
"Dia pacar gue min..." lirih varo
"Kalau gitu putusin.." enteng jasmin membuat arka dan varo melotot
Galak juga calon pacar gue...
--------------------------
Varo tertegun mendengar perkataan sepupunya itu...bagaimana bisa disaat dia sudah memiliki rasa dengan adel lalu memutuskannya begitu saja.
"Gue tau... Gue cowok yang brengsek min.. Tapi sama adel gue serius, percaya sama gue" ucap varo
"Yang namanya cowok kalau dari dulu kelakuan suka mainin cewek susah buat di percaya bang..." ujar jasmin
Petugas uks keluar setelah selesai memeriksa adel....
"Gimana adel?" tanya mira
"Dia baik baik aja... Sudah sadar kok" ucapnya
"Kita boleh masuk kan" tanya jasmin
"Boleh kok"
Mereka ber 4 masuk ke uks dengan cepat dan rasa hawatir...
"Del.. Syukurlah lo gpp, gue hawatir banget" ucap jasmin memeluk adel
"Gue gpp kok min" ucap adel tersenyum lemah
"Gue bakal kasih pelajaran sama erin del.. Tenang aja" kata mira
"Udahlah guys... Gue gak mau cari masalah lagi... Biarin aja" ucap adel
"Apa masih sakit?" varo mengelus rambut adel dengan pelan
"Eng...enggak... Udah gak kok" ucap adel gugup
__ADS_1
"Pulang ya del.. Lo harus istirahat?" ucap varo
"Gue istirahat disini aja var" kata adel ..
"Adel..." panggil yudan yang tiba tiba masuk ke uks
"Yudan" lirih adel tersenyum
"Kok bisa gini del... Lo gpp kan" yudan begitu hawatir saat mendengar adel masuk uks
"Jauhi tangan lo dari cewek gue" desis varo tak suka melihat kedatangan yudan
Yudan sama sekali tak menghiraukan ucapan varo. Apa lagi tatapan elangnya yang sudah siap menerkam yudan kapan saja.
"Udah kak.. Gue gpp kok, lo gak usah hawatir" ucap adel
"Gue kasih tau papa lo ya..." adel dengan cepat mencegah yudan
"Jangan kak..." ucap adel memohon
"Oke..., nanti pulang bareng gue aja" ajak yudan diangguki adel
"Apa adel sudah makan?" tanya yudan pada jasmin dan mira
"Sudah kak.. Tapi sedikit.. keburu kita diserang erin" sahut mira
"Tolong jaga adel.. Gue beli makanan dulu sebentar" kata yudan
"Iya.." sahut jasmin dan mira.
Sepeninggalnya yudan mira bertatapan dengan jasmin... Adel pun menyadari kedua temannya begitu penasaran dengan kedekatan ia dan yudan kaka kelasnya itu.
"Gue sama kak yudan gak ada apa apa.. Cuma temen" seru adel
"Tapu kayaknya dia suka deh sama lo del.. Keliatan banget dari perhatian dia sama lo" ucap jasmin
"Iya gue juga lihatnya gitu..." sambung mira
__ADS_1
"Issss kalian berlebihan banget... Gue cuma temen gak lebih" ucap adel
Yudan sedang berjalan ke arah kantin untuk membelikan makanan buat adel.. Langkahnya terhenti saat varo langsung menarik kerah seragamnya.
Bughhh...
Bughhh...
Bughhh...
"Jauhi cewek gue si**an.." umpat varo memukul yudan dengan bringas
Yudan terkapar dengan darah mengalir di sudut bibir dan juga wajahnya yang memar.
"Lo gak pantas buat adel.." ucap yudan yang masih menahan sakit
"Jaga ucapan lo itu.." varo begitu emosi saat melihat wajah yudan yang tersenyum licik padanya
"Jangan kira gue gak tau apapun tentang taruhan lo sama temen temen lo... Kalau adel tau dia hanya dijadikan bahan taruhan... Lo bisa pikir sendiri apa yang akan terjadi" yudan berusaha bangun dan pergi dari hadapan varo
Ucapan yudan terngiang ngiang di kepala varo.. Taruhan itu akan menjadi mala petaka bagi hubungannya dengan adel.
"Gue harus lakuin sesuatu sebelum adel pergi dari gue nantinya.." gumam varo
Zaki dan arka yang mencari cari varo akhirnya menemukannya.
"Kita cariin lo ternyata disini.." ucap zaki
"Lo kenapa var? " tanya arka yang melihat varo mengepalkan tangannya.
"Gue habis beri pelajaran sama anak kelas 11 itu" ucap varo
"Apa.." zaki dan arka terkejut
"Lo apain dia var.. Jangan buat masalah di sekolah" ujar arka
"Gue gak peduli... Dia mau rebut adel dari gue ar, gue gak bisa diem aja" sentak varo
__ADS_1
"Lo gak bikin tuh anak bonyok kan var" tanya zaki
"Menurut gue gak... Itu gak seberapa, kalau sampai dia rebut adel dari gue.. Gue gak jamin wajahnya masih utuh" arka dan zaki menjadi ngeri sendiri.