
"sayang" sapa varo
"apa..." cuek adel karna merasa kesal
"maaf, aku buru buru mangkanya gak jemput kamu" ucap varo memeluk adel
"hmmm... ya"
"jangan marah... oke, ada yang ingin aku jelasin sama kamu, ikut aku" varo menarik tangan adel ke sebuah ruangan kosong.
"kenapa kamu ajal aku kesini sih..." kesal adel
"kita harus ngomong disini sayang... ini penting" sahut varo
adel melihat ada rasa hawatir dimata varo, dia bisa merasakan itu.
"ada apa var?" tanya adel
"dengerin aku.. jangan potong ucapan aku sebelum selesai.. oke?" ucap varo di angguki oleh adel dengan pelan
"kita harus putus sayang......" varo belum menyelesaikam ucapannya adel sudah menyela
"apa maksud kamu..."
"husssstttt... dengerin aku dulu" varo menutup mulut adel dengan telunjuknya
__ADS_1
"putus pura pura.... kamu tau zean kan?, dia adalah sepupu dari erin, dan kamu pasti masih ingat erin kan sayang?, zean ingin membalas dendam atas apa yang terjadi dengan erin lewat kamu dan juga aku, kita sayang... dia sengaja mendekati aku cuma untuk pisahin kita, dan menghancurkan kita perlahan... jadi ikutin apa yang aku minta, kita beramin drama disini sayang, kita harus ikutin alur yang dibuat sampe dia lengah, aku bakal dekati dia, maka dari itu kita harus pura pura putus di depan dia... jangan gegabah.. kita pakai cara halus.. oke" jelas varo menatap intens adel yang sudah menunduk
"tapi kenapa harua deketin dia var.. apa kamu sengaja biar dekat dengan dia, apa ini hanya alasan kamu buat putusin hubungan kita hah" adel menangis di depat varo
"sayang... aku serius, aku bersumpah demi allah.. aku gak sama sekali berbohong sama kamu, ini demi keselamatan kamu, kalau kamu gak percaya tanya sama papa doni, dia juga tau semua tenyang zean" ucap varo serius
"papa?..."
"iya papa doni tau kalau zean adalah orang yang licik, lebih licik dari erin... mangkanya kita harus hati hati sama dia" ucap varo
"itu tandanya kita harus berjauhan?" tanya adel
"sementara waktu sayang... hanya di sekolah, kita bakal biasa saat di luar sekolah" ucap varo
"kamu bilang dia lebih licik dari erin... kalau kita bersama di luar sekolah aku yakindia bakal tau... pasti dia gak gampang percaya dengan putusnya hubungan kita tiba tiba var" ucap adel
"kenapa zean balas dendam.. padahal aku gak salah apapun var" ucap adel lirih
"iya kamu gak salah sayang..., tapi aku" batin varo
"sekarang kita balik ke kelas ya.. ingat jangan beri tau siapapun termasuk sahabat kita" ucap varo
"tapi kenapa?" tanya adel
"agar semua sesuai rencana sayang" kata varo di angguki adel
__ADS_1
mereka akhirnya kembali ke kelas masing masing... varo tidak lagi mengantar adel sampai kelasnya.
"tumben sendiri neng?" tanya mira
"hmmmmm... kenapa emang?" tanya balik adel
"biasanya diantar bang varo" ucap jasmin
"buat apa dia anter aku... dia kan punya pacar pasti anter pacarnya lah" sinis adel
"maksudnya?" tanya mira
"gue sama varo sudah putus"
"whatttttt" teriak mira dan jasmin
"bohong..." sahut jasmin
"pasti prank nih" ucap mira tertawa
"gue serius... kita udah putus, karan sudah gak cocok dan dia lebih milih zean dari pada gue" ucap adel lirih
"sialan... bang varo bisa gitu sih" ucap jasmin
"iya.. gak nyangka aja gue" ucap mira menepuk bahu adel
__ADS_1
"udahlah... mungkin gak jodoh" ucap adel