ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
BONCHAP 5 END


__ADS_3

kehamilan adel kini sudah menginjak 9 bulan, varo yang selalu takut jika istrinya akan melahirkan tiba tiba, mengambil cuti bekerja dikantor dan membawa pekerjaannya di rumah, sering kali adel merasa jika perutnya sakit dan mules, namun kata dokter itu hal biasa dirasakan ibu hamil namanya kontraksi palsu.


keluarga besar juga sangat sangat menanti kelahiran cucu pertama doni dan juga vano, 2 perusahaan besar yang sudah menjalin persahabatan sejak lama. banyak klien klien mereka yang mengetahui bagaimana persahabatan doni dan vano juga kenan. bahkan banyak yang mengira jika mereka bersaudara.


begitupun dengan varo yang sekarang menggantikan sang papa di perusahaan sanjaya company. sahabatnya arka juga sudah bertunangan dengan jasmin dan akan segera menikah selesai adel melahirkan. jika zaki... dia selangkah lebih maju, karna pernikahannya seminggu lagi, lebih dulu dari arka.. tanpa adanya pertunangan.


tok tok tok..


"tuan... tuan, tolong" teriak bi siti memanggol varo di ruang kerjanya


"ada apa bi..?"


"nyonya tuan... nyonya mau melahirkan" ucap bi siti membuat kedua mata varo terbuka lebar


"hahahahha...mana mungkin, adel itu melahirkan seminggu lagi bi" kata varo yang maish bisa tertawa di keadaan genting begini.


"ya allah tuan... non adel kasian kesakitan itu" ucap bi siti menunjuk kamar varo dengan cemasnya


tanpa nunggu lama lagi, varo berlari ke kamarnya dan melihat adel yang memang benar benar kesakitan di sofa, dikakinya terlihat air ketubannya pecah.


"ya allah sayang... kita kerumah sakit sekarang" ucap varo menggendong adel


"berat kamu yangg" ucap varo


"isss... varo, aku lagi kesakitan kamu jangan ngelawak dong... ini anak kamu mau keluar tau gak" ucap adel meringis


"iya sayang... aku kan jujur" ucap varo


"aduhh tuan.. sekarang buruan ke rumah sakit" ucap bi siti yang ikut kesal dengan tuannya.


"sakit var. . perut aku sakit" ucap adel


"sabar ya sayang... kan aku udah bilang mending di rumah mama dulu" kata varo mengelus kepala istrinya.


"pak man bisa cepet sedikit gak, anak saya mau keluar ini ketemu papanya ,buruan pak man" ucap varo


"var... aduhhh ya allah sakit banget ini" tak terasa adel meneteskan air matanya.


tak lama mereka sampai di rumah sakit... varo pun juga menghubungi semua keluarganya saat adel sudah berada di ruang bersalin.


"dok selamtkan istri saya" ucap varo


"bapak tenanf saja.. selama peneriksaan, bu adel dan kandungannya sangat seha, jangan hawatir" ucap dokter yang menangani adel.

__ADS_1


terdengar suara berisik dari arah lorong rumah sakit... dan ternyata keluarganya sudah datang.


"varo... gimana adel nak" ucap kinar merasa hawatir dengan menantunya.


"adel masih diruang bersalin mah"


"kamu kenapa baru hubungi kami varo... pasti adel merasa kesakitan" ucap doni


"varo juga takut tadi pa... gak bisa mikir apa apa" jawab varo


"udahlah... sekarang tenang dulu, kita doain yang terbaik buat adel dan cucu kita" ucap vano


tiba tiba dokter datang dan memanggil varo untuk segera ke dalam ruangan.


"pak varo.. anda bisa masuk ke dalam, istri anda membutuhkan suaminya" kata sang dokter


"iya dok" varo memasuki ruang bersalin. dilihatnya adel yang sudah bercucuran keringat mahan sakit.


"sekarang kita mulai ya bu... tarik nafas hembuskan lebih dulu, ikuti aba aba dari saya" ucap sang dokter membri intruksi pada adel


dengan sekuat tenaga adel mengikuti apa yang dikatakan sang dokter... hingga lahirlah seorang bayi yang sangat tampan.


varo dan juga adel bernafas lega, dan sangat terharu melihat buah cintanya.


varo keluar daei ruang bersalin dan menemui keluarganya...


"apa cucu papa sehat var?" tanya doni


"adel bagaimana?"


"cowok apa cewek bang?"


"heh... kalian gak lihat varo bingung gitu.. nanya satu satu dong" ucap kenan


"adel baik baik aja, anak varo juga baik vaik aja dan sehat, jenis kelaminnya laki laki" ucap varo tersenyum merekah.


"alhamdulillah ya allah.." ucap doni memeluk varo


"akhirnya cucuku lahir juga... gak sabar mau lihat" ucap keyna


"iya pasti tampan.. kira kira mirip aiapa ya" ucap kinar


"mirip akulah mah... kan aku papanya" kata varo

__ADS_1


"belum tentu kali var... bisa aja dia mirip adel tau" kata sisil


"kalau mirip kak adel.. pasti tambah ganteng ,secara kak adel kan cantik" ucap vania


"gpplah... yang penting mirip orang tuanya" kata varo tersenyum senang


•••


kini adel sudah dipindahkan di ruang perawatan, para sahabat turut hadir untuk melihat bayi mungil adel dan juga varo.


dilihatnya seorang perawat membawa box bayi yang berisikan keturunan gerhana dan juga sanjaya.


"wuuaaaaahhhh... ganteng banget ponakan aku" teriak vania histeris


"heh... pelan pelan, nanti dia bangun" tegur varo


"hehehe maaf bang"


"bener bener varo banget ini mah" kata zaki


"hahahahaha... jelas dong" bangga varo


"ya ampun pah... cucu kita ganteng banget ya" kata kinar mengelus pipi cucu pertamanya itu.


"kira kira siapa namanya?" tanya doni


"aku sih ikut kata varo aja pa" kata adel melirik ke arah suaminya itu.


"LARDO DEVHAN SANJAYA" ucap varo


semua yang mendengar langsung menganggulan kepalanya tanda setuju dengan nama yang diberikan varo pada putranya.


"sukse juga lo var... cetakan lo cakep banget" ucap zaki menepuk pundak varo


"jelaslah... gue gitu loh"


"tar gue minta resep yak" kata arka


"kamu pikir buat makanan pake resep hah" jasmin ikut bergabung


semua tertawa dan begitu bahagia dengan kelahiran LARDO, malaikat kecil yang akan mengisi keramaian rumah varo dan adel.


SELESAI

__ADS_1


__ADS_2