
"Sedang apa lo disini?" tanya varo yang sudah mengepalkan tanganya.
"Hai del..." sapa yudan tanpa menghiraukan ucapan varo.
"Kak yudan ngapain di rumah...?" tanya adel
"Aku kesini nungguin kamu... Tapi kata om kamu belum pulang" ucap yudan
Doni yang datang membawa papan catur ke arah yudan...
"Kamu kok baru pulang sayang... Dari tadi yudan nungguin kamu... Papa sudah bilang kalau kamu belum pulang dari sekolah, katanya gpp nungguin.. Baru papa mau ajak main catur" ucap doni
"Iya pa... Tadi adel anter varo beli jaket dulu di mall..." ujar adel
"Lah varo.... Maaf om gak merhatiin kamu lho var, ayo sini duduk.. Ada yudan juga, pasti kalian sudah saling kenal kan ya" ucap doni sumringah
Varo langsung berjalan menghampiri doni dan menyalami tangannya.
"Maaf ya om.. Varo gak ijin dulu bawa adel sampe telat pulang" kata varo
"Iya gpp... Om percaya sama kamu" doni menepuk punggung varo
"Kamu mau minum apa jus, teh atau minuman lain yang enak... tapi air putih aja deh... Soalnya tante lagi gak ada... Masih di rumah sakit, bibi lagi ke pasar, bibi yang satunya lagi repot hehe" kata doni
"Emang tante lagi sakit om.... Kok di rumah sakit?" tanya yudan
"Iya iyalah orang nyokapnya adel dokter pasti di rumah sakit" sahut varo sinis
__ADS_1
"Gue gak nanya lo.. Kenapa lo yang jawab" sinis balik yudan
"Ehem... Adel ke kamar dulu ganti baju ya pa" pamit adel di balas senyuman oleh doni
"Iya yud... Benar kata varo mamanya adel itu seorang dokter... Jadi jam jam segini masih di rumah sakit" sambung doni
"Ohh iya om... Maaf yudan baru tau soalnya" ucap yudan
"Kalian sekelas atau gimana?" tanya doni
"Beda..." sahut varo dan yudan bersamaan
"Aku kelas 12 om.. Dia adik kelas" ucap varo
"Ya dia lebih tua dari aku om..." sahut yudan
"Ohhhh... Iya iya" doni meneliti kedua pria yang di depannya satu persatu.
"Om katanya mau main catur... Biar yudan temani" ajak yudan yang sengaja mencari perhatian pada doni
"Gak jadi yud... Om mau ngobrol aja sama calon mantu om" ujar doni tersenyum
Yudan menyalah artikan ucapan doni. Padahal itu di tunjukan pada varo anak dari sahabatnya tapi yudanlah yang merasa terpilih oleh doni.
Varo hanya tersenyum saja... Karna dia tau siapa yang dimaksud oleh doni sebagai menantu.. Yang tak lain dia sendiri.
hadehhhhh senyum mantu gue anteng banget yak... gak kalah lah sama gue calon mertuanya batin doni.
__ADS_1
"Om bisa aja... Aku belum ngerasa cocok jadi mantu om... Nunggu mapan dulu om" ucap yudan tersenyum
Varo yang mendengar kepedean yudan menahan tawanya..
"Lo pede banget jadi orang... Yang pacar adel itu gue... Tandanya calon mantu om doni ya gue... Kenapa lo yang ke Geeran" sahut varo tersenyum sinis
"Lo pacar adel belum tentu jadi suami adel... Jodoh gak ada yang tau..., dan lo gak cocok buat adel... Karna lo itu.." ucapan yudan menggantung. Ia sengaja hanya untuk mengingatkan varo akan sesuatu hal.
Sh*i... Dia mau merusak hubungan gue sama adel... Sia*an. batin varo
"Sudah sudah... Kalian kenapa bertengkar begini... Lebih baik kalian pulang dulu saja, kamu varo belum pulang ke rumah dari tadi bukan... Sekarang pulang ganti seragam kamu" perintah doni tegas.
"Iya om... Aku pamit, bilang sama adel nanti aku kabari sampai rumah" ucap varo menyalami tangan doni dan keluar rumah
"Aku juga pamit om.., salam buat adel" ucap yudan pergi meninggalkan doni yang sudah menyiapkan tangannya untuk disalami tapi ternyata diabaikan
Elah bocah... Gak sopan banget batin doni
Varo sengaja menunggu yudan di depan rumah adel... Dengan rahang mengeras. Saat melihat yudan sudah keluar rumah.. varo langsung mendekatinya.
"Apa maksud lo hah... Jangan macem macem sama gue" desis varo yang sudah melayangkan tangannya ingin menghajar varo namun dengan cepat ditepis oleh yudan
"Kenapa?... Lo takut kalau adel tau di hanya bahan tarauhan lo sama teman teman lo hanya karna sebuah mobil... Gitu?, cuih..... Cepat atau lambat adel akan tau semuanya dan lo akan kehilangan dia karna ulah lo sendiri..." yudan pergi dengan senyum meremehkan pada varo
Sedangkan varo terdiam dengan nafas memburu menahan emosinya yang siap meledak.
Gue gak akan kehilangan dia... Gue gak akan biarin itu terjadi.. Gak akan pernah batin varo
__ADS_1
Setelah sadar dari pikirannya varo pergi dari rumah doni tanpa mengetahui ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka.
jeng jenh jeng..... siapa ya kira kira itu