ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
varo cengeng


__ADS_3

Suara pelan dan terbata bata itu membuat varo mematung sebelum menoleh ke arah adel.


Jantungnya berdetak begitu cepat, air matanya langsung terjatuh begitu saja.


Perlahan varo menoleh kesampingnya dimana adel berbaring dan sudah membuka matanya.


"Sa...sayang" lirih varo langsung bangun dari duduknya dan memeluk adel begitu erat. Menangis..! Hanya itu yang mampu varo lakukan.


"Adel sayang" pekik keyna mendekati adel sang putri


"Var... Aku gpp, udah" adel berusaha menenangkan varo dengan suara lirih


"Aku takut yangg... Aku takut kamu ninggalin aku" ucap varo masih memeluk adel


"aku gpp kok var... jangan cengeng deh" ucap adel lirih


"aku cengeng juga karna kamu"


"Ya ampun var... Adel sesak nafas kalau ku peluknya begitu... Bisa bisa anak papa gak sadar lagi karna ulahmu" ucap doni yang mampu membuat varo memlepaskan pelukannya dari adel


"Papa...mama" panggil adel


"Apa sayang... Papa disini" ucap doni tersenyum membelai kepala adel


"Ada yang sakit nak?, mama periksa dulu ya" ucap keyna mengambil alat alatnya untuk meriksa adel.


"Gak ada kok ma.. Adel baik baik aja"

__ADS_1


"Sayang kamu minum dulu ya.. Pasti haus kan" ucap varo yang begitu peka


"Hmmm..aku haus var"


Varo dengan sigap langsung mengambil air minum untuk adel dan memberikannya dengan pela pelan.


"Ekhem... Kamu kaya sudah jadi suami siaga aja var" seru doni yang melihat varo begitu cekatan


"Iya benar... Mama juga ngerasa gitu var" ucap keyna tersenyum geli


"Kan emang bakal jadi suami" ucap varo semangat


"Kamu gak sekolah?" tanya adel


"Sekolah apaan jam segini sayang, aku udah pulang dari tadi" kata varo tersenyum


"APA" teriak doni, keyna, adel


"Apa ada yang salah?" tanya varo


"Salahlah varo... Kan awal perjanhian habis kamu lulus sekolah" ucap adel


"Gak mau... Aku mau habis kamu sembuh, aku pengen kamu selalu di dekat aku" ucap varo lirih


Doni yang begitu tau bagaimana terpuruknya varo melihat adel terluka sama sepertinya.


"Baiklah nanti kita urus saat adel pulang dari rumah sakit" ucap doni yakin

__ADS_1


"Papa serius?" tanya adel


"Serius sayang.. Papa yakin varo bisa jaga kamu, varo bisa jadi suami yang baik buat kamu... Tapi ingat var, sekali kamu buat adel kecewa dan menangis... Itu terkahir kamu melihat adel di hadapanmu" kata doni


"Iya pa... Varo janji akan ingat kata kata papa" ucap varo


"Ya sudah nanti kita omongin lagi sama vano dan kinar, supaya lebih pasti lagi" sambung keyna


"Kamu siap kan del?" tanya doni


"Adel ikut kata papa dan varo aja... Adel tau kok itu baik buat adel"


"Terimakasih sayang" kata varo senang


"Ya udah sekarang kamu pulang sana... Bilang sama mak bapakmu, kalau kamu mau nikah sama adel saat dia sembuh, suruh mereka temui papa mama disini" ucap doni


"Iya pa siapp pa, sayang aku pulang dulu ya... Nanti aku kesini lagi ajak mamah papahku ,kamu jangan lupa makan, jangan lupa istirahat ,i love you" ucap varo mencium kening adel lama


"Udah sana... Belum muhrim cium cium" kata doni memisahkan adel dan varo


"Gitu aja gak boleh... Kan cuman cium kening doang pa" seru varo


"Tunggu muhrim dulu var... Jangan mesum sama anak mama" pekik keyna menatap tajam varo


"Hehe iya ma... Ya udah aku pamit ya, assalamualaikum"


"Iya var... Waalaikumsalam"

__ADS_1


__ADS_2