
Varo terdiam mendengar ucapan adel, lagi lagi pikirannya kosong.. Apa yang sudah di perbuat pada adel keterlaluan.
"Apa yang gue lakuin.. Gue bodoh benar benar bodoh" gumam varo
"Sebenernya lo ada masalah apa sih var" tanya zaki
"Gue bikin adel kecewa, gue brengsek" ucap varo mengepalkan tangannya
"Hah... Jangan bilang lo hampir anuin adel var.." curiga zaki. Arka yang geram langsung menampol kepala zaki.
"Lo.. sahabat lagi ada masalah malah nyari gara gara..." ucap arka
"Gue harus jelasin sama adel... Gue harus cari adel" varo dengan cepat berlari menuju kelas adel. Tapi naasnya disana sudah ada guru yang mengajar.
"Sebaiknya kita balik kelas var... Nanti lo bisa ketemu adel" ajak arka
Akhirnya mereka ber 3 balik ke kelas..
®®®
Bel istirahat berbunyi, varo langsung keluar mencari adel...
"Varo..." erin mencekal tangan varo dan mendorongnya ke tembok
Dengan cepat erin mencium varo di depan arka dan zaki.. Banyak juga siswa dan siswi lain yang mengambil gambar merka.
"Sialan... Apa yang lo lakuin sama varo" reflek arka menarik tangan erin dan mendorongnya
erin tertawa sinis pada varo dan arka...
"Lo kenapa dorong gue sih arka... Ganggu tau gak, dan lo adik kelas ,sudah liat gimana varo nikmatin ciuman gue hah" sinis erin manatap tak suka pada adel
Disana adel dkk juga melihat adegan ciuman varo dan erin. Jasmin begitu kesal lalu menjambak rambut erin.
__ADS_1
"Dasar ****** murahan lo..," ucap jasmin
"Del.." lirih varo menggelengkan kepalanya. Ingin menjelaskan bahwa yang dilihat adel gak semua benar.
Adel pergi dari tempat keributan itu.. Varo yang melihat adel pergi berusaha mengejarnya.
"Lepasin gue..!!" geram adel. Ia marah dan kecewa dengan varo, dengan tidak tau malunya varo berciuman di sekolah apa lagi di depan umum, adel tak kuasa menangis di pelukan varo.
"Jangan nangis sayang.. Maafin aku, udah jangan nangis" bujuk varo menghapus air mata adel
"Lepasin gue.... Kita sudah putus, jadi lo berhak lakuin apapun yang lo mau" ucap adel pelan.. Dan melepas pelukan varo
"Gak... Kita gak akan pernah putus del, sampai kapan pun gak akan" varo menggeleng, matanya sudah memerah marah dan juga bersalah
"Aku gak peduli var... Aku mau kita putus, terserah kamu mau atau gak, aku tetap dengan keputusanku"
"Gak... Kalau aku bilang gak ya gak, kamu salah paham..dia yang dorong aku terus cium aku del.. "
"Aku gak peduli..." adel pergi meninggalkan varo yang terdiam..
Adel menangis sesegukan di dalam toilet... Memukul dadanya yang terasa sesak, harusnya adel tidak masuk dalam perangkap rayuan manisnya varo.
harusnya dari awal adel tidak percaya kalau varo serius dengannya. semua sudah terjadi....
Dasar cowok brengsek...
Adel merasa semua yang diucapkan varo menjadi basi, ucapan manis yang sering varo ucapkan padanya bohong.
®®®
Varo begitu marah pada erin... Semua karna erin adel meminta putus darinya.
"Tunggu balesan gue erin... Gue gak akan kasih ampun ke lo" batin varo
"Apa yang bakal lo lakuin var" ucap zaki
__ADS_1
"Gue bakal bikin dia menyesal"
"Inget dia cewek var... Jangan sampe lo hilang akal" ujar arka
"Gue gak peduli... Hubungan gue hancur gara gara erin" ucap varo
"Serah lo aja var" ngalah arka
"Ngomong ngomong adel gimana?" tanya arka
"Dia sedih pastinya... Gue dikasih tau sama mira, adel lagi di rumah mira dengan jasmin" ucap zaki
varo hanya bisa mendengar dan diam...
"Mira...?, lo kontek sama mira ?" tanya arka
"Kenapa?" tanya zaki
"Dari kapan lo?" tanya arka
"Kepo amat"
"Sombong lo.. Mentang mentang dapat gebetan" sindir arka
"Husstttt... Boss besar lagi galau, jangan berisik lo" ujar zaki menunjuk varo
"Sabar var... Adel pasti balik ke lo" ucap arka
"Harus... Adel harus sama gue, gak ada yang lain" ucap varo mengepalkan tangannya
"Tapi gue gak nyangka sama erin, segitu terobsesinya sama lo" ucap arka
"Yoi... Gue sampe ngeri, udah di bikin babak belur sama jasmin tapi gak kapok" kata zaki
"Jasmin sangar juga ya.... Tapi gue suka" ucap arka tersenyum
__ADS_1