
mereka melanjutkan jalan jalan ke tempat air terjun...setengah perjalanan vania merengek ingin buang air kecil pada jasmin
"kak... aku pengen pipis" rengek jasmin
"duhhh... disini mana ada toilet nia... jangan aneh aneh" ucap jasmin
"kenapa?" tanya adel menatap ke arah jasmin dan vania
sedangkan ke 3 pria itu jalan lebih dulu di depan...
"aku pengen pipis kak..." ujar vania
"ya udah kita balik ke vila ja yuk.." ucap adel
"tapi jauh del... noh liat kita udah ditinggal" geurutu jasmin
"ya udah lo duluan aja min... biar gue yang anter vania balik" sahut adel
"gak usah kak, aku aja balik sendiri... kalian jalan aja duluan, aku tau jalan kok" ucap vania
"tapi jauh... kalau kamu kesasar gimana?" tanya adel hawatir
"gak akan kak... gpp kok" ucap vania
"noh denger... vania tau jalan del, udah yuk lanjut ajalah.. kita duluan ya nia... hati hati lo" ucap jasmin menarik tangan adel
adel pasrah dan mengikuti jasmin untuk ke air terjun... vania balik dengan tergesa namun dalam perjalanan ia lupa jalan mana untuk balik ke vila.
"aku lupa lagi... ke kanan apa kiri ya" gumam vania
"ohhh pasti kanan" vania melanjutkan langkahnya ke arah kanan
sedangkan ke 6 remaja tersebut masih berjalan menuju air terjun yang lumayan jauh..
"vania mana?" tanya varo yamg melihat adiknya tidak ada di rombongan
__ADS_1
"balik.. katanya pengen pipis" sahut jasmin
"sendirian doang?" tanya zaki
"iya...." sahut jasmin
"lo gila... dia bisa bisa tersesat.. jalan balik ke villa itu sama semua, kalau dia salah gimana?, bisa bisa ke hutan" teriak zaki
"hah..., lo serius" adel terkejut
"kenapa lo gak anter vania sih min... kenapa di tinggalin" marah varo
"maaf... " lirih jasmin menunduk
"ini bukan salah jasmin...ini salah gue, harusnya gue anter vania tapi malah nyusul kalian kesini" ucap adel lirih
"kalian sama sama **** tau gak... kalau vania hilang gimana hah... lo mau tanggung jawab" varo reflek membentak adel
adel begitu kaget mendengar bentakan dari varo, terlihat wajah hawatir dan marah disana...
mereka balik ke vila dengan langkah buru buru namun sampainya di vila tidak ada sisok vania... vila masih sepi
"harusnya dia udah ada vila kalau tau jalan" ucap zaki
"terus gimana..." teriak varo meremas rambutnya
"tenang kenapa sih bang..." ucap jasmin
"vania hilan min... gimana bisa tenang" ucap varo berteriak
"kita cari aja...jangan berantem" lerai arka
mereka sama sama mencari vania sekitar villa dan kebun teh namun nihil.
"arrrrrgghhh... gak ketemu juga ,kemana adik gue" teriak varo frustasi
__ADS_1
"sabar var... kita cari sama sama" ucap adel menenangkan varo
"ini semua juga gara gara lo...harus lo anter vania balik bukan lebih milih air terjun" sinis varo
adel yang dimarah oleh varo merasa wajahnya memanas... air mata jatuh.
"iya aku salah... aku bakal cari vania sampai ketemu kok" ucap adel
"emang harus... karna ini salah lo sama jasmin" sinis varo
"ya elah bang...biasa aja dong, kita juga udah berusaha kali cari vania... " ucap jasmin jengah..
"cari lagi aja" ucap zaki
varo terus berteriak mencari adiknya.. dna bertanya tanya dengan orang yang lewat..
"var... kita istirahat dulu yuk... pasti semua pada capek" ucpa adel
"lo gampang bilang istirahat... adik gue yang hilang bukan adik lo, gue gak mau tau ,lo cari vania sampai ketemu" teriak varo
adel menangis dna langsung pergi tanpa pengetahuan yang lainnya mencari vania seorang diri.
"vania....." teriak adel
"van lo dimana..." ucap teriak adel
sementara varo dkk sudah sampai vila dengan rasa lelah...
mira yang baru sadar bahwa adel tidak ada dengan mereka..
"adel kemana?" tanya mira
"adel..." ucap arka melirik kanan dan kiri tidak melihat adel
"ya tuhan.... vania belum ketemu sekarang malah adel juga ikut hilang"
__ADS_1