ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
kemesraan pengantin baru


__ADS_3

adel terbangun dari tidurnya... merasa ada yang berat di bagian perutnya dan langsung menoleh ke arah varo yang masih tidur terlelap.


adel langsung tersadar jika ia dan varo sudah menikah di umurnya yang masih sangat muda.


"apa aku bisa menjadi seorang istri yang baik buat kamu var" ucap adel sambil memperhatikan wajah varo.


adel ingin beranjak dari tempat tidurnya namun pergerakannya membuat varo terbangun.


"hmmm.... sayang, kenapa udah bangun" ucap varo dengan suara khas bangun tidur


"maaf... kamu keganggu ya?, aku cuma mau mandi terus ganti baju, gak mungkin aku pake baju begini terus kan var" ucap adel


"hah... iya aku juga lupa, ya udah kita mandi bareng yuk yangg" ajak varo dengan senyuman menggoda


"isshhhhh apaan sih var, ingat kata papa, kita harus lulus sekolah dulu ,kamu juga mesti kerja" kata adel


"iya iya .. aku tau sayang, ya sudah kamu mandi dulu sana, aku bakal mandi di kamar tamu" ucap varo


"ya aku mau mandi... tapi ini lepasin dulu tangan kamu di perut aku varo" kesal adel


"heheheh... lupa sayang" dengan rasa tak rela varo melepaskan pelukannya pada adel


adel beranjak menuju kopernya dan mengambil baju serta handuk kemudian melangkah ke kamar mandi ,begitu juga dengan varo... ia bergegas mengambil handuk dan keluar kamar menuju kamar tamu.


•••


selesai dengan rutinitas mandinya, adel duduk di depan meja untuk mengeringkan rambut, tak lama varo datang dan mengambil alih apa yang dilakukan istrinya.


"ya ampun..." pekik adel


"varo... bikin kaget aja tau gak"


"maaf sayang... sini biar aku bantu" varo langsung mengeringkan rambut adel yang begitu harum.


"var... buruan, aku mau cepet cepet keluar kamar, pasti mamah kamu nungguin aku buat bantu masak" ucap adel


"mamah kamu juga sekarang sayang, kamu tenang aja, di dapur udah ada yang temenin mamah kok" ucap varo

__ADS_1


"siapa?" tanya adel


"vania sama bibi sayang"


sedangkan di ruang makan sudah berkumpul keluarga vano, tak ada yang makan lebih dulu karna menunggu adel dan varo turun dari kamar.


"ya ampun... kenapa lama banget varo turun" kesal vano


"namanya juga pengantin baru" sahut kenan


"gak ada ena ena untuk mereka sekarang, masih sekolah" sahut kinar


"iya kalau varo khilaf kan kita bisa apa" ucap vano


"jangan sampe deh... kasian nanti sekolah adel kalau hamil duluan" ucap sisil


"hamil duluan gimana... orang mereka sudah nikah mi" kata kenan


"dimana kak jasmin?" tanya vania yang sudah malas mendengar obrolan para orang tuanya itu


"ohhhh"


"ekhem.... rame banget" ucap varo yang menuruni tangga dengan adel


"ini nih yang bikin semua orang kelaparan, lama banget" ucap vano menatap putranya tajam


"maaf pah, aku sama adel ketiduran , habisnya ngantuk" sahut varo


"adel sayang sini nak... duduk dekat vania" ucap kinar tersenyum


"iya tante" ucap adel.


"iya mah"


"ehhhh gak gak... adel duduk sampin abang mah, enaka aja sama vania, yang suaminya kan abang bukan vania" kesal varo


"cuma tempat duduk doang di permasalahin" gerutu kenan

__ADS_1


"vano banget ya pi..." bisik sisil pada kenan


kahirnya adel duduk di samping varo, adwl merasa menyesal duduk di sebelah suaminya itu , tangan varo tidak bisa diam dan selalu mengambil kesempatan.


"varo tangan kamu" desis adel berusaha melepas tangan varo yang menggenggamnya


varo hanya tersenyum sambil makan dengan 1 tangannya..


"huhh... gimana bisa makan kalau kaya gini" batin adel


"var... tangan kamu lepasin dulu, aku mau makan gak bisa" bisik adel


"kamu mau di suapin sayang... bilang dong, jangan diem aja" ucap varo tersenyum


"ya ampun pengantin baru romantis banget sih" kata sisil


"pantes adel dari tadi gak makan... ternyata pengen disuapin suaminya" ledek kinar


adel hanya tersenyum paksa...


"kenapa jadi begini" batin adel


varo merasa menang karna berhasil dengan rencananya..


"aaaaaa sayang, sini aku suapin" varo memberian suapan kepada adel


dengan tersenyum paksa adel menerimanya..


"uhhhhh romantisnya abang" pekik sisil


"jangan bikin malu mi... kaya gak pernah muda aja" kata kenan


"kamu pasti belajar dari papah var.. mangkanya bisa romantis" kata vano


"pede banget sih pah, " jawab vania


mereka semua tertawa mendengar ucapan vania kepada vano.

__ADS_1


__ADS_2