
mereka sudah berkumpul di ruang tengah untuk menonton film horor berasama, lampu sudah dimatikan dan ruangan hanya terpancar cahaya tv.
varo selalu menempel dengan adel tanpa mau terpisah, sedangkan adel dibuat kesal karna ulah varo yang selalu mengambil kesempatan. mencium pipinya.
"varo... liat dong disini rame ada temen kita" kesal adel
"biarin aja yangg... mereka lagi sibuk nonton" ucap varo
"jangan nakal deh ah" adel memukul tangan varo yang melingkar di perutnya
"kita pergi aja yuk yangg ,jangan disini" bisik varo
"kamu aja yang pergi... aku mau disini nonton" tolak adel
"yaahhhh sayang... mending kita pacaran aja, dari pada nonton film horor, kamu kan penakut" ucap varo
adel memang penakut dan terpkasa menonton film horor atas kemauan semua temannya.
"iya tapi gak enak kalau kita pergi tau"
"ya udah...." pasrah varo menelusupkan kepalanya di leher adel.
adel menonton sambil menutup matanya... karna memang ia begitu takut dengan film haoror..
varo yang merasa di acuhkan menjadi kesal... dan memaksa adel agar menghadapanya.
"varo kamu......" varo langsung mencium bibir adel.
"var..." adel memukul mukul dada varo namun tak berhasil
varo menggigit bibir bawah adel agar terbuka.. dan benar saja adel langsung memekik dan membuka mulutnya.
kesempatan varo untuk memperdalam aksinya..
__ADS_1
adel yang terbuai langsung membalas ciuman varo dan melakukan hal yang sama..
merka larut dalam kemesraan tanpa sadar tan temannya sudah memergoki mereka.
jasmin langsung menutup mata vania...
"astahfirullah boss varo... gercep amat" ucap arka
"mata adek gak suci lagi bang" ucap zaki
"parah varo adel... udah ngebet nikah lo berdua ya" seru mira
"jadi pengen aku ay" ucap arka menyenggol jasmin
"kak jasmin mata vania jangan ditutup" kesla vania
adel merasa sangat malu karna kepergok sedang berciumana dengan varo.
"bodo amat.... toh gue mau nikah sama adel jadi terserah dong" ucap varo tanpa merasa bersalah
"varo... semua gara gara kamu" adel berlari ke dalam kamarnya karna merasa sangat malu
"yeeeeee kabur... malu pasti tu" ucap zaki
"malu malu tapi mau.. wkwkwkw" ujar arka
"bang varo pasti tuh yang nyosor" kata jasmin
"sirik.... jomblo ya gitu tuh" seru varo
"bakal aku bilang papah... bang varo mesumin kaka adel" ancam vania
"laporin aja van... biar kapok" seru mira
__ADS_1
"bilang aja... palingan cepet dinikahin... gue mah seneng seneng aja" sahut varo
"mesum" jamsin melempar bantal sofa ke muka varo
"mending kita ke kamar... ngantuk gue" ujar mira
"van... lo ke kamar temenin adel gih" suruh jasmin
"iya kak" ucap vania langsung melangkah ke kamar
varo hanya tersenyum senyum mengingat kejadian barusan bersama adel... rasa bibir adel yang manis sangat pas dengan mulutnya... membuatnya jadi ketagihan dan kelepasan.
"sial... varo pasti mikir ena ena..." umpat arka
"yoi... liat aja noh..senyum senyum kaga jelas banget" ucap zaki
"sirik lo pada" ucap varo
"gimana rasanya var?" tanya arka
"manis.... kaya gula" sahut varo
"anjai..... varo pasti tegang tuh.. sono lo kamar mandi" ucap zaki
"gue cowok normal ****... wajar aja kalau gue tegang sama adel.. apa lagi ya bgitulah" ucap varo senang
"ihhhh lo kok jadi cowok mesum amat" ujar arka
"gue normal gak kaya lo doyan terong" ucap varo
"sembarangan lo kalau ngomong.... gue normal juga.. cuma jasmin gak mau di ***** *****"
"alesan lo mah..." seru zaki
__ADS_1