
varo memauski kamarnya dan melihat adel yang sedang tidur membelakanginya.
dengan sangat pelan varo berbaring di samping adel dan langsung memeluknya dari belakang.
"maafin aku, harusnya aku cerita ke kamu lebih awal... aku lakuin ini demi masa depan kita, aku janji gak akan kecewain kamu sayang.. aku akan selalu jaga hati, hubungi kamu" varo mencium rambut adel
sebenarnya adel sama sekali gak tidur, ia hanya memejamkan mata untuk menghindari varo.
"bagaimana aku bisa terima var... kita baru aja bersama, dan kamu akan pergi dalam waktu lama" batin adel menahan sesak di dadanya
•••
esok pagi adel sudah bersiap untuk berangkat sekolah, varo juga melakukan hal yang sama bersiap siap, adel hanya diam tanpa bicara apapun pada varo.
"kamu masih marah sama aku?" tanya varo
"aku keluar duluan... jangan lama lama ,kasian papah mamah nunggu kita untuk sarapan" ucap adel, mengabaikan pertanyaan varo dan segera pergi keluar kamar
varo hanya menatap sendu kepergian adel..
"apa keputusanku salah?, tapi ini demi masa depan kita nanti, aku ingin sukses dan membahagiakan kamu" batin varo
dimeja makan semua sudah berkumpul, vano menyadari jika putra dan menantunya sedang tidak baik..
"del.. apa kamu sudah siap untuk sekolah?" tanya vano
"sudah kok pah" jawab adel
"nanti biar bareng aja sama varo... kan kalian sekarang udah sah, dan 1 rumah" ujar kinar
"gak usah pah... aku udah di jemput mira kok, dia minta bareng sama aku" ucap adel
"sama aku aja sayang bareng... ngapain sama mira yang jauh kaya gitu" kata varo, namun adel hanya diam
__ADS_1
kinar dan vano menatap kedua anak mereka...
"apa kalian sedang marahan?" tanya kinar
uhuk..
uhuk..
adel tersedak saat mendengarkan pertanyaan dari mertuanya itu.
"iya" jawab varo
"gak mah" jawab adel
kinar semakin yakin ada yang tidak beres...
"ya udah mah... aku berangkat dulu ya, mira udah nunggu di depan" ucap adel beranjak dari tempat duduknya dan menyalami kedua mertuanya
"vania sayang... kamu berangkat sama papah ya" ujar vano
"iyap papah" sahutnya
di luar varo mengejar adel mencekal pergelangan tangannya
"dengerin aku dulu sayang, peleas dengerin aku" ucap varo
"kita ngomong nanti aja var, kasian mira udah nunggu aku" adel berlalu memasuki mobil mira
•••
sampainya di parkiran sekolah... adel dan mira langsung ke luar mobilnya, bersamaan itu varo turun dari motornya, varo sengaja melambatkan laju motornya agar sampai bersamaa dengan adel.
"del.. lo lagi ada masalah sama varo ya?" tanya mira
__ADS_1
"gak kok mir.." jawab adel
"sayang... ikut aku bentar yuk" ucap varo menarik adel ke belakang sekolah.
"ada apa?" tanya adel saat mereka sudah ada dibelakang sekolah
"maaf kalau keputusan aku buat kamu marah" kata varo memeluk adel dan membelai rambutnya
seketika adel menangis dalam pelukan varo..
"hussttt... udah jangan nangis dong" ucap varo
"kamu jahat... kamu mau ninggalin aku jauh" ucap adel sesegukan
"gak sayang... aku bakal terus hibungin kamu kok, ini juga demi masa depan kita... saat aku pulang nanti... aku bakal jadi suami yang sangat kamu banggakan, aku janji bakal sering hubungi kamu sayang" ucap varo
"lagipula kan aku perginya masih lama, ujian aja belom yangg" ucap varo
"iya tapi kan..." ucapan adel terpotong karna varo menutup mulutnya dengan jari
"percaya sama aku ya.... sejauh apapun aku, hati aku cuma buat kamu, sekarang dan selamanya.
"hiks..... iya aku percaya"
"kita harus saling percaya satu sama lain itu dasar dari sebuah hubungan sayang" kata varo mengecup bibir adel
"iya maaf karna aku sempet marah sama kamu" ucap adel
"gpp kok sayang... wajar kamu marah, ini juga salah aku, ya udah aku antar ke kelas yuk" varo merangkul adel menuju kelasnya
"kamu harus belajar yang rajin... kalau lulus kamu bisa kunjungi aku kalau keterima di luar" ucap varo.
"iya sayang"
__ADS_1