ALVARO SANJAYA

ALVARO SANJAYA
terbongkar...


__ADS_3

Dikantin yudan selalu mengajak adel berbicara, tapi responnya hanya hmm..ya itu saja. Yudan tahu betul bahwa adel sedang memikirkan varo.


"Udah del... Lo jangan mikirin cowok yang jelas jelas udah nyakitin hati lo" ucap yudan


"Gak kok kak... Aku sudah lupain dia"


" lo gak bisa bohong del... Gue tau gimana rasanya lihat orang yang kita cintai mesra sama orang lain" ucap yudan


Kayak gue lihat lo sama ******** itu...


"Emang lo pernah kak?" tanya adel


"Pernah... Saat gue lihat lo sama varo"


"Maksud kaka apa?" tanya adel


"Del... Gue suka sama lo, pertama kita ketemu" jujur yudan menggenggam tangan adel


"Brengesek... Lepasih tangan lo dari cewek gue" bentak varo menarik kerah yudan


"Varo.." teriak adel menutup mulutnya


"Berani banget lo deketin cewek gue... Berapa kali gue bilang.. JANGAN DEKEATI CEWEK GUE BANGSATTT" umpat varo mendorong yudan


"Kenapa.... Lo sama adel juga sudah putus, jadi gue bebas dekati adel" ucap yudan


"Lancang lo...."


"Stop (teriak)... Lo apa apaan sih var, apa hak lo mukul kak yudan hah" bentak adel


"Aku pacar kamu del... Wajar aku marah" ujar varo

__ADS_1


"Ralat.... Gue MANTAN LO, inget MANTAN" tekan adel setiap katanya.


"Kita gak akan pernah putus del... Aku sayang sama kamu" lirih varo menyentuh pundak adel


"Cuih.... Sayang lo bilang, mana ada orang sayang, yang jadiin ceweknya bahan taruhan buat dapetin mobil" ucap yudan tersenyum licik ke arah varo


Mata varo membulat sempurna, yang selama ini ditakuti akan terjadi..


"Aaa...apa maksud lo kak?" tanya adel bergetar


"Gue harus bilang ini del... Karna gue sayang sama lo, gue gak mau lo sama ******** kaya dia" tunjuk yudan pada varo


"Jaga ucapan lo..." teriak varo


"Udah var udah.... Tahan emosi lo" lerai zaki


"Asal lo tau del... Pacar lo ini.. Sorry maksud gue mantan lo... Sudah buat taruhan.. Kalau dia bisa buat lo jadi pacar, dia bakal dapat mobil yang baru dibeli zaki.. Harga lo hanya sebatas mobil del... Itu yang di otak varo, dia gak serius suka sama lo" teriak yudan


Adel hanya terdiam seribu bahasa.. Air matanya menetes deras, rasa kecewanya kian bertambah terhadap varo.


"Del... Gu..gue bisa jelasin" lirih varo menangkup wajah adel yang sudah dibanjiri air mata


Jasmin dan mira ikut merasakan apa yang dirasakan adel... Siapa yang tidak marah, kecewa dijadikan bahan taruhan, dijadikan sebuah permainan.


"Lepas.." ucap adel dingin


"Gak... Kamu percaya sama aku del, semua yang dibilang dia bohong del" ucap varo memeluk adel


"Gue gak bohong... Gue ada bukti" yudan langsung menyalakan rekaman obrolan varo, zaki dan arka.


Varo sudah tidak bisa berkelak lagi, ia memang salah, harusnya varo jujur pada adel jauh jauh hari.

__ADS_1


"Jahat lo.." adel langsung melepas kasar pelukan varo.


"Tega lo sama gue..." bentak adel


PLAK...PLAK


" GUE BENCI LO... GUE BENCI LO ALVARO SANJAYA" teriak adel dan pergi meninggalkan kantin


"Adel.." yudan menyusul adel


Kini jasmin dan mira menatap ke 3 pria yang berdiri mematung.


"Kalian tega... Apa salah adel sama kalian hah, APA..." teriak jasmin


"Gue gak nyangka zaki... Lo bisa lakuin ini ke sahabat gue hiks..., jangan pernah hubungin gue" ucap mira menangis


Jasmin dan mira pergi untuk menyusul adel..


"Ini yang kalian berdua mau kan... Gue udah bilang berapa kali, jangan lakuin itu" ucap arka


Zaki dan varo hanya diam...


"Gue nyesel" ucpa zaki


"Nyesel gak ada gunanya sekarang... Lo liat, cewek yang gue kejar dari dulu makin benci sama gue ki... Padahal gue gak ikutan" lirih arka


"Semua salah gue... Gue cowok brengsek" ucap varo


"Udahlah bro.. Gue juga salah disini, itu ide gue" lirih zaki


"Kita cari jalan keluarnya bareng bareng" arka merangkul kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"Adel benci gue..." lirih varo


"Udah resiko lo var... Sekarang gimana caranya lo harus rebut hati adel lagi" ucap arka


__ADS_2