ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
akhir dari zean


__ADS_3

Zean yang melihat itu... Berusaha untuk kabur, namun langkahnya terhenti karna vano langsung menghadangnya dan menarik tangan zean hingga terhuyung jatuh di lantai.


"Dasar wanita kejam... Masih muda tapi sudah mau jadi pembunuh" desis vano menatap tajam zean


"Ini bukan salah gue... Salahkan cewek sialan itu yang udah hancurin keluarga gue... Asal kalian tau, erin itu adik gue, adik kandung gue.. Wanita penggoda itu sudah hancurin keluarga gue... Hancurin adik gue, dia harus rasakan apa yang dirasakan erin sekarang" teriak zean


"Semua bukan salah adel... Semua salah gue, gue yang siksa adik lo" ucap varo angkat bicara


"Dan saya yang membuat keluargamu hancur" ucap doni masih menatap adel


Zean yang mendengar itu langsung berdiri dari duduknya... Dan mendekati adel.


"Kalian ayah dan anala sama saja" desis zean


"Apa yang ingin kau lakukan hah.. Menjauh dari putriku" teriak doni mengepalkan tangannya


"Aku akan membunuhnya... Karna kalian sudah membunuh orang tuaku" teriak zean menancapkan pisau ke perut adel tanpa rasa kasihan sedikitpun


"Akhhhh...." adel meringis sakit


"Adel.." teriak doni, varo ,kenan dan vano


"Selamat tinggal adel" ucap zean tertawa keras seperti orang tidak waras.


"Gila lo hah... Lo harus mati" varo mencekik leher zean hingga ia merasa sesak


"Le...le..lepas" ucap zean terbata bata


"Lo harus mati, cewek bang**t" ucap varo


"Lepas varo... Kamu jangan jadi pembunuh" ucap vano berusaha melepas tangan varo di leher zean

__ADS_1


"Gak... Dia harus mati pah, dia harus mati sekarang" desis varo menguatkan cekikannya di leher zean


"Inget adel varo... Liat adel" ucap kenan membantu vano menenangkan varo.


Doni yang melihat varo emosi langsung mendekati zean...


Varo langsung teringat akan kekasihnya itu... Ekor mata varo melirik ke adel yabg sudah sekarat dengan begitu banyak darah.


"aku tidak akan memaafkanmu... Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang, dan aku tidak akan membiarkan adikmu atau orang tuamu hidup atau sembuh... Kalian harus menerima apa yang kamu lakukan pada anakku.. Pada putriku.." doni menarik rambut zean dan menghempaskannya kasar ke lantai.


"Kau harus merasakan apa yang putriku rasakan"


"Hahahahaha... Kalian masih mengurusiku sementara anakmu di ambang maut" sinis zean


Doni langsung diam dan melihat adel dengan sendu...


"Adel..." doni mendekati memeluknya erat serta menangis keras


Kenan dan vano ikut menangis melihatnya...


Doni menatap zean dengan tatapan membunuh... Rahangnya mengeras, wajahnya yang sudah merah padam.


"BUNUH DIA SEKARANG JUGA" teriak doni pada anak buahnya dengan keras


"Don tahan amarah lo" ucap vano


"Gue gak peduli... Bunuh ya bunuh" teriak doni lagi" varo dan kenan tak bisa mencegah apa yang dikatakan doni... Karna melihat adel yanh sekarat mungkin itu pantas di terima oleh zean.


"Dia akan dipenjara seumur hidup don... Sampai di membusuk, jangan kotori tangan kita untuk orang seperti dia" ucap kenan.


"Gue gak akan bawa dia kepenjara... Kalian siska dia hingga mati" ucap doni pada bodyguardnya

__ADS_1


Varo menyetujui ucapan doni... Ia mendekat ke arah adel mencium keningnya lama... Lalu mendekat ke arah zean.


"Bersiap siap untuk masuk ke neraka" ucap varo menatap zean dan mendorongnya keras hingga terbentur tembok membuat zean pusing.


"Bawa dia ke penjara saja... Dan buat dia di penjara seumir hidupnya ,hingga mati" ucap vano tajam


"Apa kau tuli hah.... Aku bilang jangan bawa dia ke penjara" teriak doni


Vano hanya mengikuti apa yang dikatakan doni.... Mungkin itu termasuk hukuman yang setimpal untuk zean pikir vano


Para bodyguard doni langsung membawa zean pergi untuk menyiksanya hingga tak bernyawa.


"Pap.....pa" lirih adel yang membuka matanya sedikit…


"Princess... Ini papa nak, adel mau apa hmmmmmm, papa turutin sayang" ucap doni membelai wajah adel


"Sa...sakit" keluh adel menangis


"Iya sayang... Bertahanlah" ucap doni


"Kamu kuat yangg" ucap varo menangis


"A....aa....del, nga.....ngantuk pap..a" lirih adel terbata bata


"Adel gak boleh tutup mata sayang.. Kita ke rumah sakit ya sayang, papa gendong ya... Dulu kan adel sering minta gendong sama papa" doni langsung mengangkat tubuh adel di pelukannya ,berjalan menuju mobilnya dengan air mata yang tak bisa ditahannya.


"Yangg... Maafin aku" batin varo.


Varo menangis melihat kondisi memperhatinkan adel, varo tak bisa menjaga adel hingga terjadi hal seperti ini.


Ingin rasanya varo memeluk tubuh lemah adel ,menciumnya memberikan kekuatan untuknya... Tapi doni adalah papa adel... Dia lebih terlihat menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2