itu...itu kan disekolah ma, di rumah aku jomblo hehe" adel yang keceplosan memukul pelan bibirnya


"Mana ada seperti itu sayang... Masa pacarannya di sekolah doang... Harusnya kebalik" tegur doni


"Iya iya papa..." sahut adel tidak ingin memperpanjang

__ADS_1


"Ayo sarapan... " tegur keyna lagi


"Siap ma" sahut adel dan doni serempak


Tak lama mereka telah menghabiskan sarapannya, doni keluar rumah untuk mengambil mobil di garasi namun matanya melihat seseorang yang sedang berada di depan gerbang rumahnya.


"Maaf nyari siapa?" tanya doni pada pria yang memakai seragam sekolah sama seperti anaknya.


"Eh.... Iya maaf mengganggu om, apa om papanya adel?" tanya pria itu.


"iya saya papanya adel"


"Kak yudan" teriak adel keluar dari rumahnya menghampiri doni dan yudan


Ternyata yudanlah yang sedang menunggu adel di depan rumah pagi pagi.


"Ha...hai del" sapa yudan canggung karna tatapan doni


"Kamu kenal laki laki ini del?" tanya doni


"Dia namanya yudan pa.. Kaka kelas adel di sekolah" ucap adel


"Terus ngapain kesini?" tanya doni pada yudan


"Pake motor?" tanya doni


Ya elah papa gimana sih.. Udah tau kak yudan bawa motor oake nanya lagi... Bikin malu aja


"Iya om... Saya pake motor" sahut yudan sopan


"Oke kalau gitu... Tapi jangan ngebut ngebut..  Dia anak om satu satunya, kesayangan om, harta om, princes syahrini..ehhhhh maksud om princes om" ucap doni yang masih bisa ngelucu


Yudan tersenyum melihat tingkah papa adel yang terlihat galak dan tegas tapi kocak.


"Iya om... Saya akan hati hati" ucap yudan pasti


"Ya udah del.. Kamu berangkat sama dia aja ya.. Kasian anak orang datang pagi pagi cuma buat jemput kamu"


"Ya udah pa... Adel berangkat ya.. Assalamualaikum" ucap adel menyalami tangan papanya


"Pamit dulu om... Assalamualaikum" ucap yudan menyalami tangan doni


Menantu idaman..ehh salah, varo yang sudah menjadi menantu

__ADS_1


®®®


Di sekolah semua melihat adel yang turun dari motor yudan, banyak sorakan dan dukungan buat hubungan mereka yang sebenarnya hanyalah teman.


"Mereka pacaran ya..?"


"Cocok banget adel sama yudan"


"Cocokan adel sama kak varo"


"Yudan cakep banget.. Cocok sama adel"


Ucapan ucapan yang terdengar di telinga adel dan yudan membuat mereka malu.


"Abaikan aja ya del" ucap yudan tersenyum


"Iya kak"


Varo yang melihat adel lagi lagi bersama yudan merasa tersulut emosi.


"Gak bisa dibiarin" ucap varo pergi mencari adel


"Var... Lo mau kemana woi" teriak arka mengejar varo dan menahannya


"Gue harus beri pelajaran sama tuh cowok ganjen ar.." marah varo


"Jangan gila var..., nanti lo kena kasus" cegah arka


"Kenapa nih..?" tanya zaki yang baru datang


"Varo lagi marah besar.. Gara gara lihat adel bareng yudan" bisik arka pada zaki


"Var... Lo suka kan sama adel?.. Gak mungkin lo marah kaya gini karna lihat mereka berdua jalan bareng" ucap zaki


Varo hanya diam saja...


"Var... Kalau lo benaran suka sama adel mendingan lo ungkapin.. Jangan di pendem" ucap arka


"Gue gak suka sama dia... Gue gak suka sama cewek yang mau aja di ajak jalan sama cowok yang baru kenal... Murahan" teriak varo pergi meninggalkan arka dan zaki


"Lagi emosi dia... Kita biarin dulu aja" ujar arka


"Kita kelas lah..." ajak zaki di angguki arka

__ADS_1


__ADS_2