ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
si bencong


__ADS_3

Esok harinya.


Varo masih tertidur pulas, semalaman menunggu kabar dari adel namun nihil tak ada balasan satupun.


Vania yang wajib membangunkan abangnya jika telat menjadi kesal ,karna abangnya itu paling susah kalau di bangunin.


"Bang bangun..." ucap vania mengoyakan tangan varo


"Bangun ihh..." berbagai cara dilakukan vania. Menarik tangan varo ,mencubit tapi tidak mempan.


"Bang bangun.... Kak adel sudah nungguin dibawah" teriak vania kencang


"Hah..." varo seketika terbangun


"Adel ke rumah dek?" tanya varo senang


"Bohong.... Siapa suruh dibangunin malas, situ tidur apa mati" kesal vania keluar dari kamar varo


"Sialan... Gue dikerjain bocah" varo dengan malasnya berjalan ke kamar mandi.


Tak lama varo selesai dengan rutinitasnya.. Dan langsung berangkat sekolah tanpa pamit pada keluarganya


"Anak itu kenapa sih... Dari kemarin aneh banget" ucap kinar terheran


"Tau tuh abang mah... Mungkin bertengkar kali sama kak adel" sahut vania


"Udahlah mah... Varo sudah besar, biarkan saja" ucap vano


"Kamu gampang banget bilang biarin... Aku mamahnya cemas tau" sinis kinar


"Terus mau gimana lagi... Anakmu emang seperti itu dari dulu" kata vano


"Tau deh.. Papah kalau di ajak ngomong  gak pernah mau serius" ucap kinar


"Mah..pah, vania berangkat sekolah dulu..." pamit vania mencium tangan kedua orang tuanya.


"Hati hati sayang" ucap vano


"Belajar yang rajin ya nak" ucap kinar


"Assalamualaikum" ucap vania


"Waalaikumsalam" jawab kinar dan vano


®®®


Disekolah adel sedang memperhatikan guru yang sedang mengajar di depan... Adel berusaha untuk serius dalam pelajarannya, namun lagi lagi pikirannya teralihkan dengan bayangan varo. Pria brengsek yang tega menjadikannya bahan mainan dan hanya memikirkan dirinya sendiri.


"Husssstttt..del" senggol mira tidak mendapatkan respon.

__ADS_1


"Adel... Lo gpp kan del" lagi lagi mira menyenggol lengan adel


Jasmin yang duduk di belakang mereka menjadi terusik.


"Lo kenapa.." ucap jasmin pelan


"Adel diem mulu..  Gue takut dia kesurupan" ucap mira


"Del...adel" panggil jasmin. Tetap sama tak ada respon


"Tuh lo liat kan... Diem mulu dia" ujar mira


"ADELLLL..." teriak jasmin tepat di telinga adel


"Astaga..." adel terkejut sontak berdiri dari duduknya


"Kenapa kamu teriak teriak" marah bu yuyun.


"Hehehehe... Gpp kok bu, maaf" seru jasmin


"Adel.. Kamu juga kenapa berdiri begitu?" tanya bu yuyun


"Eng...enggak apa kok bu, maaf ya bu" ucap adel malu


Tak lama bel istirahat berbunyi... Adel dkk langsung berjalan menuju kantin.


"Del..." panggil yudan


"Gpp... Mau ke kantin kan?, bareng ayo" ajak yudan menarik tangan adel


"Nyamuk lagi" gerutu mira


"Nasib kita" ucap jasmin merangkul mira


"Kamu mau makan apa... Biar aku pesenin" ucap yudan


"Cuma adel doang nih kak?" tanya jasmin


Yudan hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal..


"Maaf...Kalian juga kok" yudan tersenyum canggung


"Aku nasi goreng sama jus alpukat ya kak" ucap adel


"Aku sama kaya adel kak" ujar mira


"Aku bakso sama jus jeruk aja kak" ucap jasmin


"Kalian tunggu disini.. Gue pesen dulu" seru yudan

__ADS_1


Selepas yudan datanglah kelompok varo... Yang tanpa dosa langsung duduk di meja tempat adel dkk.


"Hai mir..." sapa zaki


"Udah pesen makanan min?" tanya arka


Varo yang langsung mengambil duduk di samping adel tanpa bertanya.


"Ngapain lo disini?" tanya adel ketus


"Mau nemenin pacar aku makan" ucap varo tersenyum


"Siapa pacar lo?" tanya mira judes


"Disamping gue..." sahut varo menoleh ke arah adel


"Mantan kali" ketus jasmin


"Gak ada kata mantan... Adel tetap pacar gue.., dia bakal jadi mantan pacar kalau sudah jadi istri gue"


"Pede amat" sahut sinis jasmin


"Yapsss...  Jelas jelas udah diputusin" sambung mira


"Kamu udah pesen makanan beb?" tanya zaki pada mira


"Apaan sih.. Beb beb, gak usah panggil gue beb" marah mira


"Hufffffhhh... Kan kita udah jadian mir, lagian aku udah minta maaf sama kamu" lirih zaki


Adel yang melihat sahabatnya itu sedang marah dengan zaki merasa bersalah... Padahal diamata adel zaki dan mira begitu cocok.


Kedatangan yudan membuat varo dkk menatap kesal, apa lagi zaki yang baru saja jadian dengan mira tapi hancur gara gara si ember yudan.


"Ngapain lo disini bencong" sinis zaki menatap sinis pada yudan


"Gue emang disini sama mereka kok" jawab yudan duduk di samping adel


"Jauh jauh dari cewek gue" bentak varo


"Kalian apa apaan sih.. Kak yudan itu kesini sama kita, dia juga udah pesenin kita makanan, kalian gak ada hak larang kak yudan disini" ucap jasmin membela. Yudan yang mendapat belaan tersenyum licik


"Kenapa lo belain dia... Lo suka sama cowok model kaya dia?" sinis arka tersenyum mengejek


"Apaan sih lo... Suka suka guelah" balas jasmin


"Gue cemburu...!!! Lo jangan belain cowok tengik kaya dia... Gak pantes buat lo" ucap arka


"Terus lo pantes buat gue gitu..." sinis jasmin

__ADS_1


"Jelaslah... Kita pernah deket dan hampir pacaran" ucap arka


"Udah.... Kalian kenapa sih malah ribut gini ,gue ke kantin buat makan... Bukan dengerin kalian berantem" teriak adel


__ADS_2