ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
kebun teh


__ADS_3

Malam hari adel dkk membuat makan malam untuk semuanya, karna sesuai kesepakatan bahwa yang masak adalah para cewek.


"Akhirnya selesai juga masakan kita del" ucap jasmin menghela nafas


"Padahal lo cuma potong sayuran doang... Sok capek" sahut mira


"Potong sayuran juga capek kali mir..." seru jasmin


"Kalah lo sama vania... Dia jago tuh" ledek mira


"Gak kok kak... Aku dibantuin kak adel tadi" jawab vania


"Tuh denger... Lo mah nyari kesalahan gue doang" sambung jasmin


"Dari pada kalian berdebat kaya gini... Mending bantuin gue bawa ke meja makan" ucap adel


"Tau tuh mira..." ucap jasmin


"Sini kak biar vania bantu"


"Iya... Kamu bawa ini aja ya" kata adel


"Siapa kak...." vania dengan semangat menuruti perkataan adel


Semua makanan seudah tersaji rapi di meja makan...


"Wahhhhh makan enak nih..." ucap arka yang sudah mengambil duduk


"Iya dong... Ka adel yang masak semuanya" seru vania


"Lah... Terus lo ber 3 ngapain.. Kalau adel yang masak semua?" tanya varo


"Aki bantuin kol bang... Potong potong sama goreng" sahut vania senang


"Terus tuh sih cewek bahula 2 ngapain?" tanya varo


"Ya kita bantuin juga kok... Ya kan min?" ucap mira


"Ya lah... Walaupun bantuin dikit.. Setidaknya membantu" ujar jasmin

__ADS_1


"Udahlah... Hue udah laper pake banget" zaki langsung mengambil nasi serta lauknya karna sudah sangat lapar


"Pinter lo masak del.." puji arka


"Masih belajar juga kok" sahut adel


"Aku jadi semakin yakin yangg buat nikahin kamu" ucap varo


Uhuk uhuk...


Vania tersedak "abang serius" tanya vania berbinar


"Iya... Kamu setuju kan?" tanya varo


"Setuju dong... Nanti vania bisa belajar masak sama kak adel" seru vania


"Masih SMA udah ngomong nikah... Lulus dulu lo bang, kerja cari duit yabg banyak baru nikah ,emang anka orang mau lo kasih makan rumput apa" ucap jasmin


"Lo yang gue kasih makan rumput" sinis varo


"Heh enak aja... Jasmin gue yang bakal kasih makan, tenang aja ay, kalau aku sudah kerja secepatnya aku lamar kamu" ucap arka serius


"Biasa beb kebanyakan makan micin ya gini" ucap zaki


"Iya nih varo..arka, kalian pikirin dulu ujian terus kuliah, bukannya mikir nikah" sambung adel


"Udah... Mending kita makan terus istrahat buat besok jalan jalan" ucap jasmin menengahi.


"Iya bener tuh... Dari pada bahas yang masih jauh" ucap mira


Vania hanya diam mendengar perdebatan orang orang yang di sekitarnya tanpa mai ikut campur.


®®®


Esok paginya... Sesuai rencana, mereka akan jalan jalan ke kebun teh dekat villa zaki dan ke air terjun... Dengan semangat45 mereka sudah bersiap.


"Lo mau kemana ar?" tanya zaki


"Jalanlah...kan kita mau jalan jalan" sahutnya

__ADS_1


"Kita mau jalan jalan deket sini, bukan ke kutub utara yang banyak saljunya, lo ngapa pake baju begitu" ucap zaki


"Kan dingin ****... "


"Dingin sih dingin.. Tapi gak usah lebay amat lah" sambung jasmin


"Kok kamu malah gitu sih ay..." arka cemberut


"Serahlah.. Biar aja arka pake baju begitu" sahut varo


"Dek... Pake jaket" ucap varo


"Aku bawa ditas kok bang" jawab vania


"Dipake aja van... Dingin di luar" ujar adel


"Ohh... Oke deh kak" vania langsung mengeluarkan jaket yang diberikan adel padanya lalu memakainya


"Untung aku bawa double jaket... Jadi kamu bisa pake sayang" bisik varo


"Makasih ya sayang" ucap adel tersenyum


"Sama sama"


"Udah mesraannya... Ayo jalan" ajak mira


Mereka berjalan kaki menuju kebun teh tersebut, dedaunan yang begitu hijau membuat kagum mata adel... Menghirup udara yang begitu sejuk.


"Wow... Gue baru kali ini lihat kebun teh" ucap jasmin berlari ketengah kebun teh


"Kak jasmin tunggu aku" teriak vania berlari mengikuti jasmin


"Kalau kita bawa pulang... Terus jual kira kira laku berapa ya" ucap arka


"Sontoloyo amat.... Bawa pulang, sebelum niat lo terkabul, udah tinggal nama keles" sahut zaki


"Gila lo ar... Otak kok isinya niat maling wkwkwk" kekeh varo


Mereka bersenang senang di kebun tersebut sebelum melanjutkan ke tujuan selanjutnya..

__ADS_1


__ADS_2