
5 hari kemudian
Adel sudah pulang dari rumah sakit, dan adel kekeh untuk masuk sekolah hari ini, karna merasa bahwa dirinya sudah sembuh dan terlalu banyak libur sekolah.
Doni dan keyna tidak bisa melarang putrinya itu, dan mengijinkannya untuk sekolah dengan syarat harus dia antar supir.
"Adel berangkat dulu ya pa...ma, assalamualaikum" pamit adel mencium tangan kedua orang tuanya
"Hati hati sayang... Kalau sakit langsung kabari papa atau mama ya, waalaikumsalam"
"Jaga pola makan kamu nak" ucap keyna mencium kening adel
"Iya ma.." adel langsung masuk mobilnya yang sudah menunggu sedari tadi.
•••
Sampainya di sekolah varo di kejutkan dengan kedatangan adel tepat di parkiran, ia dan teman temannya baru saja sampai... Adel tidka bilang padanya jika akan sekolah hari ini.
"Sayang..." panggil varo. Adel hanya tersenyum melihat varo mendekatinya
"Terkejut?..." tanya adel terkikik geli
"Pake ditanya lagi... Kamu masih sakit kenapa sekolah hmmm" ucap varo
__ADS_1
"Bosen di rumah terus... Ya udah aku masuk ke dalam dulu ya, mau bareng gak?" tanya adel
"Aku mau ambil sesuatu dulu di motor kamu jalan duluan nanti aku nyusul" ucap varo
"Ya udah.. Aku duluan ya sayang" ucap adel di angguki varo
Adel berjalan di kolidor sekolahnya, banyak yang menyapa baik dengan ucapan dan senyuman kepada adel.
Tiba tiba langkah kaki adel berhenti saat seseorang menghadang langkah kakinya...
"Hai del... Apa kabar?" tanya yudan.
Ternyata yudan lah yang menghadang jalan adel menuju kelasnya.
"Gue baik kok del, gue seneng lo bisa sekolah lagi, maaf karna gue gak bisa jenguk lo di rumah sakit waktu itu" ucpa yudan tersenyum
"Iya gpp kok kak"
"Oh ya del... Besok gue bakal pindah ke luar negri, bokap nyokap bakal jalanin bisnisnya disana... Boleh gak gue peluk lo untuk yang terakhir kalinya, habis ini gue bakal pergi" ucap yudan
"Hah..., tapi kak"
"Kalau gak mau juga gpp kok del, gue gak mau maksa, lagi pula gue tau kok pasti cowok lo bakal marah kan" yudan tertawa geli
__ADS_1
"Bagus kalau lo nyadar diri" suara keras tersebut membuat adel gelagapan.
"Lo jangan salah paham... Gue kesini cuma mau pamit kok, besok gue pindah ke luar negri, gue cuma minta peluk cewek lo buat terkahir kali doang" ucap yudan
"Var... Boleh?" tanya adel
Varo yang sebenarnya tidak suka jika miliknya disentuh orang lain merasa kasian juga pada yudan... Itung itung salam perpisahan pikir varo.
"Oke... Tapi gak pake lama" ucap varo
Karna mendapatkan persetujuan varo, yudan langsung memeluk adel begitu erat. Ia memang memiliki prasaan lebih terhadap adel dari awal mereka bertemu, namun yudan sadar jika cinta tak harus memiliki. Selama ini yudan sengaja menjauhi adel karna tidak ingin merusak hubungan adel dan varo yang terlihat bahagia.
Walaupun hatinya begitu sakit melihat orang yang dicintainya bahahia dengan pria lain namun yudan tidak mau galau ataupun merebutnya. Cukup bisa dekat dengan adel saja membuat yudan senang.
"Semoga kita bisa ketemu lagi ya del" ucap yudan
"Iya kak... Jaga kesehatan, semoga sukses ya kak" ucap adel
Varo yang melihat itu merasa sangat kesal...
"Ekhem... Sudah pelukannya, sekarang lepasin calon istri gue" ucap varo menatap tajam yudan
"Iya.. Makaish var, ya udah gue pergi dulu ya, buat lo var jaga adel baik baik, jangan buat dia kecewa, karna adel wanita yang baik dan pantas buat dibahagiain" kata yudan tersenyum lalu pergi tanpa melirik adel dan varo
__ADS_1
Adel merasa sedih karna perpisahannya dengan yudan ,walaupun adel tidak memiliki prasaan terhadap yudan tapi adel sempat dekat dengannya, dan sudah menganggap yudan adalah kakanya.